Tersenyum Menyambut Ramadan


Rabu, 17 Juni 2015 - 18:38:53 WIB
Tersenyum Menyambut Ramadan

Allah SWT menjajikan pahala berlipat-lipat ganda bagi mereka yang mengisi Bulan Ramadan dengan amalan-amalan saleh.  Sang Khalik juga membukakan pintu taubat selebar-lebarnya bagi mereka yang bertaubat di mo­mentum Bulan Ramadan. Allah SWT juga menurunkan rahmat dan nikmat besar bagi mereka yang bersyukur, sabar dan menafkahkan hartanya di jalan Allah.

Baca Juga : Hasil Survei LSI: 49 Persen Korupsi PNS Terjadi karena Kurang Pengawasan

Namun tidak semua orang Islam yang menyambut bulan suci Ramadan dengan gembira. Ada juga yang merasa terbebani dengan kedatangan Bulan Ramadan. Tentu saja mereka adalah orang-orang yang memang selama ini enggan untuk beriman dan beramal di Jalan Allah SWT. Orang-orang tersebut berpikir, Bulan Ramadan akan menghambat aktifitas mereka.

Di sisi lain ada juga umat Islam yang menyambut Bulan Ramadan dengan cara yang berlebih-lebihan. Pada siang hari mereka berpuasa laksana kelelawar. Aktivitas mereka hanya tidur-tidur  saja dari pagi hingga datangnya waktu berbuka. Aktifitas sehari-hari di luar Bulan Ramadan nyaris mereka tinggalkan seluruhnya. Lalu ketika datang waktu berbuka mereka juga makan dan minum secara berlebih-lebihan. Sudah ada kolak, adalagi bubur, agar-agar, roti, lopis dan lain sebagainya. Sebelum datang waktu berbuka, semua makanan itu serasa habis sekejap. Tapi saat waktu datang berbuka, ternyata orang itu tak sanggu menghabiskan semuanya, sehingga banyak makanan yang tersisa. Tentu hal tersebut sangat mubazir. Sedangkan Allah SWT, sangat membenci sifat-sifat mubazir.

Baca Juga : Berikan Teladan kepada Masyarakat, Jubir Pastikan Jokowi-Ma'ruf Beserta Seluruh Menteri Tak Akan Mudik

Marilah menjalani Bulan Ramadan dengan ke­sederhanaan. Tidak berlebih-lebihan. Silakan berbuka dengan tajil. Tapi cukup dengan tajil atau makanan dan minuman yang sederhana saja. Karena kalau makan dan minum terlalu banyak, yang bersangkutan juga tak sanggup lagi menjalankan ibadah salat tarawih, tadarus atau pun salat tahjud, karena mengantuk dan tertidur, karena merasa kekenyangan.

Puasa juga mendidik Umat Islam untuk hidup disiplin. Meskipun pada dinihari adalah saat-saat yang enak untuk tidur nyenyak, tapi karena ada jadwal makan sahur, orang-orang yang beriman sama sekali tidak merasa  terganggu dengan agenda tersebut. Umat Islam pun senantiasa menjaga disiplin selama Bulan Ramadhan.  Melihat banyaknya keutamaan dan keistimewaan Ramadan, maka sudah sepatutnya pula kita menjadikan bulan Ramadan ini sebagai momentum untuk bangkit dan meningkatkan kualitas keimanan, sekaligus kuantitas dan kualitas ibadah.

Baca Juga : Usai Badai Seroja, Muncul Danau Baru di Kota Kupang

Terkait dengan aktivitas dan kinerja, jangan jadikan ibadah puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan atau menjadi alasan turunnya produktivitas kerja. Tapi justru sebaliknya, semangat, kreativitas dan inovasi  dalam bulan Ramadan mesti bertambah atau ditingkatkan. Karena kita akan bisa lebih fokus bepikir dan bekerja tanpa diganggu atau digoda oleh agenda makan siang, merokok, jajanan dan sebagainya. Untuk memperolehnya, tentu sebaiknya makan sahur. Marilah kita mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya Bulan Ramadan 1435 H. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]