KPAI: Jangan Ada Anak-anak Meminta-minta di Jalanan


Senin, 22 Juni 2015 - 18:40:08 WIB

“Ramadan sering dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk ‘mengundang belas kasihan dari orang lain’. Kebaikan masyarakat Indonesia tidak jarang di­manfaatkan untuk mengeksploitasi anak,” kata Susanto melalui siaran pers di Jakarta, Senin (22/6/2015).

Menurut Susanto, eksploitasi anak sebagai peminta-minta di jalanan dapat mengakibatkan dampak negatif bagi tum­buh kembang dan karakter anak setelah dewasa.

“Semua elemen masyarakat harus memberikan perhatian dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi yang kreatif dan inovatif, bukan generasi pe­minta-minta,” tuturnya.

Sejumlah daerah telah melarang war­ganya untuk memberikan uang kepada pengemis. Di Jakarta misalnya, terdapat Peraturan Daerah DKI Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Pasal 40 Perda DKI Jakarta tersebut menyebutkan setiap orang atau badan dilarang menyuruh orang lain untuk men­jadi pengemis, pengamen, pedagang aso­ngan, dan pengelap mobil serta menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil.

Pasal tersebut juga menyebutkan lara­ngan untuk membeli kepada pedagang asongan atau memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis, pengamen, dan pengelap mobil.

Pasal 61 Ayat (1) Perda tersebut me­nyebutkan pelanggaran atas membeli kepada pedagang asongan atau memberikan sejumlah uang atau barang kepada pe­ngemis, pengamen, dan pengelap mobil diancam dengan pidana kurungan paling 10 hari hingga 60 hari atau denda paling sedikit Rp100 ribu hingga Rp20 juta. (h/inl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]