Tak S2, Dosen UNP Dialihfungikan Jadi Staf Administrasi


Ahad, 28 Juni 2015 - 19:40:09 WIB

“Kalau tidak juga me­nun­taskan program doktor­nya maka yang bersang­kutan akan kita pindahkan menjadi staf administrasi dengan artian Nomor Induk Dosen (NID) akan dica­but,” jelasnya kepada Ha­luan.

Langkah ini diambil UNP sehubungan penega­san yang dilakukan Kemen­terian Ristek dan Dikti, bahwa untuk staf pengajar S1 minimal harus S2 dan untuk S2 harus S3. Keten­tuan ini untuk mening­katkan kembali Sumber Daya Manusia (SDM) lu­lusan perguruan tinggi.

Dikatakan Yanuar, un­tuk UNP saat ini dosen yang masih bergelar S1 masih tersisa sekitar 4 - 5 persen dari total dosen PNS di UNP 1.114 orang.

“Ini masih tinggal ini yang terbilang dosen senior. Jadi, kita dari UNP tetap mendorong agar mereka segera menuntaskan prog­ram S2 nya,” terang Yanuar.

Sebelumnya, Kopertis Wilayah X memberikan tenggat waktu kepada dosen yang masih bertitel Sarjana (S1) hingga akhir tahun ini untuk menyelesaikan studi S2 nya.

Koordinator Kopertis Wilayah X, Ganefri yang dihubungi Halu­an menu­turkan, menginstruksikan kepada dosen yang berada di bawah payung Koperti Wilayah X, Sumbar, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau untuk segera menuntaskan studi S2 nya, karena da­lam Un­dang Undang (UU) gu­ru dan dosen nomor 5 tahun 2005, di mana mahasiswa S1 minimal harus diajar oleh tenaga pendidk bertitel S2, sedangkan untuk S2 harus diajar oleh S3.

“Kita beri tenggat waktu hingga akhir 2015 ini. Ka­lau masih belum bergelar doktor, maka Nomor Induk Dosen (NID) akan kita copot,” terangnya.

Hanya saja Kopertis tetap memberi dispensasi kepada dosen S1 yang be­nar-benar sedang menye­lesaikan kuliah S2. “Kalau yang baru akan melanjutkan S2 pada akhir tahun nanti kita tidak akan beri ke­longgaran, NID dosen ter­sebut kita cabut saja,” ung­kapnya.

Hal ini dilakukan, kata Ganefri, seiring dengan langkah untuk mening­kat­kan kualitas dan lulusan Perguruan Tinggi (PT). Dengan masih banyaknya dosen bergelar S1 yang mengajar mahasiswa S1 itu terkesan tidak etis.

“Seharusnya yang me­ngajar S1 adalah S2 dan begitu selanjutnya, kalau S1 yang mengajar S1 tidak bagus,” jelas­nya. (h/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]