Kolombia Raih Kemenangan Langka


Kamis, 18 Juni 2015 - 18:54:56 WIB
Kolombia Raih Kemenangan Langka

Kemenangan atas Brasil tergolong hal yang langka untuk Kolombia. Dari 29 kali pertemuan di semua kompetisi, termasuk per­tandingan terakhir di Copa America, ini adalah ke­menangan ketiga yang di­catatkan Kolombia.Brasil memang dominan atas Ko­lom­bia. Selecao men­ca­tatkan 18 kemenangan dan delapan hasil imbang se­belum akhirnya kalah di pertandingan pagi tadi.

Baca Juga : El Real Gagal Menyalip Atletico Madrid

Jarak antara ke­me­na­ngan kedua dan ketiga Ko­lombia atas Brasil pun cukup lama. Sebelumnya, kali terakhir Kolombia mengalahkan Brasil terjadi 24 tahun lalu. Mereka mencatatkan kemenangan 2-0 atas Brasil, juga di ajang Copa America.

Sementara itu, ke­me­nangan pertama atas Brasil diraih Kolombia di tahun 1985. Kolombia menang 1-0 dalam sebuah pertan­dingan persahabatan. Ke­menangan tersebut didapat Kolombia di pertemuan ke-11 di antara kedua tim.

Baca Juga : AC Milan Bungkam Juventus 3-0, Bianconeri Tergelincir dari 4 Besar

Pelatih tim nasional Bra­sil Dunga menyoroti kinerja wasit yang me­mim­pin laga Selecao me­lawan Kolombia. Keri­butan di akhir laga juga disebut ada hubungannya dengan ki­nerja Enrique Osses. Kala pertandingan selesai, Ney­mar masih menendang bola hingga akhirnya mengenai punggung Pablo Armero. Akibatnya, Osses mencabut kartu kuning kedua untuk Neymar.

Dalam keributan itu, Neymar bukan satu-satunya pemain yang diganjar kartu merah. Pemain Los Cafe­teros Carlos Bacca juga diacungi kartu merah. Dunga mengamati bahwa keputusan Osses yang merugikan tim asal Brasil ini bukan untuk pertama kalinya.

“Tak pernah baik saat kita membicarakan wasit saat laga berakhir. Saya berpikir jika Anda melihat apa yang terjadi, termasuk saat akhir laga, maka Anda harus menyimpulkan itu, maka itu ada hubungannya dengan wasit. Ada masalah yang mirip di laga Co­rinthians, saat wasit yang sama bertugas. Itu lebih dari satu kebetulan,” kata Dunga di Reuters.

Pelatih Kolombia Jose Pekerman menepis kelu­han Brasil dan menegaskan bahwa timnya layak keluar sebagai pemenang. “Secara umum, saya tidak mem­biarakan para wasit. Ter­kadang kami harus kalah dan kami tidak pernah mem­bicarakan soal wasit,” ucap Pekerman yang di­lansir FourFourTwo.

“Kebalikannya, saya mengukur pada pertan­dingan saat Kolombia kalah (dari Brasil) di Piala Dunia di mana ketika ada perdebatan lebih sengit tentang sejumlah ke­salahan, yang mungkin merugikan Kolombia. Saya biasanya tidak membicarakan wasit. Saya pikir jawabannya ada apa yang dihasilkan tim. Dan hari ini saya melihat Kolombia sangat superior di babak pertama dan di babak kedua kami lebih seimbang,” lanjut Pekerman.

“Brasil memang sedikit lebih baik di babak kedua tapi Kolombia juga me­miliki banyak peluang ber­sih di babak kedua bah­kan ketika kami memiliki pe­nguasaan bola yang lebih sedikit,”sambungnya. (h/mg-san)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]