Ruas Jalan Menganga


Rabu, 24 Juni 2015 - 18:58:44 WIB
Ruas Jalan Menganga

Sebenarnya, sebagai sa­lah satu prasarana tran­sportasi-jalan merupakan unsur penting dalam pe­ngem­bangan kehidupan masyarakat, selain itu, juga merupakan salah satu mata rantai yang urgent dalam hal memajukan kesejahteraan umum, sebagaimana yang dimaksud dalam Pem­bu­kaan Undang-Undang Da­sar Negara Republik Indo­nesia  Tahun 1945.

Baca Juga : Jelang Idulfitri, Ungkit Perekonomian Masyarakat Melalui Pemberian THR hingga Perlinsos

Untuk menjamin terse­dianya jalan yang layak bagi masyarakat, maka diben­tuklah Undang-Undang No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, yang menjadi payung hukum bagi pemerintah da­lam penyelenggaraan jalan bagi masyarakat. Penga­turan penyelenggaraan jalan ber­tujuan untuk mewu­jud­kan ketertiban dan kepas­tian hukum da­lam penye­leng­ga­ra­an ja­lan secara opti­mal  da­lam pem­be­rian la­ya­­nan kepada masya­rakat.

Jalan menurut Pasal 1 angka 4 UU No. 38 Tahun 2004 tentang Jalan, meru­pakan prasarana trans­por­tasi darat yang meliputi segala bagian jalan, ter­masuk bangunan pelengkap dan perlengkapan yang di­pe­­run­tukan bagi lalu lintas, yang berada diatas per­mu­kaan tanah, dibawah per­mukaan tanah dan/atau air, serta diatas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Pemerintah Larang Kegiatan Takbir Keliling

Melihat dari fungsi jalan sebagai bagian dari sistem trans­portasi, jalan mem­punyai peranan penting dalam mendukung bidang ekonomi serta mengem­bangkan potensi suatu dae­rah. Jika pengembangan potensi suatu daerah berja­lan dengan baik, maka akan mewujudkan pemerataan pembangunan disetiap dae­rah. Ini sangat logis sekali, bagaimana suatu daerah akan berkembang dengan baik jika jalan sebagai sara­na transportasi yang utama tidak terawat atau tidak tersedia. Daerah tersebut akan terisolir dan sulit berkembang. Apalagi pada daerah yang rawan terjadi bencana, jalan sangat pen­ting dalam proses evakuasi.

Selain itu, jalan juga berperan sebagai sarana distribusi barang dan jasa terutama kebutuhan pokok seperti sembako yang me­ru­pakan urat nadi ke­hi­dupan masyarakat. Dengan terse­dia jalan yang baik akan memepermudah ma­sya­ra­kat dalam me­ngang­kut ba­rang-barang hasil produksi mereka untuk didistri­busi­kan kepada konsumen.

Baca Juga : Mantap! Penyelundupan 5.385 Butir Ekstasi dari Jerman Digagalkan Polisi

Potret Jalan Kita

Mengingat Sumatera Barat yang memiliki ribuan kilometer ruas jalan yang ter­diri dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabu­paten atau kota dan bahkan jalan desa. Sangat disayang­kan, saat ini masih banyak ruas jalan yang menganga sehingga mengganggu ke­nya­manan lalu lintas. Sebut saja ruas jalan alternatif Padang-Payakumbuh atau Padang-Bukittinggi.

Baca Juga : Menko Airlangga Sebut Ada Sinyal Positif untuk Ekonomi Indonesia

Berdasarkan  pantauan Haluan, jalur alternatif yang menghubungkan antarkota Padang-Payakumbuh atau Padang-Bukittinggi kurang nyaman untuk dilalui kare­na banyak terdapat lubang yang menganga, baik yang berdiameter kecil maupun besar serta  ukuran badan jalan yang sempit. Beberapa titik kerusakan jalan terse­but sudah berlangsung cu­kup lama. Namun, keru­sakan semakin parah se­men­jak 2 tahun terakhir ini.(Haluan,19/6/2015)

