Berakhirnya Penantian 16 Tahun La Roja


Kamis, 25 Juni 2015 - 18:54:11 WIB
Berakhirnya Penantian 16 Tahun La Roja

Terakhir kali Chile mampu melewati perempatfinal ada­lah di edisi 1999, saat me­ngalahkan Kolombia 3-2 di babak itu sebelum kalah adu penalti di semifinal dari Uru­guay. Saat itu Chile masih diperkuat duo striker topnya, Marcelo Salas dan Ivan Za­morano.

Baca Juga : Bikin Liverpool Frustrasi, Real Madrid Tembus Semifinal Liga Champions

Setelahnya prestasi Chile maksimal hanyalah perem­patfinal pada 2001, 2007, dan 2011. Di tahun 2004 Chile langsung tersingkir di fase grup. Kini peluang Chile untuk merebut trofi per­dananya terbuka lebar sete­lah di semifinal “hanya” akan menghadapi antara Peru atau Bolivia.

Seperti dikutip dari Mis­terchip, kemenangan Chile itu juga memperpanjang rekor kemenangan tuan ru­mah melawan juara bertahan Copa America menjadi 15 berbanding 8.Sementara itu, Uruguay menambah buruk catatan mereka saat mela­wan tuan rumah dengan status juara bertahan. Dari 12 pertemuan, tujuh kali mereka menderita keka­lahan. Sisanya empat kali menang dan satu imbang.

Baca Juga : Timnas Indonesia Pastikan Uji Coba dengan Oman

Pelatih La Roja Jorge Sampaoli menyebutkan bah­­­wa jalannya per­tan­di­ngan berjalan sesuai ke­inginan mereka. Chile dicatat oleh Soccernet bisa mendominasi pertandingan. Mereka mela­kukan penguasaan bola sebesar 80 persen, melepaskan sepakan ke gawang sebanyak 15 kali, dan tujuh di antaranya tepat sasaran.

Uruguay memang bermain dengan 10 orang sebelum gol Isla di menit 81, karena Edison Cavani mendapatkan kartu ku­ning kedua pada menit 63. La Celeste harus bermain dengan sembilan orang usai Jorge Fucile diacungi kartu merah pada menit 88.

Baca Juga : Neymar Konfirmasi Perbarui Kontrak dengan PSG

“Mengalahkan Uruguay me­ru­pakan langkah yang me­nen­tukan dan penting, karena di babak seperti ini Uruguay meru­pakan lawan yang sulit untuk semua tim,” kata Sampaoili di situs resmi Copa America.

“Chile memetik kemenangan melawan tim sulit yang tak per­nah cuma pasrah untuk memetik hasil imbang. Kami menga­lahkan lawan yang sa­ngat bagus dan bermain baik, meski gagal banyak membuat peluang saat mendominasi permainan kami menikmati laga. Pertandingan berjalan seperti yang kami harapkan. Jika kami tak men­cetak gol cepat, maka laga menjadi ru­mit,” imbuhnya.

Baca Juga : Gegara Lonjakan Kasus Covid, Kirab Obor Olimpiade di Osaka berlangsung di Taman dan Tanpa Penonton

Pelatih La Celeste Oscar Tabarez menilai timnya di­perlakukan tidak adil. Ke­pu­tusan kartu merah untuk Ca­vani ini dinilai oleh Tabarez tidak adil. Sementara untuk kartu merah Fucile, didapat karena melakukan tekel yang membahayakan pada Alexis Sanchez.”Ada suatu hal yang tak adil untuk pihak kami. Saya sudah melihat televisi dan foto, mengenai kejadian se­benarnya,” kata Tabarez di Reuters. (h/mg-san)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]