Jalan Alternatif Gelap dan Berlubang


Kamis, 18 Juni 2015 - 19:36:02 WIB

Menurut Suprapto melalui pesan sing­katnya, untuk jalan alternative pada lebaran nanti, masih sama dengan ruas jalan yang ditetapkan sebagai jalan alternatif pada Idul Fitri tahun lalu. Suprapto juga memastikan, kondisi jalur alternatif ini dalam keadaan baik dan siap tempuh.

“Sejauh ini jalur alternatif ini baik dan siap dilalui, kalau pun ada yang akan diperbaiki, akan kita tuntaskan menjelang musim mudik lebaran nanti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhu­bungan Komunikasi dan Informasi (Ka­dishub Kominfo) Amran yang ditemui di ruang kerjanya di jalan Raden Saleh, kemarin mengakui, lampu jalan Sicincin – Malalak yang hilang dicuri beberapa waktu lalu, belum terganti pada tahun ini. Hal ini disebabkan Dishubkominfo Sumbar tidak menganggarkan untuk lampu jalan pada APBD Sumbar 2015 di ruas ini. Akibatnya, bagi warga yang akan melewati jalan alter­natif ini masih akan bergelap-gelap.

“Kita belum menganggarkan untuk ini, karena masih ada kekuatiran akan hilang lagi,”  terangnya. Lampu jalan yang jumlahnya ratusan kata Amran, hanya ber­sisa 40 persen saja saat ini. Diperkirakan lampu jalan yang sudah hilang sebanyak 104 buah. “Setelah pengecekan ke sana hanya tinggal beberapa saja. Kita sangat sesalkan hal ini, mengi­ngat lampu jalan ini sangat dibutuhkan warga sekitar dan juga bagi warga yang akan mele­wati jalan ini,”  imbuhnya.

Dilanjutkan Amran, selain lampu jalan Sicincin – Malalak, lampu jalan yang ada di beberapa jalan lainnya juga rawan dengan pencurian seperti halnya di daerah Sitinjau.

“Kita meminta agar semua pihak terutama dinas terkait di kabupaten/kota untuk inten melakukan pengawasan. Kepada pihak kepolisian bisa segera mengungkap pencurian ini,” mintanya.

Soal kondisi jalan, diakuinya sudah layak untuk ditempuh. Namun, ia tak habis pikir kenapa pengguna jalan Padang-Paya­kumbuh atau sebaliknya, terma­suk Padang-Bukittinggi, belum menjadikan ruas ini sebagai pilihan. Karenanya, ia berharap, mu­lai Ramadan hingga lebaran tahun ini, minat masyarakat untuk melewati Malalak mulai naik. Terutama untuk mengurai kemacetan pada arus mudik dan balik nantinya.

“Hal yang sangat sering kita temukan itu, banyak warga dari Padang ke Bukittinggi, Agam, Payakumbuh maupun sebalik­nya, rela menghadapi macet di jalan Padang-Bukittinggi via Padang Panjang, padahal mereka tak punya kepentingan apa-apa ke Padang Panjang. Dan di sisi lain, jalan Malalak sudah siap pakai. Itu yang kita herankan,” ungkap Amran.

Apabila dihitung dari jarak tempuh yang akan dilalui, lan­jutnya, Padang-Bukittinggi via Malalak memiliki jarak tempuh sepanjang 103 Kilometer, tak jauh berberda dibanding Padang-Bukittinggi via Padang Panjang yang sejauh 91 Kilometer.

Soal lampu jalan yang hilang tersebut, angota DPRD Sumbar menyatakan, selain peningkatan pengawasan oleh pihak terkait, masyarakat juga harus punya kesadaran untuk menjaga lam­pu-lampu jalan yang  terdapat di sepanjang Jalan Sicincin Malalak.

“Sebab  lampu-lampu jalan tersebut gunanya untuk  kepen­tingan umum juga, termasuk masyarakat sekitar lokasi yang melewati jalan tersebut  ketika malam hari. Maka dari itu, pada masyarakat marilah kita saling menjaga, jangan telah disediakan pemerintah lalu diambil,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Rafdinal kepada Ha­luan kemarin.

Seperti diberitakan Haluan edisi Kamis (18/6), satu jalan alternatif yang sering dilalui pemudik yaitu dari Koto Baru melalui Sungai Buluh-Galuang-Taluak dan keluar di By Pass Aur Kuning Bukittinggi terlihat banyak lubang menganga.

Menurut salah seorang warga Galuang, Banuhampu, jalur Su­ngai Buluh menuju jalan By Pass Aur Kuning ini memang sangat ramai dilalui pemudik pada saat menjelang Ramadan dan le­baran. “Saat menjelang Rama­dhan dan Lebaran, mulai dari pagi hingga malam hari jalanan ini ramai dilalui pemudik, sam­pai-sampai di jalan ini juga timbul kemacetan,” katanya.

Berdasarkan pantauan Ha­luan, Rabu (17/6), jalur alternatif sepanjang 5 km ini kurang nyaman untuk dilalui pemudik. Selain ukuran badan jalan yang sempit juga terdapat beberapa lobang akibat aspal yang rusak, mulai dari yang berdiameter kecil hingga besar. Kurangnya penerangan lampu jalan juga menambah ketidaknyamanan pemudik melalui jalur ini.

Beberapa titik kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Namun kerusakan semakin parah semenjak 2 tahun terakhir ini. Salah seorang peng­guna jalan yang sering melalui jalur ini mengatakan rusaknya ruas jalan ini akibat banyaknya truk- truk pengangkut material bangunan yang lewat untuk menghindari macet di Pasar Padang Luar, jumlah truk yang lewat bisa mencapai puluhan setiap harinya. “Setiap hari truk lewat makanya jalan menjadi cepat rusak,” tambahnya. (h/mg-isr/mg-isq/mg-len)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]