Kemandirian Presiden Jokowi Dinilai Luar Biasa


Rabu, 17 Juni 2015 - 18:36:08 WIB

“Sebetulnya, banyak ke­pu­tusan Pak Jokowi itu menunjukkan otonominya yang luar biasa. Misalnya saja keluarnya Perpres Pe­netapan dan Penyimpangan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting. Itu kan demi pengendalian stok pangan dan harga. Beliau sadar, dengan itu dia tentu akan berhadapan dengan mafia. Tapi tetap dilakukan. Keputusan itu sangat luar biasa,” jelas Qodari.

Dia melanjutkan, pada prinsipnya, Jokowi selalu berusaha menunjukkan ke­man­diriannya dalam me­lak­sanakan tugas sebagai se­orang presiden. Apalagi, sejak masa kampanye pil­pres, dia selalu dikait-kait­kan sebagai boneka orang lain.

Hal itu terbukti dengan keputusan Jokowi yang mengangkat KSAD Jen­deral Gatot Nurmantyo sebagai calon Panglima TNI, walau tekanan sangat kuat agar calonnya adalah dari TNI AU. Begitupun dengan pencalonan Suti­yoso sebagai Kepala BIN di tengah berbagai nama calon kuat lainnya.

Kalaupun ada ham­bat­an, menurut Qodari, itu adalah akibat kondisi riil Jokowi yang bukan seorang ketua umum partai politik. Tentu saja Jokowi mem­butuhkan waktu lebih ban­yak untuk memastikan ko­mu­nikasi kebijakannya de­ngan publik dan parpol pen­dukungnya berjalan lancar.

“Dalam konteks itu, bisa kita katakan Jokowi selalu berusaha mandiri, walau tak bisa sepenuhnya. Namun itu masih wajar karena dia memilih tak lari dari akarnya sebagai kader PDIP,” jelas Qodari.

“Jadi itu sebabnya Pak Jokowi akan selalu mencari dukungan dari publik dan kelompok lain-lain. Tapi dia selalu berusaha dan berhasil melewati demi menjalankan presidensiil yang Kons­ti­tusio­nal,” tambah dia.

Heri Budianto dari Pol­lcom Institute me­nam­bah­kan, Jokowi secara jelas telah menunjukkan upaya­nya me­­­­n­­jawab keraguan publik atas setiap upaya men­yetir­nya sebagai presiden.

“Itu sudah dijawab se­cara perlahan oleh Pre­siden. Ada banyak contoh­nya,” kata Heri.

Menurut dia, Jokowi sangat pintar dalam men­jaga kemandiriannya se­bagai presiden, dengan se­lalu be­rusaha men­yeim­bang­kan keinginan publik luas de­ngan aspirasi para parpol serta relawan pendukung.

“Publik itu hanya ingin pemerintahan baik, bisa menempatkan orang ka­pa­bel. Dalam artian, publik ingin presiden membuat kebijakan yang m­eringan­kan beban masyarakat. Itu yang harus dijalankan,” kata dia.

Dia melanjutkan, Pub­lik luas juga harus me­ma­hami, bahwa presiden ma­na­pun di dunia ini, tak bisa serta merta meninggalkan parpol, yang sebenarnya juga kumpulan masyarakat yang harus didengarkan seorang presiden.

“Publik juga harus pa­ham itu. Maka, misalnya sepanjang orang-orang yang dipilih presiden itu kom­peten, mari kita dukung bersama-sama, agar niat kita membangun bangsa bisa berjalan baik,” tukas dia.

Pada kesempatan itu, Heri hanya mengingatkan agar para pembantu pre­siden bisa bekerja lebih baik dan sedikit lebih me­ringan­kan beban kerja sang pre­siden. Khususnya dalam mem­per­kuat proses ko­muni­kasi ke­bij­akan publik pemerintah sehingga tak dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tak menyukainya. (h/inl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]