Ditemukan, Gorengan Mudah Terbakar


Selasa, 23 Juni 2015 - 19:41:20 WIB

“Kita sudah me­ngam­bilan sampel makanan pada setiap lapak pedagang. Mes­kipun dalam sidak ini kita langsung mengoperasikan mo­bil lab, namun untuk hasil kita tetap menunggu hasil uji yang lebih intensif di laboratorium BPOM,” ucap Amyelli kepada Haluan.

Sidak kali ini, lanjutnya, merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh BPOM. Sebelum dan sete­lah sidak dilakukan, BPOM telah memberikan pembekalan kepada peda­gang makanan mengenai standar produksi makanan yang baik, mulai dari peng­gunaan bahan utama hingga bahan campuran apa yang tidak diperbolehkan. Selain itu, aspek higienitas pada ma­kanan juga menjadi per­hatian utama dalam sidak kali ini.

Selama Ramadan tahun ini, Amyelli menargetkan sidak seru­pa akan dilakukan di 15 lokasi lainnya. Namun karena tingginya permintaan untuk melakukan sidak, besar kemungkinan jum­lah lokasi yang akan disidak melebihi target yang ditetapkan.

“Kita cukup terken­dala karena mobil lab yang kita punya hanya 3 unit, artinya hanya 3 operasi sidak dalam sehari,” jelasnya lagi.

Mudah Terbakar

Dalam waktu bersamaan, Walikota Padang Mahyeldi An­sharullah sempat melakukan uji kandungan terhadap makanan jenis gorengan dengan cara membakarnya. Gorengan terse­but bukan yang dijual di lokasi Imam Bonjol, melainkan dibawa oleh seorang warga dari kawasan Padang Selatan. Hasilnya, begitu disulut api, gorengan tersebut langung hangus terbakar, dan kejadian tersebut disaksikan langsung oleh puluhan wartawan yang meliput jalannya sidak.

Menanggapi temuan tersebut, Amyelli mengaku belum bisa memberi keterangan rinci terkait kandungan apa yang terdapat dalam gorengan tersebut. Ia ber­janji akan melakukan pe­ngujian lebih lanjut di labo­ratorium BPOM dengan alat yang lebih sensitif.

Sementara itu, Walikota Padang juga meminta warganya agar tetap waspada dalam me­ngonsumsi makanan selama Ramadan. Ia juga mengatakan akan segera menurunkan tim yang akan memantau produk makanan yang beredar di Pasa Pabukoan di Kota Padang. Ter­masuk soal tindakan tegas sesuai perundang-undangan yang akan diberikan apabila ditemukan praktek yang menyalahi aturan dalam memproduksi makanan.

“Seperti makanan jenis gore­ngan yang tadi kita uji, hasilnya langsung hangus terbakar. Hal itu mengindikasikan bahwa ma­ka­nan tersebut sangat berbahaya bagi konsumen. Apakah ada campuran lilin, plastik atau bahan berbahaya lain di dalam­nya, kita tidak tahu. Tapi kita serahkan kepada BPOM untuk melakukan pengujian lebih lan­jut,” ucap Mahyeldi.

Kepala Dinkes Sumbar, Ros­nini Savitri melalui Kepala Bi­dang Informasi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Ri­dar­son menambahkan, lebih lanjut kegiatan serupa akan dilakukan BPOM beserta Din­kes Sumbar di beberapa titik pasar pabukoan lainnya.

Ia berharap Dinas Kesehatan di kabupaten dan kota ikut turun ke lapangan dan melakukan pem­binaan kepada para pedagang di daerah masing-masing. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]