Tradisi Balimau Makin Ditinggalkan


Kamis, 18 Juni 2015 - 18:41:16 WIB
Tradisi Balimau Makin Ditinggalkan

Prosesi balimau ber­sama di sungai lebih ba­nyak mudharat dari pada mam­faatnya antara lain, hanyut di sungai, terjadinya kena­kalan remaja, dan ti­dak tertutup kemungkinan ter­ja­dinya  pelecahan sek­sual, perbuatan asusila, apalagi mereka yang datang ke kawasan daerah Balimau berasal dari luar daerah artinya, mereka berangkat dari rumah pagi, kemudian pulangnya malam hari dan tidak tertutup kemung­kinan kegiatan negatif bisa saja terjadi,ulasnya

Baca Juga : Gubernur Sumbar Sebut Tanaman Serai Wangi Bisa Untungkan Petani

Selama ini daerah kabu­paten Pesisir Selatan men­jadi tujuan balimau bagi  masyarakat luar daerah, seperti, Bukittinggi, Solok, Padang Panjang, Paya­kum­buh dan Pariaman, seti­daknya 2 hari  menjelang  bulan Ramadan daerah jem­­batan akar, air terjun  Bayang sani  padat peng­unjung oleh berbagai la­pisan masyarakat bahkan mencapai puluhan ribu orang, namun tahun 2015 ini jauh beda dari biasanya  pengunjung asal luar daerah  maupun lokal terkesan sepi.

Ketua DPRD Pessel Martawijaya Dt Rajo Ba­gampo menga­takan,­kegia­tan balimau  bersama di sungai  salah satu  perbuatan yang bertetangan dengan adat dan budaya minang kabau, apalagi mandi ber­sama  de­ngan tujuan men­sucikan diri dicemari de­ngan kegia­tan negatif, kon­disi ini  bisa mengurangi norma- norma adat, budaya   dan agama, seharusnya ke­giatan  ini tidak perlu ter­jadi, masya­rakat bisa men­sucikan diri dirumah, ke­mudian berniat akan men­jalankan ibadah puasa di bulan ramadan.

Baca Juga : SE Pemprov Sumbar tentang Salat Tarawih: Berwudu di Rumah Masing-masing, Jangan Bersalaman

Dengan semakin ber­kurangnya minat masya­rakat mendatangi sungai untuk berlimau berarti, masyarakat kini sudah mu­lai menyadari, apalagi tra­disi tersebut  tidak ada diajarkan dalam adat dan budaya orang minang dan bertentangan dengan ajaran agama islam, pihaknya ber­harap  agar balimau di­sungai tidak perlu lagi dila­kukan, apalagi banyak rugi dari pada untungnya, kata Martawijaya Dt Rajo Bagampo

Sudah seharusnya se­tiap masyarakat  dapat menjun­jung tinggi nilai  adat, budaya  dan norma agama, ke­mu­dian setiap kita akan dapat sebagai contoh bagi ge­nerasi muda  dengan tidak lagi mem­budayakan mandi balimau bersama di sungai,  maka setiap masyarakat tentu akan bertanggung jawab menjaga lingkungan terhin­dar dari perbuatan  yang mungkin menyesatkan dan merugikan (h/mjn)

Baca Juga : Waspada Potensi Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di Samudera Hindia Barat Mentawai

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]