Selamatkan Olahraga Indonesia


Kamis, 18 Juni 2015 - 19:13:49 WIB
Selamatkan Olahraga Indonesia

Oleh karenanya ia tetap mengapresiasi meski ke depannya akan ada evaluasi besar-besaran di seluruh cabang olahraga. Tak hanya evaluasi untuk PB dan PP cabor tapi juga KONI, KOI, dan Satlak Prima.

Baca Juga : Elektabilitas Capres Oposisi, Gatot & Rocky Gerung Tertinggi

Dia atas atas nama pemerintah RI mengucapkan ribuan terimakasih untuk para atlet, ofisial, dan pelatih di SEA Games. Ini capaian yang maksimal menurutnya, atas proses begitu panjang, sampai kemudian pada posisi kelima. Dia juga meyakini atlet sudah berjuang maksimal. Tentu ini jadi evaluasi agar capaian itu bisa lebih baik lagi di SEA Games 2017 Malaysia.

Sebagimana diketahui, pesta olah raga se-Asia Tenggara secara resmi ditutup tadi malam di Nasional Stadium Singapura. Penutupan dimeriahkan dengan berbagai atraksi.  Selanjutnya tuan rumah pesta olah raga dua tahunan tersebut adalah Malaysia pada tahun 2017. Pada SEA Games kali ini Indonesia hanya mampu berada pada peringkat kelima dengan perolehan medali  emas sebanyak 47, medali perak 61 dan perunggu 74 keping. Sedangkan juara umum diraih oleh Thailand dengan perolehan medali 95 emas, 83 perak dan 69 perunggu.

Baca Juga : THR Pekerja Wajib Dibayar H-7 Lebaran

Pada hari terakhir kemarin, Indonesia me­nem­patkan wakilnya di empat partai final. Yaitu satu di cabang polo air yang berhadapan dengan Singapura, Indonesia kalah dengan skor 10-15. Sedangkan di cabang bulutangkis Indonesia menempatkan empat wakilnya. Pada nomor ganda campuran nemapilkan all Indonesia final yaitu Karandasuwardi/Angga Pratama melawan Marcus Gideon/Kevin Sukamuljo yang dimenangkan oleh Karandasuwardi/Angga Pratama.

Tunggal putri Indonesia, Hanna Ramadini, harus puas dengan medali perak. Hanna kalah dari Busanan Ongbumrungpan dari Thailand di babak final dengan skor 21-17, 21-12. Praveen Jordan/Debby Susanto sukses merebut medali emas sektor ganda campuran cabang bulutangkis nomor perorangan SEA Games 2015. Praveen/Debby jadi juara usai berduel ketat tiga gim melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Baca Juga : Tertarik Beasiswa LPDP, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Dalam pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Selasa (16/6), Praveen/Debby harus kehilangan gim pertama lebih dulu. Namun mereka merebut dua gim berikutnya dan akhirnya menang atas pasangan Malaysia itu dengan skor 18-21, 21-13, 25-23.

Di gim pertama, Praveen/Debby tertinggal cukup jauh di gim pertama. Memasuki interval, mereka ketinggalan enam poin di kedudukan 5-11. Praveen/Debby tak mampu mengejar ketertinggalan dan kehilangan gim pertama 18-21.

Baca Juga : Aa Umbara Tersangka, Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Plt Bupati

Namun permainan Praveen/Debby membaik di gim kedua. Mereka melaju meninggalkan Chan/Goh 9-3 dan memimpin 11-3 saat interval. Keunggulan tersebut mampu dijaga Praveen/Debby untuk merebut gim kedua 21-13 dan memaksakan rubber game.

Pertarungan ketat tersaji di gim ketiga. Sempat unggul 7-4, Praveen/Debby kemudian tersusul menjadi 7-7. Mereka memasuki interval dengan keunggulan tipis 11-10. Usai interval, kedua pasangan masih terlibat pertarungan ketat. Sempat memimpin 17-13, Praveen/Debby kembali terkejar dan ke­dudukan menjadi imbang 17-17.

Praveen/Debby sempat meraih match point lebih dulu di kedudukan 20-19. Tapi Chan/Goh mampu menyamakan angka dan memaksakan deuce. Chan/Goh bahkan sempat tiga kali meraih match point hingga memimpin di kedudukan 23-22. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]