Angkot Ngetem di Depan Balaikota Lama


Jumat, 19 Juni 2015 - 19:12:02 WIB

Pantauan Haluan, Ju­mat (19/6) terlihat beberpa sopir angkot beberapa ju­ru­san dengan santai be­rhenti di pintu masuk kantor balai­kota, untuk menurunkan dan menaiki penumpang. Sehingga terjadi kemacetan di area jalan tersebut. Pa­dahal, sudah disuruh pe­tu­gas Dishub untuk ma­suk ke dalam pangkalan angkot.

Sebelumnya Pemko Pa­dang sudah berupaya m­e­nata Pasar Raya supaya tertib, sesuai dengan janji Walikota Padang Mahyeldi-Emzalmi (MahEm). Na­mun, koordinasi antar SK­PD masih kurang sehingga tidak tercapai tujuan yang diinginkan.

Menurut Kepala Dishub Kominfo Kota Pa­dang, Rudy Rinaldy, me­mang susah untuk me­ner­tibkan sopir angkot terse­but, selama pangkalan ang­kot belum di perluas. Per­lua­san pangkalan angkot saat ini terkendala oleh pedagang yang masih me­nem­pati kios penam­pu­ngan. Kini pihaknya me­nunggu Dinas Pasar untuk mengatur pemindahan pe­dagang ke Inpres II.

“Sebanyak 352 angkot yang harus masuk ke pang­kalan angkot setiap harinya, jurusan timur dan selatan. Namun, menurut sopir ma­mikian, kita akan terus ber­upaya untuk mengatur rit­me kendaraan agar tidak macet,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk merubah kebiasaan buruk para sopir angkot memang butuh proses, karena selama ini mereka seenaknya saja menurunkan penumpang. Tak pernah memikirkan orang lain yang juga meng­gunakan kendaraan, serta bisa menimbulkan kema­cetan. Perilaku seperti itu, jelas menggangu orang lain yang juga sedang menggu­nakan fasilitas jalan raya.

Sejalan dengan itu juga, kata Rudy, pihaknya me­minta kepada para pe­ngu­saha angkot atau sopir su­paya bisa memahami dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Ko­ta (Pemko) Padang. Padahal pangkalan angkot difung­sikan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Sementara Plt Dinas Pasar, Eviyet Nazmar me­n­j­elaskan, memang tidak mudah untuk memin­dah­kan pedagang ketika kon­disi pasar yang belum sele­sai. Apalagi, selama ini peda­gang sudah kecewa dengan pembangunan Pasar Raya.

“Memang sudah ada ren­­cana kita untuk me­mindahkan pedagang ke Inpres II. Tetapi, kita mesti pahami kondisi Inpres II saat ini memang belum bisa ditempati. Perlengkapan atau sekat-sekatnya belum ada, masih ruang lepas. Takutnya makin membuat pedagang kecewa, kita akan tunggu sampai Inpres II benar selesai. Kalau kita paksakan terus, takutnya barang pedagang banyak yang hilang,” tutup Eviyet. (h/ows)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 08 November 2019 - 14:03:43 WIB

    DPRD Padang: Dishub Harus Tindak Angkot Ugal-ugalan

    DPRD Padang: Dishub Harus Tindak Angkot Ugal-ugalan PADANG, HARIANHALUAN.COM - DPRD Kota Padang minta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang rutin menggelar operasi penertiban angkot..
  • Ahad, 05 Mei 2019 - 16:37:33 WIB

    Jalur Angkot Kawasan Bundaran Air Mancur Ditata Ulang

    Jalur Angkot Kawasan Bundaran Air Mancur Ditata Ulang PADANG, HARIANHALUAN.COM - Demi kenyamanan dan ketertiban kawasan Pasar Raya, tim gabungan melakukan penataan kawasan bundaran air mancur, Jumat (3/5). Penataan diawali dengan memasang rambu baru di kawasan tersebut untuk jal.
  • Rabu, 04 Juli 2018 - 13:54:40 WIB

    400 Angkot di Padang Bakal Disulap jadi Angkutan Lingkungan

    400 Angkot di Padang Bakal Disulap jadi Angkutan Lingkungan PADANG, HARIANHALUAN.COM—Realisasi pengadaan angkutan jalan lingkungan di Kota Padang masih menunggu peraturan>.
  • Jumat, 22 September 2017 - 09:22:29 WIB

    Angkot Harus Berbenah, Pelarangan Gojek Bukan Solusi

    Angkot Harus Berbenah, Pelarangan Gojek Bukan Solusi PADANG, HARIANHALUAN.COM— Walikota Padang Mahyeldi meminta pengusaha dan sopir angkot untuk berbenah menghadapi kemajuan jaman, dan bersaing dengan angkutan daring. Keberadaan gojek jelas menguntungkan warga..
  • Selasa, 29 Agustus 2017 - 10:48:43 WIB

    Angkot Demo, Warga Butuh Trans Padang

    Angkot Demo, Warga Butuh Trans Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM — Pengamat Transportasi Unand Dr. Yossyafra menyebut aksi demo terkait Trans Padang yang digelar pengusaha dan pengemudi angkutan kota di Padang tak masuk akal. Ia menyebut, layanan Trans Padang di .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]