Pedagang Daging ‘Turun Panggung’


Kamis, 18 Juni 2015 - 18:35:53 WIB
Pedagang Daging ‘Turun Panggung’

Padahal los daging yang dibangun di pinggir sungai Batang Lembang cukup megah dan permanen. Na­mun sejak Kamis (11/6) lalu, hampir semua peda­gang daging mendirikan lapak-lapak di kawasan parkir dekat pinggir jalan.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Covid-19 Saat Lebaran, Nagari Sinuruik Pasaman Barat Dirikan Posko dan PPKM Mikro

Keterangan yang di­him­pun Haluan di lokasi los daging, Selasa (16/6), turun panggungnya pedagang da­ging dari los daging yang selama ini ditempati karena takut kehilangan kon­su­men, soalnya ada pedagang daging yang berjualan di bagian depan areal parkir. Otomatis, pembeli tidak lagi naik ke lantai II dan cukup belanja di areal par­kir itu.

Takut omset pedagang menurun apalagi masuknya bulan suci Ramadan di mana masyarakat banyak memburu daging, pedagang itu ramai-ramai turun ke areal parkir berjualan de­ngan mendirikan lapal-lapak secara darurat. La­pak-lapak dibuat semi per­manen dengan kayu ukuran 4x6 dan atap dari terpal.

Baca Juga : Cuaca Objek Wisata Sumbar Dilanda Hujan hingga Malam

Sejak didrikan lapal-lapak secara darurat, tidak satupun aparatur penegak Peraturan daerah (Perda) maupun petugas kantor pengelola pasar yang meng­halanginya. Kepala Kantor Pengelola Pasar sepertinya tidak mengetahui kurenah pedagang daging itu apalagi memakai areal parkir ken­daraan roda dua.

Diperkosanya areal par­kir membuat kawasan par­kir di los daging itu me­nyem­pit bahkan sudah melebar ke badan jalan di pinggir sungai Batang Lem­bang itu.

Tidak ada petugas yang bisa menghentikan pe­da­gang daging berjualan yang bukan pada tempatnya, bahkan untuk akses jalan ke lantai  dasar yang meru­pakan tempat berjualan ikan basah tertutup.

“Saya heran kenapa Ke­pala Kantor Pengelola Pa­sar maupun Pemda Kota Solok membiarkan kondisi pasar kacau balau, tidak ada penertiban sama sekali, padahal lahan berjualan untuk pedagang sudah ditentukan,” ujar Kasmir, seorang pedagang di pasar Solok pada Haluan, Selasa (16/6). Sepertinya pasar Solok tak bertuan saja, padahal Pemda Kota Solok punya Satuan Polisi Pamong Praja dan Satpam yang bisa mengatur dan menegakkan peraturan.

Kepala Bagian Humas Pemda Kota Solok Heppy Dharmawan yang dihu­bu­ngi Haluan sangat terkejut dengan turun panggungnya pedagang daging ke areal parkir. Heppy langsung berkomunikasi dengan ke­pala kantor pengelola pasar. Masalah tersebut segera disikapi dengaan mener­tibkan pedagang itu dan berjualan pada tempat yang sudah ditentukan.

Sementara itu anggota DPRD Kota Solok Nasril In dan Afdhal Yandi malah lebih pedas lagi ucapannya. Kata mereka, untuk men­jabat kepala kantor penge­lola pasar hendaklah yang” jantan” alias laki-laki agar tidak diken­dalikan p­eda­gang. (h/alf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]