Warga Sorot Sampah dan Traffic Light Rusak


Jumat, 26 Juni 2015 - 19:14:35 WIB
Warga Sorot Sampah dan Traffic Light Rusak

Ia mengambil contoh kota Payakumbuh yang tidak seka­dar memiliki komitmen kuat untuk mewujudkan ke­bersihan di kota itu. Akan tetapi seka­ligus komitmen itu disertai dengan tindakan tegas seluruh jajaran aparatur pemko Pa­yakumbuh untuk senantiasa peduli terhadap kebersihan ko­ta. “Saya menyaksikan sen­diri, budaya peduli keberishan kota di kalangan masyarakat, ter­bangun di kota Pay­a­kum­buh,” katanya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 101, Sembuh 158, dan Meninggal Dunia 4 Orang

Begitu juga masalah keter­batasan armada angkutan sam­pah kota Bukititnggi ke Paya­kumbuh sebagai TPA (Tempat Pembuangan Akhir) juga men­jadi persoalan tersendiri, se­hing­ga penanggulangan ma­salah sampah di kota Bukit­tinggi dinilai belum optimal dan efektif.

Kemudian pada bagian lain, ia juga menyorot masalah lampu pengatur lalu-lintas yang sudah banyak rusak. Hal ini telah berlangsung cukup lama dan tidak ada perbaikan yang maksimal. Pada hal, di kota Bukittinggi cukup banyak perisimpangan yang rawan kecelakaan dan butuh lampu pengatur lalu lintas yang me­madai. “Keadaan ini seperti dibiarkan berlarut-larut dan tak tampak upaya perbaikan dari pihak pemko sama sekali,” ujar Pak Kari.

Baca Juga : Hasil Dua Operasi Polda Sumbar, Ratusan Tersangka Sudah Ditangkap

Menanggapi hal ini, H Tris­mon mengatakan, infor­masi dari Pak Kari pada prin­sip­nya sebagai masukan, ada­lah sangat baik untuk kema­juan kota ini ke depan, teru­tama bidang keber­sihan dan masalah lampu pe­ngatur lalu-lintas. Namun, juga perlu disa­dari oleh masyarakat, bahwa jajaran aparatur pemko bekerja sesuai mekanisme dan system yang ada.

“Sering terjadi, petugas sudah mengangkut sampah dan bak penampungan semen­tara sudah kosong dan bersih. Namun tiba-tiba kemudian, masyarakat membuang sam­pah seenaknya, bahkan tidak masuk ke dalam bak sampah. Ini yang menjadi masalah, sehingga masih terlihat sam­pah berserakan, padahal petu­gas kebersihan sudah bekerja sesuai tanggungjawabnya,” kata Trismon.

Baca Juga : Wabup Pasaman Sabar AS Minta PMI Jaga Ketersediaan Stok Darah

Menurut Trismon, disatu sisi kritik masyarakat diper­lukan demi kemajuan kota ini ke depan. Oleh karena itu, pemerintah menerima kritikan ini dengan lapang dada sebagai masukan. Namun warga kota juga dituntut partisipasinya da­l­am usaha mewujudkan kehi­dupan bermasyarakat yang lebih baik.

Sementara itu, megnenai masalah lampu pengatur lalin yang rusak, Ibentaro Samudera mengakui sebagian besar lam­pu pengatur lalin sudah dalam keadaan rusak berat. Me­ngi­ngat traffic light ini adalah proyek Pemerintah Pusat, maka Pemko terkendala mem­perbaikinya disamping bi­ayanya yang cukup besar.

Baca Juga : Operasi Antik Singgalang 2021 di Pasaman, 20 Paket Ganja Kering Diamankan

“Seluruh trakficlight di setiap persimpangan, bekerja dalam satu system. Jika terjadi kerusakan satu unit, itu akan rusak seluruh kota. Kerusakan system ini sudah cukup parah di Bukittinggi. Kita sudah beberapa kiali menyurati Pu­sat, tetapi sampai sekarang be­lum ditanggapi,” jelas Ibentaro Samudera.

Namun demkian, dalam hal ini Pemerintah Pusat telah menganggarkan 2016 nanti, perbaikan secara menyeluruh dengan alokasi dana sebesar Rp 7,5 milyar. “Jadi memang, saat ini kita hanya bisa mem­perbaiki secara tambal sulam, dan itupun mengharap dana dari APBD-P nanti,” tambah Ibenntaro.

Tim Ramadhan 10 yang di­pimpin Wakil Ketua DPRD Bukittinggi H Trismon, ini juga menyertai sejumlah pejabat SKPD, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan, Ibentaro Samudera, Kepala Badan Pe­nanggulangan Bencana dan Pema­dam Kebakaran (PB­PK)Da­spul, UnifaHarianto, Syaiful Effendi dan sejumlah pejabat lainnya. (h/sms)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]