Singkarak Tetap Jadi Favorit Warga


Rabu, 17 Juni 2015 - 18:07:26 WIB

Hanya beberapa lokasi yang masih terlihat ramai didatangi warga yang masih mempertahankan tradisi balimau sebagai tradisi war­ga untuk mensucikan diri dan bersih-bersih sebelum memasuki Bulan Ramadan. Sebuah tradisi yang jamak terjadi di beberapa daerah di Nusantara khususnya di wilayah Sumatera.

Dari pantauan Haluan dilokasi wisata Dermaga Singkarak, Rabu (17/6), yang merupakan salah satu lokasi yang menjadi pusat kunjungan warga, meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, namun lokasi ini tetap menjadi lokasi kunjungan favorit warga dari berbagai daerah di Sumbar sebagai salah satu lokasi balimau.

Menurut Arman (41) salah seorang warga Nagari Saok Laweh, Kec. X Koto Sungai Lasi, dirinya me­ngikuti tradisi ini karena telah rutin dilakukan setiap tahunnya. Pihaknya me­ngaku  masih mem­per­cayai  tradisi yang dinilai dapat mensucikan diri je­lang puasa ini. “Saya datang kesini selalu bersama ke­luarga. Memang setiap ta­hunnya menjadi agenda wajib bagi kami sebelum memasuki bulan puasa,” bebernya.

Balimau dilakukan de­ngan mandi-mandi di­tam­bah dengan perasan jeruk nipis. Jeruk nipis sendiri merupakan benda “wajib” pada saat Balimau dilang­sungkan. Selain jeruk nipis terlihat juga sebagian warga ada yang memakai we­wa­ngian tradisional dari bunga rampai. Namun ada juga yang hanya memakai sabun dan sampo sebagai sarana pembersih. “Kita pakai jeruk nipis, dari dulu me­mang wajib dipakai saat balimau,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat nagari Singkarak yang juga pengelola taman wisata dermaga danau Singkarak Zulkifli Dt Muncak me­nyebutkan, lokasi dermaga Danau Singkarak me­ru­pakan salah satu lokasi yang paling ramai di­kun­jungi tiap tahun jelang pe­laksanaan puasa Ramadan. “Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kun­jungan tahun ini agak me­nurun,” kata Zul.

Kurangnya minat ma­sya­rakat untuk mandi bali­mau di danau Singkarak kali ini kata Zul, dipicu oleh kondisi air danau yang ku­rang bersih dan banyak sampah plastik, yang ha­nyut terbawa ketika banjir Batang Lembang beberapa waktu lalu. Selain itu, kon­disi debit air danau yang relatif  tinggi dari biasanya membuat war­ga sedikit was-was untuk mandi di danau. “Biasanya di sepanjang te­pian danau ini banyak di­manfaatkan warga untuk mandi balimau, na­mun se­karang mereka hanya sing­gah sebentar, sekedar untuk menikmati pe­man­dangan. Dan hanya di der­maga ini yang kondisinya masih nya­man bagi pe­ngun­jung,” ung­kapnya.

Menurutnya, tingginya kunjungan ke lokasi itu, jelas memberikan berkah ter­sendiri terhadap eko­nomi warga di daerah itu. Karena biasanya pe­ngun­jung yang datang, tak ha­nya sekedar pergi mandi dan balimau, na­mun juga me­nikmati ber­bagai jajanan yang dijual warga di sekitar lokasi Der­maga Singkarak itu.

Untuk mengantisipasi terjadinya musibah ketika ketika pelaksanaan balimau ini, pihak Pemkab Solok sendiri sebelumnya telah memberikan himbauan ke­pada warga  agar waspada dalam melaksanakan tradisi Balimau, di lokasi yang dianggap rawan terjadinya kecelakaan. Pemkab So­lok  bahkan mensiagakan puluhan personil aparat yang disebar di beberapa lokasi wisata di daerah itu. “Ada puluhan aparat yang kita siagakan, mereka tersebar di perairan di danau dan di darat. Kita juga bersinergi dengan SKPD lain seperti BPBD, Satpol PP, Dinkes, Aparat kepolisian dan warga di lokasi wisata,” ungkap Kadishub Kominfo kab. Solok Drs. Deddi Permana. (h/ndi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]