Bakal Ada Tersangka Baru


Kamis, 18 Juni 2015 - 19:29:55 WIB

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Padang, Alamsyah membenarkan bahwa hingga saat ini tim penyidik Kejari Padang masih terus berupaya untuk mencari bukti-bukti dan saksi baru sebagai tambahan. “Untuk saat ini memang baru satu nama yang telah dikantongi sebagai tersangka dalam kasus ini. Tidak tertutup kemungkinan jumlah ter­sangkanya akan bertambah,” ujar Alamsyah, Kamis (18/6).

Selain itu, Kasi Pidsus Kejari Padang ini juga menyebutkan, kalau saat ini, pihak BPKP juga masih melakukan penghitungan kerugian yang ditimbulkan. Tim penyidik Kejari Padang sendiri, sebelumnya juga telah melakukan penyegelan terhadap Alat Kesehatan (Alkes) yang diduga ber­masalah. Alat tersebut adalah se­perangkat alat pencuci darah di RSUD dr Rasyidin.

Setelah melewati proses peng­hitungan yang panjang, Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang akhirnya memastikan kerugian negara di atas Rp2 miliar. Pelanggaran dite­mui pada pembelian sekitar seratus item alat kesehatan. “Untuk memastikan berapa kerugiannya, masih dilakukan penghitungan BPKP,” sebutnya.

Alamsyah menjelaskan, RSUD dr Rasyidin itu mela­kukan pengadaan lebih dari seratus item alat kesehatan. Dari masing-masing item, terdapat pula beberapa unit alat. Harga masing-masing alat juga bera­gam. Akumulasi dari seluruh harga tersebut, dipastikan terda­pat kerugian negara di atas Rp2 miliar. “Jelas ada mark up dalam pengadaan ini,” kata Alamsyah kepada Haluan.

Dalam kasus pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) RSUD dr Rasidin ini, baru Direktur Ut­ama RSUD dr Rasidin, Padang berinisial HS yang ditetapkan sebagai tersangka. Kemungkinan masih akan ada nama tersangka lainnya yang akan ditetapkan. Tapi kita belum bisa menye­butkan namanya sekarang. Kita tunggu saja waktunya. Yang jelas tersangka tidak sendiri,” kata Alamsyah kepada Haluan.

Tidak hanya itu, Kasi Pidsus Kejari Padang yang dikenal cukup dekat dengan awak media ini menyebutkan, jika tidak ada halangan, dalam waktu dekat, tim penyidik segera memanggil beberapa orang saksi lainnya untuk dimintai keterangan.

Sebagaimana diketahui, ka­sus dugaan kasus korupsi di RSUD dr Rasyidin ini berawal dari laporan masyarakat. Lapo­ran diterima pada awal 2014. Dalam laporan itu disebutkan, jika diduga telah terjadi pe­nyelewengan dana pengadaan Alkes yang diperuntukkan bagi rumah sakit tersebut pada 2012.

Dana untuk pengadaan bera­sal dari Kementerian Kesehatan RI, dengan anggaran sebesar Rp65 miliar. Sedangkan Dirut RSUD, saat diwawancarai usai diperiksa di Kejari Padang pada 16 April 2014 lalu mengklaim tidak ada yang salah dalam pendistribusian tersebut. “Dana itu untuk penga­daan Alkes di RSUD, tapi setahu saya pendistribusian dana itu telah sesuai dengan alokasi penga­daan,” kata HS saat itu. (h/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]