DP KPR Turun, Daya Beli Masih Rendah


Kamis, 25 Juni 2015 - 18:26:35 WIB
DP KPR Turun, Daya Beli Masih Rendah

“Dalam waktu dekat saya belum akan mencari KPR. Sekarang semuanya serba sulit, meskipun uang muka KPR turun, tetap saja uang muka yang diperlukan untuk mem­beli rumah tidak sedikit. Pulu­han bahkan ratusan juta. Belum lagi sekarang bulan puasa, kebutuhan terus me­ningkat jelang lebaran,” ucapnya.

Baca Juga : Palestina Ternyata Tidak Punya Tentara, Ini Alasannya

Hal senada dikatakan Ba­yu, salah seorang warga Kam­pung Jua. Menurutnya, mes­kipun uang muka KPR turun, hal itu belum akan banyak membantu keinginan ma­sya­rakat menengah ke bawah untuk memiliki rumah. “Har­ga kebutuhan pokok saja har­ganya serentak naik sejak BBM tidak subsidi, dan itu sudah memberatkan masyarakat me­nengah ke bawah. Jangankan untuk membayar DP rumah, memenuhi kebutuhan pokok saja sudah payah,” keluhnya.

Belum berdampaknyan aturan baru LTV kepada ma­sya­rakat, khususnya menengah ke bawah, diamini oleh Ketua Real Estate Indonesia (REI) Sumbar, Hendra Gunawan. Meskipun pada dasarnya atu­ran baru LTV akan cukup membantu masyarakat, namun karena kondisi perekonomian secara keseluruhan masih labil, membuat daya beli masyarakat terhadap rumah belum me­ningkat sama sekali.

Baca Juga : Korban Luka Berjatuhan Saat Ribuan Orang Palestina Demo Israel di Kota Nablus

“Aturan itu memang cukup membantu, tapi untuk waktu sekarang pengaruhnya belum akan terasa. Kondisi ekonomi kita secara keseluruhan belum stabil. Ditambah lagi pada Ramadan jelang lebaran, pe­nge­luaran masyarakat Sumbar lebih tinggi dari hari biasa. Kita akan lihat perkem­ba­ngannya setelah lebaran sam­pai enam bulan ke depan,” ucap Hendra.

Terkait diberlakukannya aturan baru LTV tersebut, lanjut Hendra, REI Sumbar belum akan memperbaharui target pembangunan rumah dalam setahun yang dipasang pada angka 10.000 unit. Na­mun, melihat perkembangan situasi perekonomian ke de­pan, penambahan target masih mungkin terjadi apabila eko­nomi ikut membaik.

“Target REI Sumbar masih tetap, dan tetap pula mem­fokuskan pembangunan Ru­mah Sederhana Tapak (RST) untuk kalangan ma­syarakat menengah ke bawah. Lagipula, harga bahan ba­ngunan yang belum stabil karena dolar naik membuat kita tak bisa sem­barangan menambah target pem­ba­ngu­nan. Tapi tentu kita berharap akan ada perbaikan ke depan agar masyarakat lebih mudah memiliki rumah,” tu­tup Hen­dra. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]