Berkat Puasa, Pola Makan Lebih Teratur


Jumat, 19 Juni 2015 - 17:13:03 WIB
Berkat Puasa, Pola Makan Lebih Teratur

“Berpuasa bagi seba­gian orang yang menderita suatu penyakit seperti pe­nyakit maag/dyspepsia dan dia­betes bukan menjadi ha­langan.Yang harus lebih diperhatikan adalah maka­nan yang akan dikon­sum­si,” urai dr. Levi.

Baca Juga : Melalui Si Jadoel, Inovasi untuk Tingkatkan Pemahaman Peserta JKN – KIS di Masa Pandemi

Ia menambahkan, pe­nyakit maag atau dalam istilah kedokterannya ada­lah Dispepsia yaitu salah satu penyakit usus dan lam­bung yang paling umum. Dispepsia bisa bersifat fung­­sional atau organik.

“Biasanya yang sudah ekstrem atau parah sampai mengalami muntah darah, akibat kerusakan parah pada lambung. Gejala penyakit maag adalah nyeri ulu hati, mual, muntah, kembung dan cepat merasa kenyang. Salah satu pe­nyebab timbulnya sakit maag ini adalah karena pola makan yang tidak tera­tur, banyak mengonsumsi ma­kanan berlemak, minu­man bersoda dan stres.

Baca Juga : Ketua KNPI Padang: Pemuda harus Lebih Aware dengan Jaminan Kesehatan dan Dukung Program Mulia JKN – KIS

“Di awal puasa/pada minggu pertama biasanya penderita maag merasa ti­dak nyaman, tetapi setelah lambung bisa berdaptasi dengan pola makan baru yang lebih teratur dan sehat gejala maag akan meng­hilang,” terang dr. Levi.

Menurut dr. Levi ada beberapa tips bagi pasien penyakit maag

Ø Konsultasikan de­ngan dokter anda sebelum men­jalankan puasa, dan kon­sumsi obat secara ter­atur selama berpuasa.

Ø Sahur wajib dila­ku­kan, konsumsi makanan yang mudah dicerna dan mengandung protein.

Ø Hindari makanan ber­lemak, pedas dan ma­kanan olahan

Ø Hindari minuman yang mengandung kafein dan soda

Ø Saat berbuka puasa mulailah dengan yang ma­nis dan dalam porsi kecil agar lambung yang kosong sela­ma berpuasa tidak ka­get. Hindari langsung berbuka dengan makanan berat.

“Penyakit lain selain maag yang perlu diper­hati­kan selama menjalankan ibadah puasa adalah Dia­betes Melitus (DM). Diabe­tes Melitus(DM) timbul akibat adanya peningkatan kadar gula darah yang dise­babkan oleh gangguan in­sulin. Gejala yang biasanya timbul adalah rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil terutama pada malam hari, berat badan turun se­cara drastis dan cepat me­rasa lapar,” ucap dr. Levi.

Ia berpesan bagi pen­derita diabetes sebelum me­lakukan ibadah puasa seba­iknya lakukan peme­riksaan kadar gula darah untuk me­mastikan bahwa kadar gula darahnya stabil dalam tiga bulan terakhir.

“Pemeriksaan bisa me­la­­lui tes darah yang disebut HbA1c (Hemoglobin A1c test) di laboratorium. Bila hasilnya kurang dari 6%, artinya kadar gula darah cukup stabil,” paparnya lagi.

Agar penderita diabetes mellitus dapat tetap men­jalankan ibadah puasa yang perlu diperhatikan adalah :

v Minum obat secara teratur, sebelum makan saat berbuka dan menjelang sa­hur. Bagi penderita dia betes yang menggunakan insulin sebaiknya kon­sul­tasikan dengan dokter anda.

v Pastikan asupan kalo­rinya terpenuhi dalam satu hari.

“Bila penderita diabetes dapat mengontrol kadar gula darahnya dengan cara melakukan pola makan yang tepat dan olah raga yang cukup. Maka pen­derita DM dapat menja­lankan ibadah puasa de­ngan baik,” tutup dr. Le­vi.(h/ows)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]