Polisi Terus Buru 4 Tahanan Kabur


Ahad, 28 Juni 2015 - 19:54:32 WIB

Kapolres Sijunjung AKBP Dwi Sulistiawan didampingi Kasat Reskrim Iptu Andreansyah Rithas Hasibuan menyebutkan, beberapa titik rawan yang diduga tempat persembunyian para tersangka terus diintai petugas.

“Kita menduga, mereka (para tersangka, red) masih belum keluar dari Sijunjung, mengingat tidak satupun di an­tara mereka yang mengenali wilayah Sijunjung. Informasi terakhir yang dilaporkan warga kepada kita, salah seorang ta­hanan kabur itu masih berada di kawasan Kecamatan Koto VII. Untuk itu kita masih intensifkan pencarian di seluruh wilayah Sijunjung yang diduga tempat persembunyian mereka,”ungkap Dwi Sulistiawan.

Kapolres berharap, koor­dinasi Polres Sijunjung dengan polsek-polsek dan Polres kebu­paten tetangga diharapkan mam­pu meng­hambat pelarian para ter­sangka kasus curanmor tersebut.

Data yang diperoleh dari Kejaksaan Negeri Sijunjung, tiga dari tujuh tahanan yang kabur tersebut di antaranya Herman Simangunsong (sudah ditangkap), Asro’I (buron), dan Hasan Basri (buron), sudah ber­status narapidana karena sudah divonis 22 bulan oleh PN Sawah­lunto dalam kasus pen­curian L300 di Pasar Tanjung Ampalu.

Tersangka Adi Dores,  pen­curi Colt Diesel milik pensiunan TNI di Kena­garian Sijunjung pada April lalu, disebutkan Pipuk Firman Pri­yadi saat ini berstatus tahanan Hakim, karena masih proses sidang di PN Mua­ro Sijunjung.

Sedangkan Aldi Daniel Ang­gara,  tersangka penggelapan dua buah mobil di Kecamatan Koto VII dan Ka­mang Baru masih titipan Polres Sijunjung. Kasus­nya masih dalam penyidikan.

Salah Tembak

Jajaran Polres Solok Kota juga ikut membantu Polres Sijunjung mengejar empat ta­hanan yang kabur. Namun nahas, terjadi salah tembak oleh oknum polisi di jalan lintas Sumatera Sungai Lasi, Jumat (26/6) sekitar pukul 04.00 WIB. Korban salah tembak ini adalah pasangan suami istri, M Abdul R dan Desi Susanti serta anaknya Anisa Yahya.

Keterangan yang dihimpun Haluan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok Sabtu (27/6) menyebutkan, pada Su­buh itu, Tim Satreskrim Polres Solok Kota melakukan patroli di jalan nasional Sungai Lasi. Pa­troli itu menyusul adanya tahanan Lapas Muaro Sijun­jung yang kabur.

Beberapa personil Polres Solok Kota berpakaian preman  razia di Sungai Lasi kalau-kalau tahanan itu hendak menuju Kota Padang atau Bukittinggi. Berda­sarkan informasi, sejumlah tahanan menggunakan mobil pribadi untuk kabur ke luar kota.

Kebetulan, sebuah mobil meluncur dari arah Sijunjung yang dikemu­dikan M Abdul R yang di da­lamnya ada istrinya Desi Susanti dan anaknya Anisa Yahya, oto­matis Satreskrim yang ikut mem­buru tahanan yang kabur menghentikan mobil itu. M. Abdul tan­cap gas karena dalam pikirannya ada begal motor.

Mengetahui mobil yang di­hen­tikan itu tancap gas, sejumlah orang berpakaian preman tadi mengejar sambil melepaskan tembakan ke udara, sopirpun makin memperkencang lari ken­daraannya karena dalam piki­rannya, dirinya dikejar begal motor. M. Abdul hendak menye­lamatkan diri ke kantor polisi terdekat ataupun Kodim.

Tapi malang bagi keluarga itu, di Saok Laweh lebih kurang 1 km dari pasar Solok kendara­annya berhasil dihentikan se­jum­lah orang yang mengejar tadi setelah istrinya Desi Susanti terkena tembakan bagian paha, sementara Abdul robek ba­gian punggung dan anaknya juga mengalami luka akibat pecahan kaca.

Mengetahui yang dikejar itu bukanlah tahanan, oknum polisi tadi panik dan melarikan korban ke RSUD Kota Solok untuk men­dapatkan perawatan. Karena luka cukup serius dan peluru tidak bisa dikeluarkan, akhirnya pihak rumah sakit merujuk ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sum­bar.

Kapolres Solok Kota AKBP Guntur Hindarsyah yang dihu­bungi Haluan via teleponnya Sabtu sore tidak berhasil. Sum­ber Haluan di Mapolres Solok Kota membenarkan kalau ada anggotanya yang salah tembak. Sekarang oknum polisi yang salah tembak itu sudah diaman­kan oleh Propam Polda Sumbar untuk pemeriksaan.

Tak Sengaja

Kapolda Brigjen Pol Drs Bambang Sri Herwanto me­ngatakan bahwa kejadian itu murni karena faktor ketidaksengajaan.

Menurutnya, hal ini bermula dari laporan adanya tahanan kabur dari Lapas Sijunjung. Seluruh jajaran mela­kukan operasi, razia dan peng­e­jaran. Ketika ada salah satu kendaraan yang distop tapi ken­daraan tersebut tidak mau ber­henti dan malah melarikan diri.

“Petugas pun melakukan pengejaran, dan di situ terjadi kesalahfahaman,”  ujar Bam­bang.

Jenderal bintang satu ini mengatakan, pihaknya tetap akan mengusut lebih lanjut kasus ini.

“Kita akan lakukan peng­kajian, kenapa hal ini bisa terjadi. Ada beberapa orang yang dipe­riksa, terutama petugas yang piket pada saat itu,” papar Bam­bang. Secara resmi pihak polda juga telah mendatangi keluarga korban salah tembak ini untuk meminta maaf. “Biaya pengo­batannya kita yang tanggung,” jelas Bambang. (h/ogi/alf/mg-fds)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]