Retribusi Terminal Sumani Dipungut Preman


Ahad, 21 Juni 2015 - 18:19:36 WIB

Dari hasil pantauan Haluan di lapangan sejak Kamis (18-20/6), terlihat, pengutipan restribusi terhadap kendaraan angkutan ba­rang lebih banyak dilaksanakan preman ketimbang petugas Dinas Perhubungan. Hampir tidak ada petugas Dinas Perhubungan mang­kal di pos Tempat Pemungutan Restribusi (TPR) yang berada di jalan nasional Solok-Singkarak pasar Sumani itu. Kalaupun ada mereka duduk di pos namun yang memungut restribusi orang lain.

Kondisi di terminal Sumani memang jauh berbeda dengan tem­pat lain, di Kota Padang maupun Sijunjung dan Payakumbuh, pe­mungutan restribusi terminal dilak­sanakan petugas resmi dari dinas Perhubungan, petugas itu dileng­ka­pi pakaian dan rompi. Setiap mobil angkutan barang yang lewat distop dan karcis disodorkan. Sopir de­ngan senang hati membayar restri­busi sesuai nilai karcis yang ada.

Namun pemandangan di ter­minal Sumani jauh berbeda, begitu kendaraan angkutan barang lewat, preman langsung menghentikan kendaraan dan menyodorkan  karcis, kadangkala karcis tidak diberikan namun uang dipungut. Yang anehnya, petugas yang bekerja itu tidak memakai seragam Dinas Perhubungan dengan menggunakan sandal jepit, akibatnya sopir sering mempertanyakan keberadaan res­tribusi terminal itu.

“Apakah restribusi terminal itu memang sah atau bagaimana. Sebab yang memungut dinilai tidak sah karena hanya memakai baju kaos dan sandal jepit, apakah mereka itu suruhan dari Dinas Perhubungan atau restribusi terminal itu sudah dikuasai preman,” ujar Anto, salah seorang sopir angkutan barang pada Haluan.

Begitu juga jika malam hari, terutama dari pukul 21.00 WIB sampai subuh. Penarikan restribusi bukan dilakukan petugas dari Di­nas Perhubungan karena pakaian yang digunakan hanya baju kaos biasa bukan Pakaian Dinas Harian (PDH). Diduga banyak terjadi kebocoran dalam penarikan restri­busi tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Dedi Permana yang dihubung via handphonennya Minggu (21/6) merasa kaget atas pelaksanaan pemungutan restribusi yang bukan dilaksanakan aparaturnya. Sebab di Pos TPR itu sudah dibentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT).

Dedi Permana berterima kasih atas informasi tersebut dan dia segera melakukan inspeksi men­dadak (Sidak) dalam waktu dekat ke lokasi TPR Pasar Sumani itu. “Kita akan cek langsung ke lapangan. Jika ada oknum yang bermain, akan segera kita tindak,” pungkasnya. (h/alf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]