Alquran Tulisan Tangan di Istana Mande Rubiah


Ahad, 21 Juni 2015 - 18:48:53 WIB
Alquran Tulisan Tangan di Istana Mande Rubiah

 

Tepat di gerbang istana lurus ke depan terdapat jenjang untuk masuk ru­mah. Ruang tamu be­ru­kuran sekitar empat kali enam meter. Di dinding terpajang sejumlah per­kakas milik kerajaan be­rupa keris, panah dan lain-lain. Kemudian yang tidak kalah menarik di ujung ruang tamu bagian barat ter­dapat sebuah etalase tem­­pat menyimpan Alquran yang ditulis tangan.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Kondisi kitab suci itu memang terlihat sangat tua dan tanpa sampul. Ker­tas­nya sudah kelihatan men­guning dimakan usia. Al­quran tulisan tangan itu sudah ada di istana itu se­menjak ratusan tahun lalu dan menegaskan bahwa keluarga istana adalah mus­lim yang mempedomani Alquran sebagai petunjuk. Tidak ada catatan resmi kapan Alquran itu ditulis.

Selain Alquran, dalam etalase kaca itu juga ter­dapat kitab gundul dan sejumlah naskah lainnya. Pihak istana menjaga kitab-kitab ter­sebut agar tidak cepat rusak dimakan usia.

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Setiap tahun, selalu ada ritual adat di Istana atau Rumah Ga­dang Mandeh Rubiah di Lunang. Ritual itu dilaksanakan di bulan baik yakni hari jelang puasa ataupun Lebaran. Saat lebaran Ninik Mamak Nan Salapan me­ngun­jungi (manjalang) istana atau Rumah Gadang Mande Rubiah.

Rakena (55) Mande Rubiah VII menyebutkan, tradisi itu telah berlangsung lama, se­men­jak dari zaman Bundo Kanduang (Mande Rubiah I) mulai meja­dikan kawasan ini sebagai kerajaan.

Kegiatan dimulai dengan arak -arakan dari Kantor KAN Lunang dengan diawali tem­bakan salvo. Arak-arakan terdiri dari rombongan Ninik Mamak Nan Salapan lengkap dengan atribut dan bendera kebesaran.

Di belakang Ninik Mamak Nan Salapan terdapat barisan Alim Ulama, Pemerintah Ke­ca­matan, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, Pemuda dan diiringi ratusan jamba. Iring -iringan tersebut sesampai di Gerbang Rumah Gadang, menegun se­jenak dan menunggu tembakan salvo kedua. Setelah itu rom­bongan kembali bergerak me­nuju Rumah Gadang.

Sesampai di halaman Rumah Gadang Mandeh Rubia VII menyabut di depan pintu Istana yang berdiri megah itu. Rom­bongan kembali berhenti be­r­gerak, Mandeh Rubiah pada saat itu menyambut para Ninik Ma­mak dan Rombongan sembari mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1423 Hijriah, Mohon Maaf Lahir Bathin”.

Rombongan kemudian du­duk pada tempat yang telah dipersiapkan. Pada prosesi adat itu, sejumlah tokoh ber­ke­sem­patan menyampaikan sepatah dua patah kata.

Selanjutnya, kegiatan man­jalang Rumah Gadang di­lanjut­kan dengan menaiki rumah. Ninik Mamak Nan Salapan naik ke Istana Bundo Kanduang ter­sebut diiringi oleh pilar nagari lainnya. Pada kesempatan itu ada sisambah, makan dan ditutup dengan doa selamat.

Makna dari tradisi ini me­nurut Mande Rubiah VII adalah untuk membangun tali sila­turah­mi antara Ninik Mamak dengan segenap anak kemenakan di hari fitrah. “Pada ritual ini yang ingin dicapai adalah pensucian diri pasca ramadan berlalu,” kata Mande Rubiah.

Kemudian juga ada tradisi ziarah ke makam Mande Ru­biah. Tradisi ini sudah menjadi tradisi rutin bagi masyarakat Kenagarian Lunang dan Silaut. Masyarakat masih memegang adat yang telah diwaris oleh nenek moyang.

Tradisi ziarah kubur Mande Rubiah, merupakan suatu ka­per­caya­an masyarakat yang begitu besar terhadap Mande Rubiah, sehingga bagi masyarakat Lunang dan  Silaut setidak-tidaknya satu kali dalam setahun berziarah ke sana. Keunikan tradisi ziarah kubur Mande Rubiah pada um­um­nya untuk membayar nazar dan lain-lain. Masyarakat me­ngang­gap Mande Rubiah keramat.

Masyarakat menghormati Mande Rubiah yang sekarang karena menurut kepercayaan masyarakat Mande Rubiah ada­lah seorang panutan dan sebagai pimpinan spiritual bagi masya­rakat Lunang Silaut.

Ziarah kubur ke Mande Ru­biah biasanya berlangsung pada hari kedua lebaran Idul fitri dan pada hari Jum’ at namun tidak tertutup kemungkinan ziarah dilaksanakan pada hari-hari biasa.***

 

Laporan:
HARIDMAN KAMBANG

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]