Sumbar Ikuti Pameran Foto di Australia


Ahad, 28 Juni 2015 - 19:36:30 WIB

Yenny Narny adalah Do­sen Jurusan Sejarah di Fakul­tas Ilmu Budaya yang sedang menempuh Pendidikan S3 di Deakin University.

“Minang Aperture Com­­munity diberi kesem­patan untuk menampilkan 36 karya photography di  acara Indo­nesia Council Open Co­n­ference/ICOC  yang akan diadakan  di Universitas Deakin di kam­pus Wa­ter­front di kota Gee­long Mel­bourne, negara bagian Vic­toria, Australia pada tang­gal 2 dan 3 Juli mendatang. Alfred Deakin Research Institute for Ci­tizen­ship and Glo­ba­lisa­tion (ADRICG) dan School for Humanities and Social Studies (SHSS) akan men­jadi tuan rumah bagi kon­ferensi internasional yang menjadi ajang diskusi dan presentasi mengenai perkem­bangan studi me­ngenai In­done­sia ini.,” kata Yenny dalam relisnya kepada Ha­luan, Minggu (28/6).

Ke-36 karya photo ter­sebut menggambarkan ten­tang budaya dan kegiatan keseharian masyarakat Mi­nang­kabau. Judul dari pa­meran itu adalah West Su­ma­tran: People and Culture.

Karya-karya photo ter­se­but di antaranya me­nam­pilkan beberapa ikon ranah Minang, seperti Istano Pa­garuyang dan Jam Gadang di Bukittingi. Karya beri­kutnya menampilkan ten­tang ke­giatan budaya, se­perti Baralek Gadang, Pacu Itiak di Payakumbuh dan Pacu Jawi di Batusangkar. Be­berapa karya menarik lain­nya adalah tentang ke­giatan keseharian dari ma­syarakat yang berada di ranah Mi­nangkabau. Para pho­to­gra­pher ini berhasil me­­nangkap berbagai mo­ment menarik dari berbagai kegiatan ke­seharian yang dilakukan masyarakat, se­perti  bertani, berdagang, menangkap ikan hingga kegembiraan anak-anak bermain dengan alam dan lingkungannya.

Menurut Zairi Waldani salah seorang photographer yang akan hadir pada pame­ran itu, adanya peluang untuk me­nam­pil­kan karya anak bangsa du­nia inter­nasional adalah kesem­pa­tan yang langka.

“Pemerintah dan stake­holder terkait harusnya mendorong kegiatan ini secara menyeluruh dan berkelanjutan, karena gam­bar yang terekam oleh ka­mera itu memiliki seribu makna yang bahkan kadang ke­kuatan makna yang di­tam­pilkannya melebihi ke­kuatan gerak dan kata-kata. Kekuatan gambar ini ha­rusnya dapat berperan pen­ting dalam mendorong ke­giatan pelaksanaan pem­bangun pariwisata, karena mampu memberikan re­ferensi  pengetahuan ten­tang Indonesia umumnya dan Sumatera Barat khu­sus­n­ya ke dunia dunia inter­nasional,” katanya.

Karya photo ini akan tampil bersamaan dengan penampilan 100 makalah yang membahas tentang In­do­nesia. Menurut Dr. Jemma Purdey, Ketua Pe­nyel­enggara Konfrensi In­ter­nasional ini me­nye­but­kan, 40 persen dari makalah itu ditulis oleh para inte­letual yang berasal dari Indonesia, baik mereka yang sedang menempuh pendi­dikan di Australia maupun yang da­tang lang­sung dari Indonesia.

Hal ini memper­lihat­kan bahwa menyurut hubu­ngan antara Indonesia dan Aus­tralia  tidak meng­halangi para peneliti untuk mem­bahas berbagai topik me­narik tentang Indonesia dari berbagai sudut pan­dang, seperti politik, eko­nomi, budaya, bahasa dan sastra. Beberapa isu penting  lain­nya, seperti tentang hak asasi dan tindak kekerasan di­masa lalu akibat keka­cauan politik, khususnya yang terjadi di tahun 1965 juga men­da­patkan per­ha­tian khusus pada konfrensi ini. (h/rel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]