Menelusuri penyebab ruas jalan yang rusak, ba­nyak faktor yang menga­kibatkan jalan rusak parah, seperti  faktor umur jalan, konstruksi jalan yang asal-asalan, dan kesalahan peng­guna jalan yang paling domi­nan. Sampai saat ini, masih banyak jalan yang kurang terawat. Seperti badan jalan yang mengalami kerusakan hanya ditambal saja. Pada­hal jalan tersebut sudah selayaknya diperbaiki seca­ra­­ keseluruhan. Di­perparah lagi dengan pengguna jalan yang membawa kendaraan yang muatannya me­lebihi kapasitas, tentu saja jalan semakin hancur. Se­lain itu faktor alam juga menjadi penyebab keru­sakan badan  jalan, seperti tanah longsor, gem­pa bumi, dan banjir.

Tidak Menunggu Tour de Singkarak!

Berangkat dari penga­laman yang lampau, peme­rintah, baru berini­siatif untuk memperbaiki jalan ketika pergelaran Tour de Singkarak saja. Hal itu terli­hat, ketika akan digelarnya balap sepeda skala inter­nasional tersebut, daerah-daerah yang merupakan tempat lintasan yang dilalui ajang bergensi ini mulai berbenah diri untuk mem­perbaiki jalan. Seandainya tradisi ini yang terus diles­terikan pemerintah, maka banyak masyarakat yang merasakan sengsara akibat jalan rusak.

Berhubung Tour de Sing­­karak digelar pada bu­lan Oktober mendatang, maka masyarakat harus me­nunggu 4 bulan lagi untuk dapat menikmati jalan mu­lus. Seharusnya, pemerintah tidak perlu menunggu per­gelaran tahunan itu dihelat untuk memperbaiki ruas jalan yang menganga. Peme­rintah harus memperbaiki jalan ketika ada yang rusak. Karena jalan merupakan sarana kebutuhan masya­rakat yang harus diper­hatikan oleh pemerintah.

Sudah selayaknya, pe­­­me­rintah telah me­mulai me­lakukan per­baikan ru­as jalan yang rusak, ter­utama jalan yang­ meng­hubungkan antar­kota, tan­pa harus me­nung­gu di­helatnya Tour de Sing­ka­rak terlebih dahulu. Se­hingga, per­bai­kan jalan ti­dak­ ter­kesan kegi­atan ta­­hu­nan saja oleh masya­ra­­kat.

Selain pemerintah harus memperbaiki ruas jalan yang rusak, pemerintah me­la­­lui instansi terkait harus menertibkan pengguna ja­lan yang menyebabkan ke­ru­sakan jalan. Contohnya mener­tibkan truk yang mem­­bawa muatan yang me­le­bihi kapasitas yang diper­bolehkan. Truk yang mem­bawa muatan melebihi ka­pa­sitas ini sangat cepat mem­buat badan jalan men­jadi rusak. Seperti jalan ber­lubang dan jalan ber­gelom­bang atu jalan yang tidak rata. Pengemudi harus sadar juga bahwa membawa ken­daraan yang muatannya melebihi kapasitas sangat berbahaya karena bisa me­n­ye­babkan kecelakaan.

Penutup

Permasalahan jalan yang­ rusak bukan hanya menjadi tanggung ja­wab pemerintah semata, me­lain­kan men­jadi tugas semua elemen masyarakat untuk merawat jalan agar tidak rusak. Kar­na Jalan milik kita semua. Oleh karena itu, setiap peng­­guna jalan harus bisa menggunakan jalan dengan baik. Jika jalan rusak pasti­nya akan sangat meng­gang­gu­ kenyamanan dan me­ngan­cam keselamatan bagi kita seba­gai pengguna jalan.

Semoga dengan tulisan ini,­ pemerintah tergerak hatinya untuk memulai mem­­­perbaiki ruas jalan yang rusak, sehingga hasil dari perbaikannya bisa kita nikmati bersama. Apabila perbaikan sudah terea­lisa­si, penulis berharap kepada masyarakat pengguna jalan untuk lebih tertib meng­gunakan jalan sesuai de­ngan aturan yang ada se­hing­ga jalan yang rusak seperti sekarang ini tidak terulang untuk ke­dua­ka­linya. ***

 

IKHWAN IKHSAN
Pimpinan Redaksi Gema Justisia FH-Unand

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]