ZS Gantungkan Harap di Pucuk Beringin


Senin, 29 Juni 2015 - 18:25:28 WIB

Zul juga mengatakan, dengan kondisi Golkar saat ini yang belum mem­beri kepastian hingga awal pen­daftaran calon kepala dae­rah ke KPU, ia siap loncat pagar.

“Ini opsi terakhir yang harus saya pilih. Maju meng­gunakan partai lain dan siap dengan konsekuensi men­jadi anggota partai lain. Bagaimanapun saya masih menggantungkan harapan ke Gol­kar, sulit untuk me­ning­galkan Golkar,” kata Zul usai menyerahkan for­mulir pen­daftarannya ke Ketua Pan­sel Calon Kepala Dae­rah Gol­kar Sum­bar, Yus­man Ka­sim.

Kedatangan Zul ini juga diterima oleh Plt Wakil Ketua DPD Golkar Sum­bar Sawir Taher dan ia juga didampingi birokrat senior Bakri Efendi dan tokoh Pasbar lainnya. Anggota DP­RD Sumbar empat pe­rio­de ini juga mengatakan ia sudah berketatapan hati untuk tetap berpasangan dengan Risnawanto untuk maju di jalur parpol.

“Ini juga menegaskan bahwa koalisi yang terjalin saat ini juga terjadi antara Golkar dan PDIP yang sudah bisa mengusung satu pasang calon. Kemung­kinan berkoalisi dengan partai lain tentu tetap ter­buka,” ucap Zul.

Majunya Zul sendiri seba­gai calon bupati adalah untuk memajukan Pasbar yang masih masuk dalam daerah terisolir. Potensi perkebunan, pertanian hing­­ga kelautan, menjadi sektor yang perlu menjadi perhatian. Selama 11 tahun, Pasbar lepas dari Ka­bu­paten Pasaman, sektor per­kebunan masih dikuasi pe­bisnis dana pusat, belum mampu mensejahterakan masyarakatnya.

“Pasbar yang terkenal dengan Rimbo Pantinya ini tidak hanya harus me­man­faatkan potensi alamnya, tapi juga memanfaatkan birokrasinya. Karena hing­ga kini, PNS masih ter­kotak-kotak, sehingga me­nyulitkan untuk me­man­faatkannya sebagai sebuah potensi,” ucap pria ber­kacamata ini.

Zul yang juga pernah maju di masa Yusuf Lubis dan Syahiran sebagai wakil bupati ini juga menegaskan Bupati Pasaman Barat ada­lah orang yang mampu me­nga­komodasi semua etnis. Pasaman Barat yang men­jadi daerah transmigrasi di masa Soeharto dulu ini, memiliki tigas etnis besar yaitu Minang, Jawa dan Mandailing.

“Pada masa dua ­pim­­­­­pinan se­belumnya, ter­kesan ada ke­lom­pok yang tidak tera­ko­modir. Pe­mim­pin ke depan ha­­rus mengakomodir semua go­longan dan etnis,” ha­rap­nya.

Apa yang menjadi pemi­kiran Zul ini juga menjadi pemikiran Bakar Efendi. Ia mengatakan, sejak dulu hingga kini, Pasbar mem­butuhkan tenaga yang ba­nyak untuk memanfaatkan alamnya yang luas. Untuk menjadi pemimpin Pasbar di­bu­tuhkan orang yang me­ngenal wilayahnya, bukan orang yang tidak mengenal Pasbar seperti bupati-bu­pati pada masa dahulu yang ditempatkan begitu saja oleh pusat.

Ketua Pansel Kepala Daerah Golkar Yusman Kasim, mengatakan, Zul menjadi calon bupati/wali­kota pertama yang me­nye­rahkan formulir pen­daf­taran. Sebagai kader Gol­kar, Zul juga dimintai tugas untuk menjalin ko­munikasi dengan partai lain dalam rangka konsolidasi.

“Karena Golkar yang memiliki 6 kursi, masih membutuhkan tambahan dua kursi lagi,” ucapnya.

ntuk Zul, Yusman juga menyatakan keyakinannya bahwa Golkar akan mem­perjuangkan tokoh muda ini. Karena tidak hanya diminta oleh masyarakat, Bupati Pasbar Baharuddin saat ini juga menyatakan dukungan untuk Zul.

Yusman me­nam­bah­kan, hing­ga 3 Juli men­datang, masing-masing ku­bu Golkar akan membuka pendafatran calon kepala daerah. Dan pada tanggal 5 Juli, Golkar kubu Agung akan menggelar bedah visi misi calon. Nantinya, nama-nama yang dikirim oleh masing-masing DPD akan diputus oleh Tim Pilkada yang sudah dibentuk di pusat.

“Masing-masing pihak harus legowo, jika ada calon yang dikirim tidak dipilih di pusat. Ini sudah menjadi kesepakatan kita bersama,” tutup Yusman. (h/eni)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]