Dipicu Masalah Pribadi di Masa Lampau


Rabu, 24 Juni 2015 - 19:01:42 WIB
Dipicu Masalah Pribadi di Masa Lampau

Kapolres turun tidak sendirian, ia didampingi oleh dua orang Perwira Menengah di Mapolres Pa­sa­man. Dalam kun­jungan itu, Kapolres AKBP Ago­eng kepada wartawan me­nye­butkan, ia pun tidak men­dapatkan informasi mengenai per­sediaan beras di gudang Bulog tersebut.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 126 Orang

“Saya curiga, kenapa in­f­or­masi ketersediaan beras di Bulog Pasaman tidak boleh diketahui, baik war­tawan maupun polisi. Saya tanya sama kepala gudang, sewaktu Sidak Selasa (23/6) kemarin, katanya harus meminta izin ke Kepala Bulog di Bukittinggi,” tegas Kapolres Pasaman, AKBP. Agoeng S Widayat. Sementara itu, pihak kepolisian telah menunjuk Tim Penyidik untuk me­nangani kasus dugaan pe­ngan­caman dan tindak ke­ke­rasan terhadap wartawan itu.

Dalam surat nomor SP2­­HP/58/VI/2015/Res­krim itu ditegaskan Kasat Reskrim Polres Pasaman, AKP Syaiful Zubir telah menunjuk empat orang unit lidik III Sat Reskrim selaku penyelidik. Nantinya empat per­sonel ini bakal mela­kukan proses penyelidikan dalam waktu tujuh hari. “Jika diperlukan, dapat ditambah tujuh hari lagi untuk penyelidikan. Nanti­nya kasus ini bakal dapat disimpulkan apakah bisa masuk ke tahap penyidikan atau tidak,” kata AKP Syai­ful.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Pasien Positif Bertambah 94 Kasus

Kapolres Pasaman, AK­BP. AS Widayat berjanji akan menuntaskan kasus tersebut. Tidak ada per­bedaan di muka hukum, kalau nanti terbukti ber­salah maka akan dikenakan dan diancam sesuai dengan hukum yang berlaku. Sebelumnya, dua orang wartawan, Willian Abib, wartawan Padeks dan Yune­frizal dari Sumbar Post, diduga  mendapatkan pe­ngan­caman dan di­ha­langi saat bekerja men­jalankan tugas kewar­tawanan di gu­dang Bulog Pasaman oleh seseorang yang diketahui bernama Yel. Terakhir, Yel diketahui rekanan pendis­tri­busian Raskin di Pasa­man, yang menjadi mitra Bulog.

Ketika Haluan meng­hubungi Yel, ia mengaku tidak mengancam war­ta­wan, melainkan menge­luarkan kata-kata kasar un­tuk Ical, yang merupakan wartawan. Yel sendiri kepada se­jum­lah wartawan mengaku, dirinya nekat ajak Ical adu jotos, karena persoalan pri­badi yang telah lama terjadi.

“Ical itu satu tim dengan saya, dia pernah pakai kursi saya, pinjam uang dan me­makai akse­soris mobil, tapi tidak dikembalikan sampai saat ini. Saya tidak ada ajak wartawan untuk ber­kelahi, apalagi meminta wartawan paling bagak,” jelas Yel.

Ketika dikonfirmasikan kembali ke Ical, yang juga ang­gota PWI itu, ia mem­bantah pernah meminjam uang ke Yel, meski dirinya hidup dalam kese­der­ha­naan. “Jelas itu bisa pen­cemaran nama baik,” ujar Ical ke rekan-rekan media. (h/tim)

BERITA POPULER Index »


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]