Peternak Pancuang Taba Buat Terobosan


Rabu, 24 Juni 2015 - 18:50:30 WIB

Disebutkan Asrul, jum­lah sapi simental di nagari ini berjumlah 98 ekor yang diusahakan oleh peternak. Jumlah itu sebetulnya ma­sih kurang jika diban­ding­kan dengan potensi lahan rumput alam yang men­capai 800 hektare.”Seluruh sapi simental yang ada di sini di asuransikan. Jadi dengan hal seperti itu, peta­ni merasa jauh lebih aman dalam mengusahakan ter­nak sapi ini,’ katanya.

Terkait hal itu Bupati Pessel Nasrul Abit me­ngatakan, apa yang dila­kukan petani atau peternak di Pancuang Taba meru­pakan langkah maju. “Ini baru pertama di Pessel. Apa yang dilakukan oleh pe­ternak di sini mudah-mu­dahan menjadi contoh bagi kecamatan lain.

Dia menyebutkan, pro­duksi berbagai jenis ternak di Pesisir Selatan terus mengalami peningkatan. Namun peningkatan pro­duksi ternak tersebut belum dilaksanakan sesuai ta­talak­sana peternakan kon­ven­sional. Pertumbuhan atau produksi ternak idealnya harus diiringi dengan tata kelola peternakan. Ma­syarakat belum sadar bahwa dengan mengelola secara konvensional akan mengun­tungkan lebih ba­nyak.

“Misalnya, peternakan sapi, kerbau, kambing. Hing­­ga kini sebagian besar masyarakat pemilik ternak masih belum melaksanakan tata kelola yang baik. Bah­kan yang memiriskan, ter­nak dibiarkan lepas be­gitu saja,” ungkapnya.

Dikatakannya, di­ban­ding tahun 1990 jumlah ternak sapi jauh lebih besar yakni 90.000 ekor lebih sementara tahun 1990 ha­nya sebesar 80 ribu saja. Kerbau saat ini 30 ribu ekor lebih naiksekitar  12 ribu ekor. Kambing 35 ribu ekor yang sebelumnya hanya 11 ribu ekor.

“Jadi pada prinsipnya produksi selalu membaik dengan pertambahan se­kitar 500-an ekor setiap tahun pada ternak sapi. 600-an ekor pada ternak kerbau dan 1.000 lebih pada ternak kambing,” katanya.

Disebutkannya Pesisir Selatan saat ini adalah salah satu daerah di Sumbar yang memiliki populasi ternak terbesar. Namun khusus populasi unggas jenis ayam kampung 17 tahun terakhir cenderung stagnan dan tu­run naik. “Selanjutnya pro­duksi ternak berbanding lurus dengan produksi da­ging. Angka produksi da­ging didaerah ini 2.217 ton atau rata rata 5,01 kg per penduduk pertahun. Ini juga berkaitan dengan konsumsi rata rata, dimana rata rata konsumsi daging hanya 3,53 kg perpenduduk yang ber­arti daerah ini menjual hasil ternak ke daerah lain,” katanya. Produksi tersebut dapat dipacu dua kali lipat jika masyarakat peternak sadar bahwa dengan beter­nak konvensional mengun­tungkan. (h/har)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]