Pemeras Anggota DPR Dibekuk Polisi


Rabu, 17 Juni 2015 - 18:37:47 WIB

Lucky mengakui kedua­nya merupakan teman la­ma­nya yang sering mem­bantunya saat mencalokan diri sebagai Wakil Walikota Bekasi pada tahun 2012 silam. Selama itu, menurut Lucky, keduanya sering meminta uang terhadapnya.

“Sering minta uang, dari yang mulai kecil-kecil. Ke­bai­kan saya disalah artikan oleh mereka. Ini bertahun-tahun terjadi pemerasan terhadap saya,” ucapnya.

Karena sering meminta uang, Lucky pun akhirnya gerah. Terlebih, uang yang diminta keduanya tidak lagi dalam jumlah yang se­di­kit. ”Lama-lama mintanya semakin banyak, sampai ancam-ancam saya ‘saya bongkar ke media kalau tidak kasih uang’. Bicara saya penggelapan pajak apa­lah dan minta duit lebih konkrit,” bebernya.

Tidak hanya itu, kata dia, semenjak dirinya ter­pilih sebagai anggota DPR, keduanya bahkan meminta posisi sebagai stafnya. ”Dan ini sudah mulai meng­gang­gu saya,” ujarnya.

Lucky pun akhirnya meng­­­konsultasikan hal ini kepada pengacaranya, Yules Kelo. Merasa tidak seperti yang dituduhkan oleh ke­duanya, akhirnya ia pun mem­beranikan diri mela­porkan keduanya ke aparat polisi.

”Saya rasa kader seperti inilah yang mau merusak partai. Kenapa saya lapor­kan karena saya merasa tidak ada yang perlu saya tutupi. Silakan mereka kata­kan semuanya di hadapan penyidik,” tutupnya.

Soal Ijazah Palsu

Dari keterangan pelaku di hadapan petugas pe­nyidik, mereka mengaku melakukan pemerasan ter­hadap Lucky dengan anca­man akan mem­bongkar ra­ha­sia korban, di antaranya ijazah palsu.

“Korban diancam akan dibeberkan rahasia, salah satunya soal pemalsuan ijazah, pajak dan perceraian korban,” kata Direktur Res­krimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapol­da Metro Jaya, Ja­karta, Rabu (17/6).

Dua pelaku, Ruslan Sire­gar (44) dan Aprijal (35) ditangkap setelah kor­ban dan polisi meman­cing­nya di se­buah restoran di sebuah mal kawasan Sena­yan, Jakarta Pusat. “Tadi kita pancing kemudian ke­dua pelaku ber­hasil kita tangkap berikut barang buk­tinya,” imbuhnya.

Kedua pelaku kemu­dian digiring ke Markas Polda Metro Jaya dengan penga­walan ketat Unit I Subdit Jatanras Ditres­kri­mum Pol­da Metro Jaya pim­pinan Kompol Buddy Towoliu. Dari dua pelaku, polisi me­nyita uang tunai senilai 2 ribu USD dan Rp 10 juta. (h/ant)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]