Bukittinggi Miliki Rumah Rehabilitasi Narkotika


Rabu, 17 Juni 2015 - 18:05:59 WIB

“R2PH merupakan sa­lah satu  dari tiga Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) yang ada di Sumbar. Lem­baga ini berhak me­nye­lenggarakan program pe­merintah, yaitu 100.000 pencandu  wajib lapor. Dan menyelenggaran reha­bilitasi sesuai standar yang telah ditentukan bagi pe­candu Narkotika melalui IPWL New Padoe Jiwa,” ujar Walikota Bukittinggi yang diwakili Asisten II Ismail Johar saat me­re­smikan Rumah Reha­bili­tasi Pelita Hati yang ber­lokasi di Kecamatan Man­diangin Koto Selayan (M­KS), Senin (15/6).

Menurutnya, dalam pe­n­­­­cegahan dan pe­nang­gu­langan dampak buruk pe­nyalahgunaan narkotika membutuhkan tiga aspek utama intervensi. Yaitu aspek preventif sedini mung­kin, aspek kuratif atau perawatan serta dukungan kepada pecandu serta aspek penegakan hukum.

Ketiga aspek tersebut telah dilakukan pemerintah melalui dinas terkait, sesuai kapasitas masing-masing. Namun menurut Ismail, hal tersebut belum maksimal tanpa adanya dukungan dari masyarakat.

“Peran aktif dari kelom­pok masyarakat seperti IPPWL NewPandoe Jiwa sangat dibutuhkan. Karena seperti kita ketahui di In­donesia kasus pe­nyalah­gunaan narkotika dari ta­hun ke tahun terus me­ning­kat. Untuk itu di­butuhkan peran dari se­luruh sta­keholder ma­syarakat,” te­rangnya.

Sementara Kepala Di­nas Sosial, Heri Rusli, me­nyatakan peran serta ma­syarakat dalam pe­nang­gulangan penyalahgunaan narkotika salah satunya adalah dengan membentuk lembaga kesejahteraan so­sial (LKS).

Di­rinya berharap de­ngan diresmikannya rumah rehabilitasi dan berjalannya program rehabilitasi, se­makin banyak generasi mu­da di Kota Jam Gadang yang terselamatkan dari bahaya narkotika. Dan yang terpenting adalah adanya dukungan penuh bagi para pecandu untuk sembuh dari jeratan narkotika.

Ketua IPWL New Pa­n­doe Jiwa Herman Rasyid mengatakan, upaya mem­bentuk pusat rehabilitasi ada­lah kewenangan pe­merintah daerah. Me­ka­nis­menya, peme­rintah pro­vinsi bisa mengajukan ke pusat untuk membangun pusat rehabilitasi di bawah Kemen­terian sosial RI. “Dengan kehadiran IPWL di Bukittinggi mem­buka ruang bagi pecandu narkoba untuk melaporkan diri, sehingga pecandu bisa di­berikan terapi penyehatan,” ujarnya.

Dalam kegiatan pe­res­mian tersebut juga di­gelar sosialisasi peraturan ber­sama tujuh lembaga tinggi negara untuk penanganan pecandu dan korban pe­nyalahgunaan narkotika de­ngan men­da­tangkan pe­ma­teri anggota BNN Sumbar. (h/tot)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]