SIDANG DUGAAN SUAP ALIH FUNGSI LAHAN

Kasus korupsi dugaan suap alih fungsi lahan yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun ke meja hijau dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Saat pembacaan vonis, massa pendukung Annas berunjuk rasa dan menuntut hukuman yang adil

BANDUNG, HALUAN — Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun, akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun. Ia dinya­takan terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap alih fungsi hutan dan lahan di Riau. Terkait vonis itu, Annas Maamun langsung menyatakan banding. "> SIDANG DUGAAN SUAP ALIH FUNGSI LAHAN

Kasus korupsi dugaan suap alih fungsi lahan yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun ke meja hijau dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Saat pembacaan vonis, massa pendukung Annas berunjuk rasa dan menuntut hukuman yang adil

BANDUNG, HALUAN — Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun, akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun. Ia dinya­takan terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap alih fungsi hutan dan lahan di Riau. Terkait vonis itu, Annas Maamun langsung menyatakan banding. " /> SIDANG DUGAAN SUAP ALIH FUNGSI LAHAN

Kasus korupsi dugaan suap alih fungsi lahan yang menyeret Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun ke meja hijau dan dijatuhi hukuman 6 tahun penjara. Saat pembacaan vonis, massa pendukung Annas berunjuk rasa dan menuntut hukuman yang adil

BANDUNG, HALUAN — Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun, akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama 6 tahun. Ia dinya­takan terbukti bersalah dalam kasus dugaan suap alih fungsi hutan dan lahan di Riau. Terkait vonis itu, Annas Maamun langsung menyatakan banding. " />

Gubernur Riau Divonis 6 Tahun


Rabu, 24 Juni 2015 - 19:06:15 WIB

Vonis terhadap Annas Maamun dibacakan majelis ha­kim yang diketuai Barita Lum­ban Gaol didampingi hakim anggota Marudut Bakara dan Basari Budhi, dalam siang yang digelar di Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (24/6).

Dalam vonisnya, Barita Lum­­ban Gaol mengatakan, Annas Maamun telah terbukti melanggar Pasal 12 hurup b dan Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pem­berantasan Tindak Pidana Korupsi seba­gaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001.

Banding

Terkait vonis itu, Annas Maa­mun langsung menyatakan ban­ding karena dinilai terlalu berat. Setelah mendengarkan vonis hakim, Annas diberi kesempatan untuk mengambil langkah hu­kum. Annas Maamun langsung menyatakan banding setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya.

“Saya menyatakan banding Yang Mulia atas putusan ini,” kata Annas Maamun.

Sementara itu, salah seorang anggota tim kuasa hukum Annas, Eva Nora, juga mempertanyakan vonis tersebut. Pasalnya, ia me­lihat ada keganjilan dalam vonis tersebut. Dalam pernyataannya yang diterima redaksi kemarin, Eva menuturkan, kliennya ditun­tut dengan tiga dakwaan ko­mulatif dan masing-masing dak­waan disusun secara alter­natif, dengan tuntutan 6 tahun penjara,

Sementara itu Jaksa KPK mengatakan, akan berpikir-pikir dulu atas putusan hakim.

Diwarnai Demo

Sidang dengan agenda pem­bacaan vonis Rabu siang ke­marin, juga sempat dihiasi de­ngan aksi demo massa pen­dukung Annas. Aksi tersebut berlangsung beberapa saat sebe­lum sidang dimulai. Massa me­nun­tut putusan putusan paling adil terhadap Annas Maamun dalam perkara tersebut.

Dalam orasinya, koordinator lapa­ngan yang tidak mau dise­butkan namanya, mengatakan bahwa mereka mendukung pem­berantasan korupsi. Namun demikian, mereka tetap me­minta agar Annas Maamun di hukum sesuai dengan aturan.

“Kami juga mendukung pem­berantasan korupsi, tapi kami ingin Pak Annas Maamun dihu­kum sesuai dengan kesa­la­han­nya,” katanya.(bbs/rtc/dtc/ ral/sis)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]