Kopertis Wilayah X: Dosen S1 Harus Sudah S2 Akhir 2015


Kamis, 25 Juni 2015 - 18:44:49 WIB
Kopertis Wilayah X: Dosen S1 Harus Sudah S2 Akhir 2015

“Kita beri tenggat waktu hingga akhir 2015 ini. Kalau masih belum bergelar doktor, maka Nomor Induk Dosen (NID) akan kita copot,” te­rangnya.

Baca Juga : Padang Aktifkan Kembali Kampung Nelayan untuk Tempat Karantina Covid-19

Hanya saja Kopertis tetap memberi dispensasi kepada dosen S1 yang benar-benar sedang menyelesaikan kuliah S2. “Kalau yang baru akan melanjutkan S2 pada akhir tahun nanti kita tidak akan beri kelonggaran, NID dosen terse­but kita cabut saja,” ung­kap­nya.

Hal ini dilakukan kata Ganfri, seiring dengan langkah untuk meningkatkan kualitas dan lulusan Perguruan Tinggi (PT). Dengan masih banyak­nya dosen bergelar S1 yang mengajar mahasiswa S1 itu terkesan tidak etis.

Baca Juga : Pemuda Villa Indah Padang Bagi-bagi THR, Pakai Cara Tak Biasa

“Seharusnya yang meng­ajar S1 adalah S2 dan begitu selanjutnya, kalau S1 yang mengajar S1 tidak bagus,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Riset Teknologi dan Pendi­dikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menegaskan untuk tena­ga dosen yang mengajar di universitas harus bergelar Doktor. Langkah ini dilakukan Kemenristek Dikti untuk me­ng­genjot Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang lebih berkualitas.

Menristek Dikti M Nasir kepada wartawan menuturkan, ini sesuai dengan Undang Undang (UU) guru dan dosen nomor 5 tahun 2005, dimana mahasiswa S1 minimal harus diajar oleh tenaga pendidk bertitel S2, sedangkan untuk S2 harus diajar oleh S3. Namun, kenyataannya masih banyak mahasiswa S1 yang diajar oleh dosen jebolan S1.

“Kalau seperti ini ‘jeruk makan jeruk’ namanya, jadi tidak boleh lagi. Kalau ini tetap ada, itu tidak boleh lagi menjadi dosen. Apabila tetap ada sanksinya, mata kuliah yang diajarnya tidak berlaku,” ujar Menristek Dikti M Nasir. (h/mg-isr)

BERITA POPULER Index »


BERITA TERKINI Index »

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]