Empat Mucikari Ditahan, Satu Mucikari Diversi


Rabu, 17 Juni 2015 - 18:32:39 WIB

“Tersangka AB tidak kita tahan, karena sudah ada dari pihak ter­sangka menjamin. Untuk sementara akan dilakukan diversi dulu,” kata Wisnu.

Diversi tersebut, kata Wisnu, merupakan pencegahan anak di bawah umur yang berhadapan de­ngan hukum. Jadi, untuk pelaku kejahatan anak di bawah umur, para penegak hukum harus memberikan diversi, itu sudah sesuai dengan undang-undang yang telah berlaku.

“Untuk sementara waktu, proses penyidikan terhadap pelaku anak di bawah umur akan diversi. Sementara mucikari lain terus diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Seperti berita sebelumnya, Ke­po­lisian Resor Kota (Polresta) Padang berhasil menangkap lima mucikari atau germo dengan sem­bilan orang ‘anak galeh’ mereka, selama tujuh hari digelar operasi Pekat Singgalang 2015.

Tim Reskrim Polresta Padang awalnya menangkap seorang germo berinisial BA (42) plus dua ABG yang hendak “dijual” ke seorang pelanggan ke sebuah hotel di Padang berinisial FA (17) dan APS (17), Kamis (11/6).

Dalam operasi selanjutnya, polisi menangkap seorang lagi seorang germo dengan dua anak asuhnya di salah satu penginapan di Kota Padang, Jumat (12/6) sekitar pukul 20.30 WIB. Penangkapan ini ber­beda, karena seorang germo be­ri­nisial NML (25) masih berstatus maha­siswi, sementara dua anak asuhnya berinisial DR (20) dan TL (17).

Penangkapan terbesar terjadi pada hari Senin (15/6). Tim ga­bungan Polresta Padang kembali menangkap tiga germo dengan lima anak asuhnya. Seluruhnya ditangkap di dua hotel yang berbeda di Padang saat bertransaksi dengan calon pembeli.

Tiga germo tersebut, salah satu­nya merupakan sepasang kekasih berinisial AB (16) pelajar salah satu SLTA swasta di Kota Padang dan kekasihnya RA (19), sementara seorang lagi berinisial DTT (23) merupakan mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Padang. Kini ketiga mucikari tersebut telah di­aman­kan di Mapolresta Padang untuk proses lebih lanjut.

Sementara kelima anak asuh germo tersebut masing-masing berinisial IJ (20), KN (19), WP (18), DD (23) dan FD (24). Dalam kasus tersebut, mereka dijadikan saksi dalam perkara yang diduga dilanggar pelaku. (h/nas)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]