Polres Pantau Barang Kedaluwarsa di Pasar Tradisional


Senin, 22 Juni 2015 - 18:17:46 WIB
Polres Pantau Barang Kedaluwarsa di Pasar Tradisional

Dikatakannya, agar ma­sya­rakat tidak mengon­sumsi makanan yang su­dah kedaluwarsa, jajaran Polres Solok meminta pe­da­gang untuk tidak mem­perjualbelikan barang keda­lu­warsa maupun barang yang hampir kedaluwarsa.

Baca Juga : Pemnag Gunung Medan Klarifikasi Terkait Minta THR ke Pengusaha

Pedagang dihimbau un­tuk tidak mema­jang ba­rang yang waktunya sudah mendekati kedaluwarsa. Dan pedagang disarankan untuk mengembalikan ba­rang yang hampir kedalu­warsa itu  kepada distri­butor. Kemudian pedagang diberikan pemahaman akan bahaya memper­ju­al­beli­kan barang kedaluwarsa yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

“Kita berikan pema­haman kepada pedagang bahwa menjual barang ke­daluwarsa atau hampir ke­da­luwarsa sangat meru­gikan masyarakat, karena bisa membahayakan kese­hatan,” kata Tommy Bam­bang Irawan.

Baca Juga : Door to Door, Karang Taruna TPL Padang Panjang Bagikan Takjil

Lebih jauh Tommy Bam­bang Irawan menga­takan, dari hasil monitoring petugas di pasar tradisional Cupak, petugas tidak mene­mukan barang kedaluwarsa yang dijual pedagang. Pe­tugas hanya menemukan kenaikan harga yang cukup tinggi. Seperti cabai mi­salnya, har­ganya naik hing­ga Rp 46.000/kg, padahal sebelumnya hanya Rp 41.000/kg.

Ditambahkannya, kegi­atan monitoring barang kedaluwarsa ke pasar tradi­sional ini merupakan ba­gian dari serangkaian ke­giatan dalam menyambut HUT Bhayangkara ke- 69. Selain kegiatan monitoring barang kedaluwarsa ini, jajaran Polres Solok juga menggelar kegiatan donor darah, beranjangsana ke panti asuhan dan bersih-bersih rumah ibadah.

“Setelah ini kami akan melakukan bersih-bersih rumah ibadah. Saya dan jajaran saya akan ikut go­tong-royong membersihkan Mushalla Nurul Huda di Jorong Lubuk Selasih, Na­gari Batang Barus,” kata Tommy Bambang Ira­wan.(h/eri)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]