Waspadai Uang Palsu Menjelang Lebaran


Ahad, 21 Juni 2015 - 18:34:53 WIB
Waspadai Uang Palsu Menjelang Lebaran

Dalam suasana yang demikian, pihak-pihak yang ingin menangguk di air keruh memanfaatkan kondisi ini dengan mengedarkan uang palsu dengan terlebih dahulu menjual uang palsu tersebut dengan harga tertentu ke orang atau pihak yang diajaknya bekerja sama. Misalnya uang palsu Rp10.000.000 dengan pecahan 100.000 rupiah dijual dengan harga Rp3.000.­000. Selanjutnya pihak pembeli yang akan mengedarkan uang palsu dengan belanja berbagai kebutuhan. Saat belanja  Rp20.000, si pengedar menggunakan yang palsu pecahan Rp100.000 dan meminta uang kembalian. Jika orang toko tidak mendeteksi bahwa uang yang diterimanya palsu, maka si pengedar uang palsu tadi sudah untung, karena menerima uang kembalian asli.

Baca Juga : Elektabilitas Capres Oposisi, Gatot & Rocky Gerung Tertinggi

Praktik pengedaran uang palsu terkini terjadi di Dharmasraya. Dua orang yang diduga mengedarkan uang palsu, ditangkap jajaran Polres Dharmasraya, Sabtu (20/6), di Jorong Sungai Nili, Kecamatan Pulau Punjung. Bersama tersangka Polisi mengamankan berbagai barang bukti (BB) guna penyelidikan lebih lanjut. Kapolres Dharmasraya, AKBP. Bondan Witjaksono mengatakan pengedaran uang palsu itu diketahui berdasarkan laporan Hendrianto kepada Polisi dengan LP/44/VI/2015/tanggal 20 Juni 2015.

Sekitar pukul 22.00 WIB, dua orang diketahui mengedarkan uang palsu. Keduanya adalah Solehan (29), warga Kabupaten Lampung Timur dan Sugiarno (33), warga Kota Bandar Lampung. Solehan membeli rokok di warung Hendrianto dengan menggunakan uang Rp 10 ribu. Tetapi setelah diterawang dan diraba oleh korban, uang tersebut diduga palsu. Korban memberitahu polisi, kemudian pelaku digiring ke Mapolsek Pulau Punjung.

Baca Juga : THR Pekerja Wajib Dibayar H-7 Lebaran

Modus operandinya, pelaku berangkat dari Lampung, menggunakan mobil Avanza. Mulai dari Sijunjung ia berbelanja berbagai kebutuhan seperti rokok, minyak makan, gula dan lainnya dengan menggunakan uang palsu, sementara mereka menerima pengembalian uang asli. Rencananya barang-barang yang dibeli tersebut akan dijual kembali, namun belum sampai rencananya itu, pelaku keburu ditangkap.

Dalam pemeriksaan, dari tangan pelaku disita barang bukti berupa uang palsu pecahan Rp100 ribu 86 lembar, rokok Gudang Garam 32 bungkus, Dunhil 6 bungkus, Clas Mild 1 bungkus, Sampoerna 1 bungkus, gula ½ kilogram, minyak goreng satu bungkus dan petasan, uang asli Rp 100 ribu 2 lembar, uang asli pecahan Rp 50 ribu 60 lembar. Uang pecahan Rp 20 ribu 37 lembar, uang pecahan Rp 10 ribu 66 lembar, uang pecahan Rp 5 ribu sebanyak 68 lembar, uang pecahan Rp 2 ribu 56 lembar dan uang pecahan Rp1000 sebanyak 34 lembar. Barang bukti lainnya yang disita adalah 1 unit mobil Avanza dengan no Polisi BE 2357 CK.

Baca Juga : Tertarik Beasiswa LPDP, Ini Syarat dan Cara Pendaftarannya

Kapolres Dharmasraya AKBP Bondan meminta masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap peredaran uang palsu. Karena tingkat kejahatan akan meningkat  seiring makin dekatnya hari Lebaran. Agar tidak tertipu menerima uang palsu, maka sebaiknya ketika menerima uang kertas melakukan 3D alias dilihat, diraba dan diterawang.

Dilihat: Kalau dilihat, uang yang asli memiliki warna yang cerah, tidak luntur, warna tidak patah-patah. Sedangkan uang yang palsu berwarna pucat dan seperti luntur. Selain itu uang yang asli mempunyai tanda air yang menggambarkan tokoh-tokoh pahlawan nasional, mempunyai benang tali pengaman yang berada di dalam uang kertas terlihat seperti dianyam.

Baca Juga : Aa Umbara Tersangka, Hengky Kurniawan Ditunjuk Jadi Plt Bupati

Diraba: D yang kedua dari 3D cara mendeteksi uang palsu adalah diraba. Dari segi kertas sebagai bahan pembuatannya, antara uang asli dan palsu biasanya ada perbedaan. Uang yang palsu biasanya berbahan kertas yang tipis, dan mudah lecek.

Diterawang: D yang terakhir adalah diterawang. Setelah dilihat dan diraba kalau masih meragukan, cobalah terawang uang itu ke sumber cahaya yang kuat seperti matahari dan lampu misalnya. Lihat pada bagian tanda air dan tali pengaman, apakah tercetak baik? **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]