MUI: Kemunduran Moral Generasi Hari Ini


Kamis, 18 Juni 2015 - 19:29:11 WIB
MUI: Kemunduran Moral Generasi Hari Ini

Ketua MUI Sumbar, Samsyul Bahri Chatib me­lihat, tertangkapnya empat germo dan tujuh perem­puan panggilan yang masih belia itu adalah bentuk kemunduran moral gene­rasi hari ini. “Ini barangkali seperti fenomena gunung es. Yang tertangkap itu ha­nya sebagian kecil. Mung­kin banyak lagi yang seperti itu,” ujarnya saat dihubu­ngi Haluan, Kamis (18/6).

Baca Juga : Di Tengah Guyuran Hujan, Wako Hendri Septa Jemput Keluarga Penerima Bedah Rumah

Selain itu, ia melihat, ada pihak yang lebih besar yang berada di belakang para germo dan perempuan panggilan itu, yang membuat mereka nekad berbuat amoral seperti itu. Me­nurutnya, keluarga perlu menga­wasi anak-anak, baik pergaulan mau pun perilakunya sehari-hari.

Ia juga mengingatkan gene­rasi muda untuk berhati-hati memilih teman. Agama me­wanti-wanti orang untuk berte­man, yakni dengan perum­pamaan berteman dengan penjual mi­nyak wangi, seseorang akan ikut berbau harum. Sedangkan jika berteman dengan pandai besi, akan terkena percikan api. Faktor pertemanan itu, kata Syamsul, juga berhubungan dengan tempat pergaulan. Tempat maksiat mem­buka peluang untuk menda­patkan teman yang tidak baik.

Baca Juga : Hendri Septa: Masyarakat Langgar Prokes Akan Ditindak Tegas

Ia mengimbau pengusaha tempat hiburan untuk ikut memi­kirkan dampak negatif dari tempat usaha mereka. “Pengu­saha tempat hiburan jangan me­mi­kirkan keuntungan saja, tapi pikirkan juga dampak buruknya terhadap generasi muda. Bayang­kan kalau anak-anak yang punya tempat hiburan itu ditangkap polisi karena terlibat praktik maksiat,” tuturnya.

Ia menambahkan, tempat-tempat hiburan perlu disterilkan dari praktik maksiat. Pihak-pihak terkait yang berwenang atas itu, harus melakukannya secara berkala. Kemudian, pihak berwenang juga disarankan meng­hukum germo seberat-beratnya karena perbuatannya merusak kehormatan orang.

Pada puasa pertama yang bertepatan dengan hari libur mahasiswa disetiap universitas di Kota Padang, tampak jalanan lengang dan aktivitas sepi dari hari biasanya. Untuk itu, sangat rawan sekali tindak kriminal terjadi. Seperti di tempat-tempat yang selalu diintai oleh pelaku kriminal, misalnya saja, kos-kosan, perumahan dan toko-toko yang sedang tutup.

Sementara itu, Kapolresta Padang Kombes Pol Wisnu Andayana mengimbau supaya masyarakat Kota Padang yang masih berada di Padang agar tetap waspada. Selain pihak kepolisian telah terjunkan ang­gota untuk berjaga-jaga dan patrolo, diminta juga kewaspa­daan masyarakat sekitar supaya saling bersinergi untuk menga­mankan.

Melalui Kapolsek Padang Utara Kompol Yulinasril, Kamis (18/6) dikatakannya, petugas kepolisian sudah melakukan patroli di setiap kawasan, mulai dari daerah paling rawan tindak kriminal sampai berpatroli di sekitar kos-kosan yang saat ini sunyi dan lengang karena sedang libur.

“Baik itu sedang libur atau­pun tidak, kita terus berpatroli untuk berjaga-jaga dari situasi yang mencurigakan. Kemudian tim babinsa juga telah aktif dalam pengamanan ini,” ujarnya.

Dikatakan Yuli bahwa hari biasa saja polisi terus berpatroli, apalagi sedang suasana men­cekam di khawasan kos-kosan, akan ditambah personil untuk me­ngamankan. “Kita tetap me­ngim­bau supaya masyarakat sekitar bisa lebih waspada. Ke­mu­dian, bagi yang akan mening­galkan rumah agar memper­hatikan barang ber­harga yang akan ditinggalkan,” tutupnya. (h/mg-win/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]