Tersangka Siapkan Pesan Sebelum Membunuh


Kamis, 25 Juni 2015 - 19:11:27 WIB

Wartawan peliput-pun tak boleh mendekat. Me­re­ka hanya bisa mengambil momen demi momen kasus pembunuhan itu dari luar pagar rumah cat putih dengan dua lantai tersebut. Kegiatan re­kons­truksi ini sendiri ber­langsung di beberapa tempat, seperti rumah orang tua ter­sang­ka, tempat hiburan ka­raoke Teebox, hingga Polresta Padang.

Ada yang menarik dalam rangkaian 69 adegan yang dilaksanakan dalam rekons­truksi yang awalnya cuma diseting 32 adegan. Di adegan pertama, tingkah tersangka sudah menyiratkan sebuah persiapan melalui pesan yang ia rekam sendiri. Melalui rekaman video selfie, ia menyam­paikan pesan untuk keluarga korban dan keluarganya yang meminta kedua belah pihak untuk meng­ikhlaskan apa yang telah terjadi dan tidak mencari keduanya. Ia juga meminta keluarga untuk merawat anak-anak mereka. Video berdurasi empat menit itu dibuat tersangka di kediamannya di Jalan Singgalang V No 7 dekat RS Ibnu Sina, Gunung Pangilun.

Pada adegan selanjutnya, tersang­ka mengirim pesan singkat (sms) kepada korban yang tengah berada bersama teman kantornya di salah satu room di Teebox lantai 2 (213). Dalam sms tersebut, tersangka meminta korban agar menemuinya di rumah Koto Marapak, tanpa membawa anak-anaknya.

Di TKP, tersangka memperaga­kan mendorong korban hingga ter­jatuh. Hal ini dilakukan karena korban menolak untuk rujuk kepada tersangka. Kemudian adegan selan­jutnya, tersangka mengambil sebilah pisau yang berada di atas bopet bagian jepala tempat tidur dan langsung menikam korban tepat di bagian dada sebelah kanan. Setelah itu tersangka mendorong korban hingga jatuh dan pisau yang menan­cap di dada korban pun terlepas. Setengah menyeret, korban pun memindahkan korban ke tangga dan menyandarkannya untuk kemudian diangkut ke mobil. Dari situ, ter­sangka bergerak ke Timur Kota Padang, hingga akhirnya terhenti di sebuah SPBU di Sarolangun, Jambi.

Adegan di di Sorolangun, dire­kons­truksi di Mapolresta Padang. Beberapa adegan diperagakan oleh tersangka, mulai tersangka mem­buang tas korban hingga akhirnya ditangkap oleh anggota Polsek Singkut menggunakan mobil Suzuki Katana BA 1320 AT.

Pantauan media, proses rekons­truksi ini berjalan lancar dan aman dari awal hingga akhir. Khususnya di TKP pembunuhan (Koto Mara­pak), terlihat warga yang ingin menyaksikan proses pembunuhan ini berdatangan memadati lokasi.  Kedatangan tersangka ke lokasi tersebut pada pukul 09.35 WIB dikawal ketat oleh petugas dengan menggunakan mobil Barakuda. Ruas Jalan yang biasanya menjadi perlintasan angkot, ditutup saat rekonstruksi dimulai.

Tersangka juga didampingi oleh kuasa hukumnya saat rekonstruksi berlangsung. Ilmul terlihat masih lemas dan agak trauma, airmatanya sekali-sekali keluar dan keringatnya bercucuran. Tak jarang ia juga mem­baca kalimat-kalimat istighfar. Sementara, beberapa orang keluarga korban juga terlihat mengikuti dan menyaksikan langsung momen-momen tragis ini.

Kapolresta Padang, Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kasat Reskrim AKP Abdus Syukur me­ngatakan dari pemeriksaan dan rekonstruksi kasus ini, kuat dugaan motif utamanya kasus pembunuhan kasus ini adalah karena sakit hati. “Tersangka meminta korban untuk kembali rujuk, namun korban tidak mau,” ujar Abdus Syukur.

Abdus Syukur juga mengatakan bahwa saat ini sudah ada tujuh saksi. “Setelah rekonstruksi selesai kami akan kirim berkas ke kejaksaan (tahap I),” jelasnya.

Sedangkan, rekaman video selfie yang dibuat tersangka ditemukan pihak kepolisian setelah Ilmul Khaer ditangkap dan dibawa ke Padang dari Kabupaten Sarolanun, petugas belum bisa memastikan jika hal ini dikaitkan dengan pembu­nuhan berencana atau bukan. “Biar pengadilan yang mengungkapnya. Yang jelas rekaman tersebut bisa dijadikan petunjuk. Dari perbua­tannya itu, tersangka dijerat pasal 338 Juncto pasal 340 KUHP, de­ngan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujar Abdus Abdus Syukur. (h/mg-fds)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Juli 2020 - 10:44:49 WIB

    Lehar, Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah Maboet Meninggal Dunia

    Lehar, Tersangka Kasus Pemalsuan Surat Tanah Maboet Meninggal Dunia HARIANHALUAN.COM - Tersangka Lehar dalam kasus pemalsuan surat dan penipuan surat meninggal dunia di RSUP M. Djamil Padang, Kamis (2/7/2020) malam sekitar pukul 22.10 WIB..
  • Rabu, 30 November 2016 - 01:21:59 WIB
    KORUPSI IAIN IMAM BONJOL

    Jaksa Segera Tetapkan Tersangka Baru

    PADANG, HALUAN — Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar terus memeriksa sejumlah saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk lahan Kampus III IAIN Imam Bonjol Padang. Diperkirakan, menje.
  • Senin, 29 Agustus 2016 - 18:20:05 WIB

    Setelah 120 Hari Ditahan, Tersangka Korupsi Rumdin Walikota Padang Panjang Bebas

    Setelah 120 Hari Ditahan, Tersangka Korupsi Rumdin Walikota Padang Panjang Bebas PADANG PANJANG, HALUAN-Setelah 120 hari menjalani masa tahanan, akhirnya Richi Lima Saza, tersangka dugaan Kasus Korupsi Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Padang Panjang, keluar demi hukum dari sel tahanannya di Polres Padang Pan.
  • Rabu, 10 Agustus 2016 - 16:08:24 WIB

    Pedagang Teh Poci Jadi Tersangka Penjual Narkoba

    Pedagang Teh Poci Jadi Tersangka Penjual Narkoba PADANG, HALUAN- Satuan Narkoba Polresta Padang kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Kota Padang. Kali ini tersangka Fitriani (34) yang terbukti menggunakan narkoba jenis sabu berhasil diringkus. Ba.
  • Sabtu, 25 Juni 2016 - 07:46:16 WIB
    Polisi Temukan Sabu-sabu dan Uang Palsu

    Tiga Tersangka Curanmor Ditangkap

    Tiga Tersangka Curanmor Ditangkap PADANG, HALUAN — Polresta Padang berhasil mengangkap tiga tersangka yang diduga melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dari tersangka ini, polisi juga menemukan sabu-sabu dan uang palsu..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]