Perda Larangan Merokok Mulai Maksimal


Senin, 29 Juni 2015 - 18:24:36 WIB

Terwujudnya kesa­da­ran masyarakat, kata Wa­likota, disebabkan se­makin pahamnya ma­sya­rakat akan peraturan da­e­rah yang dilahirkan oleh Dewan Perwakilan Rak­yat Daerah (DPRD) Kota Padang Panjang dalam beberapa dekade ini.

Diantaranya seperti Perda nomor 8 tahun 2009­ tentang rokok, Perda nomor 4 tahun 2012 ten­tangan ketentraman dan ketertiban umum (Tran­tibum) dan Perda nomor 10 tahun 2010 tentang Penyakit Masyarakat (Pe­kat), dapat dirasakan be­gitu berperan terhadap keuntungan banyak sisi bagi masyarakat di daerah berhawa sejuk ini.

Hendri Arnis me­nga­takan, penerapan Perda Trantibum terkait pe­nga­turan berbagai kegiatan yang melibatkan banyak kepentingan umum, se­cara prinsip mengarahkan tata kelola kemasyarakat saling menghargai. Me­lalui Perda tersebut ter­bangun rasa kebersamaan dan saling menghargai antar sesama masyarakat dalam pemanfaatan fa­silitas khalayak ramai.

Demikain juga terkait Perda Pekat yang mem­batasi dan memberantas terjadinya pelanggaran tindak asusila serta mem­bentengi keterpurukan mental dan karakter gene­rasi penerus di kota ber­hawa sejuk itu. Sesuai dengan visi dan misi kota, pemerintah melalui sa­tuan penegak Perda komit menjadikan Kota Padang Pan­­jang yang bernuansa Islami.

Salah seorang warga yang ditemui di kawasan taman kota, Bobby (26) menyebut, terkait pe­ra­turan pada Perda nomor 8 tahun 2009 tersebut sangat bermanfaat diber­bagai sisi kehidupan ber­masyarakat. Tidak lagi ada yang merokok di tem­pat-tempat fasilitas umum seperti rumah sakit, seko­lah, rumah ibadah serta banyak tempat lainnya jelas telah menjaga hak azazi personal masyarakat lainnya secara global.

Selain larangan me­rokok, di taman itu juga terpasang papan berisikan berbagai imbauan yang berkaitan dengan pera­turan daerah tentang kesu­silaan. Imbauan terhadap warga, terutama perem­puan dilarang menge­na­kan pakaian yang terbuka, seperti rok atau celana pendek, juga pakaian tan­pa lengan atau sejenisnya disebutkan salah satu upa­ya membangun budaya malu bagi masyarakatnya.

“Seperti Perda Rokok dan Pekat yang semua orang telah mengetahui isinya, meski belum ada sangsi tegas terhadap pe­langgarannya, namun bagi banyak warga termasuk saya enggan melanggar. Kalaupun melanggar, sa­ma seperti merokok, ka­lau tidak ditegur, paling ditertawakan sama yang lain. Kalau sudah begitu, akan malu sendiri,” ujar Bobby kepada wartawan. (h/one)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]