Tidak Menyentuh Masyarakat Pinggiran


Ahad, 28 Juni 2015 - 19:25:37 WIB

Kunjungan TSR I yang di­pim­pin Bupati Dhar­mas­raya H.Adi Gunawan, di Koto Salak, salah seorang warganya bernama Jeky, mahasiswa semester IV Jurusan Akuntansi Unand yang tidak punya bapak dan ibu lagi, juga tidak tersen­tuh oleh BAZ. Padahal Jeky, punya nilai yang cu­kup tinggi yaitu 3,02. “Pak bupati, apa yang  bisa pe­merintah membantu saya dalam kuliah, kalau nilai saya 3,02, saya tidak punya orang tua lagi,” katanya kepada bupati, saat turun bersama TSR beberapa hari lalu.

Bupati menegaskan, bah­­wa pada Dinas Pendi­di­kan Pemuda dan Olahraga (Dis­­pora) juga ada bebe­rapa program bantuan un­tuk para pelajar dan ma­hasiswa, seperti mahasiswa berprestasi, kemudian pada BAZ juga ada beberapa program untuk membantu para mahasiswa yang tidak mampu dan berprestasi.

Ia minta Jeky segera memasukkan proposal apa­kah itu ke Dispora atau ke BAZ Dharmasraya, kemu­dian tim akan mem­veri­fikasi apakah Jeky layak mendapatkan bantuan apa tidak, kalau dapat nanti juga akan dijelaskan programnya seperti apa.

Begitu pula ketika kun­jungan TSR I ke Masjid Bai­turrahman, Jorong Sungai Ka­puk, Lubuak Karak, war­tawan yang mendampingi bupati juga mendapatkan ada salah seorang warga setempat, sakit pencernaan yang tidak lancar dan perut­nya sudah menggembung, akibatnya Tomi (7), yang sudah ditinggalkan ibunya untuk selamanya dan ba­pak­nya sudah mem­per­sunting wanita lain itu, harus tinggal bersama etek­nya (adik ibunya, red) de­ngan kondisi terbaring.

Sepertinya ia sangat  butuh bantuan dan uluran tangan dari dermawan atau pemerintah, yang jelas tentu pemerintah dulu yang akan bergerak untuk membantu Tomi yang sudah beberapa tahun terbaring dengan sa­kit yang dideritanya.

Setelah selesai acara TSR di Masjid Baitur­rah­man, kemudian para war­tawan membawa bupati untuk mel­ihat kondisi anak itu, bupati minta dibantu oleh BAZ, begitu pula Di­rektur RSUD H. Armayani yang ikut dalam rombongan dimin­ta untuk dapat mem­bantu pe­ngurusan di RSUD, sedang­kan untuk membawa anak tersebut ke RSUD, Walinagari setem­pat diminta untuk membawanya.

Dari dua kasus tersebut, jelas sekali bahwa BAZ hanya menunggu bola, ka­laupun ada sosialisasi dari mulut ke mulut, itupun hanya untuk warga yang ada di sekitar Kantor BAZ, sedangkan beberapa pro­gram BAZ, tidak akan dike­tahui oleh warga pinggiran seperti Tomi dan Jeky.

Kalau dilihat dari dana yang terkumpul oleh BAZ Dharmasraya, jumlahnya tidak tangung tanggung, apa­bila dana tersebut berjalan dengan baik, maka tidak aka nada orang miskin di Dhar­masraya lagi, tetapi sepe­r­tinya pengurus BAZ lebih bangga dengan jumlah angka yang ada dalam re­kening daripada dana bergulir, be­lum lagi bunga bank yang mengendap pada rekening.

Sekretaris Baznas Dhar­masraya, Kaspul, yang di­konfirmasi wartawan me­jelaskan, bahwa dana BAZ sudah disalurkan menurut petunjuk penggunaannya, kalau untuk orang miskin atau jompo sudah ada setiap jo­rong mendapat jatah tiga orang, belum lagi dana ban­tuan pendidikan dan bedah rumah.

Dana BAZ setiap bu­lannya kata Kaspul, masuk sekitar Rp250 juta, se­dang­kan dana bunga bank be­lum dapat dimanfaatkan karena belum ada petunjuk peng­gunaan­nya. Ia minta juga kepada walinagari juga pro aktif dalam mem­beri­kan informasi kepada pe­ngurus BAZ apabila terjadi hal hal yang ganjil di naga­rinya seper­ti kejadian Tomi. (h/mdi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]