Bea Cukai Selamatkan Kerugian Negara Rp1 Miliar


Selasa, 16 Juni 2015 - 18:56:34 WIB
Bea Cukai Selamatkan Kerugian Negara Rp1 Miliar

Ia mengatakan dalam kurun waktu 2012-2014 bea cukai berhasil menyita barang-barang yang merugikan negara. Ada 66 item yang terdiri dari ratusan obat-obatan dan kosmetik impor, rokok berbagai merk, majalah yang berkonten pornografi, DVD serta spare parts kendaraan ber­motor yang merupakan Barang Kena Cukai (BCK).

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

“Kebanyakan barang-barang ini kami sita dari bandara dan pengiriman lewat jasa pos. Ba­rang yang kami musnahkan ini bernilai Rp1.811.909.800, de­ngan potensi kerugian negara lebih dari 1 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2015 ini ada penurunan pelang­garan cukai pada produk rokok. Hal itu dikarenakan banyak pabrik rokok yang tutup. Mes­kipun begitu pihaknya akan tetap mengawasi pelanggaran di bi­dang cukai.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Perumda AM Kota Padang Imbau Warga Gunakan Air Seperlunya

“Ada tren di 2015 ini banyak pabrik rokok yang tutup, mung­kin karena bangkrut dan hal lainnya. Dan ini berdampak positif, karena ada penurunan pelanggaran cukai. Sedangkan untuk pelaku, secara aturan bukan masuk kategori barang yang dibatasi. Kalau ada izin, boleh diambil, atau kalau sudah membayar pajak dapat diambil pemilik,” ungkapnya.

Sebagai lembaga di bawah Kementerian Keuangan, Kantor Pelayanan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type Madya Pabean B Teluk Bayur menggelar pemus­nahan barang bukti (BB) sebagai fungsi community protector.

Dalam pemusnahan tersebut, produk rokok dimusnahkan dengan cara dibakar, lalu untuk barang besar dan berbahan besi seperti onderdil mobil dihan­curkan dengan cara dipotong dengan mesin khusus.

Pemusnahan barang sitaan tersebut dihadiri oleh, BPOM, TNI AL, AU, Kejakasaan, dan Polri.  Pemusnahan dilakukan setelah mendapat persetejuan dari Direktur Pengelolaan Keka­yaan Negara dan Sistem Infor­masi, Direktorat Jenderal Ke­kayaan Negara yang bertindak atas nama Menteri Keuangan Republik Indonesia sesuai de­ngan surat nomor : S-219/MK.6/KN.5/2015 tanggal 11 Mei 2015

Lebih lanjut Duki menyam­paikan, untuk Sumbar tidak ter­tutup kemungkinan sudah masuk­nya barang ilegal. Karena kegiatan tersebut sudah berlang­sung sejak lama. Bahkan, sudah banyak ba­rang-barang tersebut dikonsumsi masyarakat karena tidak ada pe­mantauan sebelumnya.

“Kemungkinannya memang sudah ada barang barang yang sudah masuk ke sumbar. Tapi kami tetap akan melakukan pengawasan dan penyitaan jika terbukti. Bahkan beberapa wak­tu lalu kami juga melakukan penggerebekan kesejumlah gu­dang di sumbar ini,” tutupnya.

Berdasarkan Undang-undang nomor 11/1995 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 39/2007 tentang Cukai pasal 50 disebutkan bah­wa, setiap orang yang tanpa me­miliki izin sebagaimana di­mak­sud dalam Pasal 14 menjalankan kegiatan pabrik, tempat penyim­panan, atau mengimpor barang kena cukai dengan maksud me­ngelakkan pembayaran cukai dipidana dengan pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak 10 kali nilai cukai yang seha­rusnya dibayar. (h/rvo)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]