Pengusaha Bordir Tradisional Terus Bertahan


Senin, 29 Juni 2015 - 18:18:07 WIB
Pengusaha Bordir Tradisional Terus Bertahan

Rismanto yang sudah menekuni usaha Bordir kerancang langsung sejak tahun 90-an itu mem­pro­duksi bordir pakaian se­perti, baju, mukena, jilbab dan lainnya.

Baca Juga : Warga Gunakan Kotoran Sapi Cegah Covid-19, Dokter India: Stop, Itu Bahaya!

Ia menjelas­kan, sistem manual pem­buatan bordir kerancang langsung perajin yang me­ngerjakanya, lain dengan sistem digital yang sudah terprogram, sehingga kuali­tasnyapun juga berbeda.

“Kualitasnya lebih baik kerancang langsung dan harganyapun juga tinggi dibanding dengan sistem digital. Kalau kerancang langsung di jual seharga Rp250 ribu hingga Rp2 juta,” ujarnya.

Baca Juga : Ngeri, 30 Jasad Ditarik dari Tepian Sungai Gangga

Meski kalah bersaing dengan sistem digital dari segi harga dan konsumen yang melirik, namun dia tetap optimistis bisa menyaingi produk digital tersebut.

“Kebanyakan kon­su­men di Padang Panjang ini lebih suka ke produk digital yang impor dari pulau Jawa, namun kami tetap optimis bisa berkompetitif di pa­saran,” katanya.

Ia mengatakan, promosi dan pasar produk tradi­sional itu sangat dibu­tuh­kan, untuk bertahan meng­hadapi Masyarakat Eko­nomi Asean (MEA). “Kami juga mengharapkan bantuan pemerintah dalam mem­pro­mosikan produk dalam negeri, untuk menimbulkan kecintaan masyarakat,” se­butnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Mene­ngah Perindustrian dan Perdagangan Kota P­a­dang Panjang Reflis menga­takan, perhatian kepada pelaku usaha di daerah itu selalu dilakukan oleh pe­merintah setempat.

“Promosi dan pem­bi­naan terus kami lakukan dari setiap produk pelaku usaha, agar bisa bersaing di pasaran, baik itu berupa bantuan dana maupun yang lainnya,” ujarnya.  (h/ans)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]