Revitalisasi Tradisi Balimau


Selasa, 16 Juni 2015 - 18:41:46 WIB
Revitalisasi Tradisi Balimau

Pertama, simbol men­sucikan diri sebagai mani­festasi taubat. Balimau ada­lah bentuk lahiriah dari membersihkan diri dari kotoran jasamani. Peng­gunaan kata balimau sendiri  menunjukkan bahwa mandi yang benar-benar bersih.  Dan untuk mandi yang ber­sih dan menghilangkan da­ki, limau menjadi pilihan utama dan ampuh pada za­mannya. Kata balimau juga me­ngandung makna eso­teris yakni membersihkan batiniah dan sejatinya mak­na inilah yang dikehendaki oleh balimau. Artinya man­di balimau sejatinya tradisi yang sarat nilai dan mani­festasi untuk menyucikan diri lahir batin. Dalam Islam anjuran bertaubat sangat dianjurkan dalam bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi Muhammad: “merugilah seseorang yang bulan Ramadhan datang kepadanya kemudian pergi sebelum ia mendapat am­punan “. Apalagi di ranah ini, tradisi dan agama ber­kelindan erat sebagaimana yang biasa kita dengar,” Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Kita­bullah. Artinya balimau adalah tradisi kultural ma­syarakat dalam menyambut Ramadhan dan mem­ber­sihkan diri..

Baca Juga : Tertarik Beasiswa LPDP, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Kedua, ajang menjalin silaturrahim. Tradisi bali­mau menjadi peristiwa ak­bar dengan beberapa akti­vitas. Diantaranya  me­masak masakan khas pada tanggal 30 Syakban, seperti lemang, rendang dan kue. Makanan-makanan ini di­masukkan dalam tempat khusus yang di sebut ran­tang, selanjutnya dibawa kerumah sanak keluarga. Aktivitas ini menjadi wadah untuk merajut tali sila­turrahim, tempat meminta maaf atau saling me­maaf­kan. Momentum balimau menjadi tempat yang baik untuk menyelesaikan silang sengketa dan menjernihkan yang keruh. Sehingga ketika Ramadhan datang tak ada lagi benang yang kusut anta­ra mamak dan kemenakan, antara suami dan isteri, antara anak dengan orang tua serta sesama anggota masyarakat. Nilai-nilai ini mendapat pijakan dalam Islam, bahkan dalam hadis diungkapkan bahwa Allah tidak akan menerima iba­dah puasa seseorang tak­kala hubungan silaturrahim tidak baik. Sejatinya makna balimau sejalan dengan an­ju­ran Islam dalam kaitan menjalin silaturrahim.

Ketiga, suka cita dalam menyambut Ramadhan. Mak­­­na ini disimbolkan dengan memasak makanan khusus yang tidak dimasak pada hari lain. Selanjutnya makanan tersebut bersama limau dibawa ketika ber­kunjung ke rumah sanak keluarga, tokoh masyarakat dan anggota masyarakat lain­nya. Aktivitas  ini begitu terasa dalam masyarakat tempo dulu. Ramadhan di­rasa benar-benar tamu agung sehingga penyam­butannya dilakukan dengan perlakuan istimewa. Sua­sana bathin masyarakat ter­gambar dari kegem­bira­annya dalam menyambut kedatangan bulan suci Ra­ma­dhan. Perasaan suka cita dalam menyambut bulan suci ramadhan juga selaras dengan nilai-nilai Islam. Dalam sebuah hadis di­sebutkan “barangsiapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan (karena iman dan Allah), maka diharamkan jasadnya masuk ke dalam api neraka”.

Baca Juga : Aa Umbara Tersangka, Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Plt Bupati

Seiring kemajuan za­man tradisi balimau telah beranjak dari makna asal­nya. Ritual yang awalnya sarat dengan nilai-nilai po­sitif berubah haluan. Yang dominan ada­lah hura-hura dan pergaulan muda-mudi. Bahkan ironis, aktivitas mandi bersama an­tara laki-laki dengan pe­rempuan ser­ta acara joget-jogetan dan terkadang ada pula yang mabuk mabukan. Padahal dulu, balimau ada­lah tra­disi yang tergolong sakral. Akan tetapi realitas bali­mau pada era sekarang  telah mere­duksi nilai-nilai balimau itu sendiri.

Oleh karena itu, sudah sa­­at­nya ulama, tokoh adat dan pe­merintah untuk du­duk kem­bali dan meng­him­bau ma­syarakat, agar tradisi ba­­ik ini menjadi tradisi ber­sih. Bu­kan menjadi tra­disi yang akan merusak diri dan bulan su­ci. Alhasil, revi­ta­li­sasi tra­disi balimau adalah lang­kah penting untuk men­ja­di­kan bali­mau sebagai tra­disi kul­tural yang positif. Wallahu’­alam. (*)

Baca Juga : Cegah Warga Nekat Mudik, Polri Gelar Operasi Sebelum 6 Mei

 

SUHARDI
(Alumni Pascasarjana UKM Malaysia)

Baca Juga : Inilah Jam Kerja ASN pada Bulan Ramadan 1442 Hijriah

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]