Rumah Kayu Ludes Terbakar Diduga Akibat Petasan


Ahad, 21 Juni 2015 - 18:25:56 WIB

Setelah keluar rumah, Benni melihat rumah ba­gian belakang sudah ter­bakar karena rumah terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat membakar seluruh rumah. Sedangkan penghuni rumah yang lain, pergi berjualan dan melak­sanakan salat ke masjid.

“Rata-rata penghuni rumah sedang tidak berada di rumah saat kejadian,” ujarnya.

Keenam korban ter­sebut masing-masing Hop­sah (40) bekerja se­bagai penjual gorengan, Benni (23) penjual go­reng­an, Mu­s­leh (46) penjual gorengan, Ucok (35) pen­jual, Meri (30) Ibu Rumah Tangga dan Afernius (29) Buruh. Ke­enam korban tersebut me­ru­pakan pengontrak rumah dengan pemilik rumah Eva Trilusia (65).

Menurut keterangan Ke­­pala BPBD&PK Kota Padang Dedi Henidal, api berasal dari petasan yang dimainkan oleh anak anak. “Dugaan kita api berasal dari petasan. Karena rumah tersebut terbuat dari kayu dan api cepat melalap,” terang Henidal.

Namun sekitar pukul 21.00 WIB, api berhasil dipadamkan setelah enam unit mobil pemadam ke­bakaran datang di lokasi kebakaran. “Untung saja tidak ada korban jiwa da­lam kejadian ini. Namun, kerugian materil di­per­kirakan mencapai Rp400 juta,” paparnya.

Kepala BPBD&PK me­ngim­bau kepada ma­sya­rakat untuk waspada dan berhati-hati. Kemudian bisa me­ngon­trol anak-anak, untuk tidak menggunakan petasan dalam permainan karena sangat berbahaya.

Sementara Kapolsekta Padang Barat Kompol Su­mintak menyebutkan, se­telah mendapatkan infor­masi polisi langsung men­datangi lokasi kejadian un­tuk mengamankan area lo­kasi kebakaran. “Kami te­lah pasang garis polisi di sekeliling rumah tersebut dan mencatat keterangan saksi-saksi di TKP,” kata Sumintak.

Untuk penyebab pas­ti­nya kebakaran, Sumintak belum bisa memastikan dan masih dalam penyelidikan. Namun dari informasi yang diperoleh di lapangan, pen­ye­bab kebakaran di­per­kira­kan dari arus pendek dan diduga api berasal dari dapur, sehingga menyam­bar seisi rumah.

Dua Pemuda Nyaris Dihakimi

Ter­pisah, dua pemuda nyaris dihakimi masa ka­rena ketahuan mencuri ba­rang dagangan warga saat sibuk mengevakuasi, ka­rena ru­mah kayu terbakar. Kini kedua pelaku, yakni Har­dianto (23) warga Pasar Baru, Gang Tarantang, Ke­lu­rahan Andalas, Keca­mat­an Kuranji, dan Randi (22) warga Rawang Keta­piang, Kecamatan Kuranji, be­rsama barang bukti be­rupa satu ikat pinggang milik korban telah di­ama­n­kan di Mapolresta Padang guna pengusutan lebih lanjut.

Peristiwa ini diketahui ketika adik korban, Randi Septiadi (19) melihat pe­laku saat terjadinya ke­ba­karan, dia bersama ka­kak­nya sibuk mengeluarkan barang dagangan karena rumah yang terbakar ter­sebut hanya berjarak empat meter dari tokonya.

“Saat kebakaran terjadi lampu mati, barang da­gang­an sebagian sudah berhasil dievakuasi ke luar, begitu juga uang jutaan rupiah masih berada di dalam to­ko. Saya diperintah kakak untuk menjaga dan melihat-lihat agar tidak dicuri or­ang, sementara kakak saya sibuk mengangkat barang dagangan,” kata Randi.

Saat itu juga, datang tiga pemuda memasuki teras toko dan terlihat me­ngam­bil barang dagangan yang telah dievakuasi ke luar toko. Mengetahui hal itu, dia terus mengintai ketiga pelaku itu. Kemudian, Ran­di kembali ke tokonya dan memberitahukan kepada kakaknya dan warga lainnya bahwa ada yang mencuri barang dagangannya.

Tiba-tiba ketiga pelaku terlihat dan langsung di­tang­kap oleh kakaknya dan warga lainnya, saat di­perik­sa ternyata barang dagangan berupa ikat pinggang di­da­pat disaku salah satu pe­laku, namun satu rekannya berhasil kabur.

Takut dihajar massa ya­ng kebetukan ramai melihat peristiwa kebakaran, Ang­gota Sat Lantas yang berada di lokasi mengatur lalu lintas langsung menga­man­kan ke­dua pelaku dan me­m­ba­wanya ke Polresta Pa­dang dengan menggunakan mobil Satpol PP Kota Padang.

Pemilik toko ak­se­so­ries, Riki Mulia (35) me­nga­takan, ikat pinggang tersebut memang barang dagangan dan kedua pelaku tidak per­nah membeli ikat pinggang tersebut ke­pada­nya. “Saya tidak ada kenal dengan pe­laku dan ke­dua­nya tidak ada membelinya kepada saya. Padahal kalau dia jujur saat ditangkap, saya tidak akan menempuh jalur hukum ini,” kata Riki. (h/mg-win)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]