Penampilan Argentina Sangat Membosankan


Ahad, 21 Juni 2015 - 18:22:41 WIB
Penampilan Argentina Sangat Membosankan

Setelah gol itu, pertan­dingan lalu berjalan berat sebelah. Soccernet men­catat bahwa Argentina men­­catatkan 73 persen pe­nguasaan bola, sementara jamaika cuma 27 persen. Albiceleste juga mampu melepaskan percobaan le­bih banyak, dengan catatan 19 kali. Tapi dengan rapat­nya barisan pertahanan Ja­mai­ka, cuma ada lima ten­da­ngan yang tepat sasaran.

Baca Juga : Sumbar Kirimkan Satu Petembak untuk Berlaga di ISSF World Cup Shotgun Italia

Lionel Messi menjadi pemain dengan catatan per­co­baan paling banyak, yak­ni tujuh kali. Dua di anta­ranya menemui bidang. Sedangkan Higuain dan Di Maria, masing-masing me­le­paskan empat kali se­pakan ke gawang.

Satu tendangan tepat sasaran dari Higuain ber­buah gol, sedangkan dua sepakan tepat sasaran Di Maria gagal bersarang ke gawang yang dikawal oleh Miller. Di kubu Jamaika, mereka yang dipaksa ber­main defensif sepanjang laga, cuma mampu lima kali melakukan tendangan ke arah gawang. Satu di anta­ranya menemui sasaran.

Baca Juga : Bertemu Menpora, PSSI Laporkan Rencana Persiapan Liga 1

Meskipun meraih ke­menangan, tampaknya apa yang ditampilkan Argen­tina saat mengalahkan Ja­mai­ka tak membuat pelatih Gerardo Martino bahagia. Menurutnya Argentina tam­pil membosankan.

“Kami kurang efektif. Faktanya kami tak me­nem­patkan laga sebagaimana mestinya. Ditambah masa­lah fisik yang kami alami jelang akhir pertandingan, itu mengkhawatirkan,” ujar­nya. “Saya pikir kami melakukannya dengan baik di babak pertama, mencetak gol awal dan kemudian membuat empat atau lima peluang. Tapi di babak ke­dua membosankan, kontrol bola kami membosankan, pergerakan kami lambat dan tak punya kecepatan,” tandasnya.

Baca Juga : Jelang MotoGP Spanyol: Marquez Belum Berani Targetkan Finis Podium, Butuh Waktu Adaptasi

Pelatih Jamaika, Win­fried Schafer mengakui bahwa para pemainnya tam­pil sedikit gugup saat mela­wan Argentina, yang diper­kuat pemain terbaik di du­nia saat ini, Lionel Messi. “Pada babak pertama kami berbicara, dan para pemain merasa gugup karena perta­ma kali mereka berhadapan dengan Lionel Messi, Angel di Maria dan semua pe­main,” jelas Schafer.

Namun setelah ter­cipta­nya gol tersebut, Jamaika mampu menguasai diri dan tampil lebih baik meng­ha­dapi Argentina.”Kami lebih agresif setelah itu, dan ber­harap Jamaika bangga de­ngan tim ini,”ucapnya.

Baca Juga : Persiapan ke PON XX Papua, KONI Kepri Kekurangan Anggaran

“Lionel Messi adalah pemain terbaik di dunia, Di Maria adalah man of the match. Itu berarti kami cukup menghentikan Messi bermain dalam performa terbaiknya, meski tak ada yang mampu benar-benar meng­hentikannya,” tu­tupnya. (h/mg-san)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]