Kemarau, Gagal Panen Mengancam


Senin, 29 Juni 2015 - 18:46:06 WIB
Kemarau, Gagal Panen Mengancam

Se­mentara para petani sawah di berbagai daerah di antaranya Padang dan Pe­sisir Selatan mulai dihantui gagal panen akibat sawah mereka kekeringan.

Ketua Gabungan Ke­lom­pok Tani (Gapoktan) Saiyo, Sungai Sapih, Kota Padang, Syamsuir (63) saat ditemui Haluan Senin (29/6) mengatakan, semenjak dua pekan terakhir petani padi sudah mulai khawatir.

Baca Juga : Hadiri Wisuda TK dan SMP Adz-Zikra, Wako Padang Hendri Septa Beri 'Reward'

Untuk Gapoktan Saiyo saja luas areal yang dimiliki 25 hektare.  Rata-rata usia tanaman padi mereka seki­tar 30 sampai 60 hari masa tanam. “ Kalau tidak men­dapatkan air yang cukup risikonya gagal panen,” tuturnya.

Pompa air yang dida­patkan dari Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Dispernak­bunhut) Kota Padang  me­ru­pakan salah satu solusi menghadapi kemarau, akan tetapi tidak berbanding dengan luas wilayah per­sawahan.

“ Jangkauan pipa hanya 100 meter, sehingga sawah yang mendapatkan air tidak semua­nya,” tandas Syamsuir.

Anwar (37), petani Aie Pa­cah menuturkan, saat ini apapun yang akan ditanami tidak akan dapat tumbuh, lantaran tanah kering. “Jika bendungan  yang ada di daerah Goa Sungai Lareh bisa berbagi pasokan air sama banyak,  antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan irigasi pertanian tentu akan membantu pasokan air sa­wah,” tandas Anwar.

Sementara, Kepala Dinas Dispernakbunhut Kota Pa­dang Heryanto Rustam me­nga­takan, untuk mengantisipasi ancaman gagal panen itu adalah menya­lurkan 60 pompa air ke bebe­rapa titik lokasi pertanian di Kota Padang. Pompa air dapat me­manfaatkan lekuk-lekuk air sebagai tandon pengairan lahan pertanian.

“Pompa air ini diharapkan bisa dimanfaatkan petani secara maksimal,”tutur Heryanto Rus­tam, saat dihubungi Haluan melalui telepon genggamnya, Senin (29/6).

Senada dengan itu, Camat Kuranji Salisma, ikut menga­mini langkah yang ditempuh oleh Dispernakbunhut Padang. Menurutnya, saat ini langkah tersebut adalah cara yang tepat, karena dimanapun aliran sungai mengalami kekeringan akibat kemarau.

Hal yang sama juga dialami petani padi Pessel akibat kema­rau panjang. Setidaknya ribuan hektare sawah milik masya­rakat di Pessel terancam  kekeringan, dikhawatirkan ekonomi masya­rakat akan semakin memburuk, akibat hasil produksi padi seba­gai tulang pungung kehidupan masyarakat diprediksi anjlok  di masa mendatang.

Ratusan hektare sawah milik masyarakat pada  beberapa kenagarian di Pessel mengalami kekeringan dengan luas areal bervariasi, sedangkan  areal sawah yang mengalami kekeri­ngan terparah  terdapat di Kena­grian Setara Nanggalo Tarusan, Batu Hampa Tarusan, sebagian lagi terdapat di Kecamatan Batang Kapas, Sutera, Le­nga­yang,  Ranah Pesisir, kecama­tan Linggo Saribaganti, Pancung Soal, Basa Ampek balai Tapan, Lunang dan lainnya .

Asrizal 47 salah seorang petani warga Batu Hampa Keca­matan Koto XI Tarusan Pessel mengakui, saat ini yang menjadi kendala bagi masyarakat dalam mengarap lahan pertanian, salah satunya sulitnya mendapatkan air sawah, apalagi dipicu dengan tidak berfungsinya irigasi secama maksimal, akibat debit air sungai menyusut (kecil).

Menurutnya, akibat kemarau panjang banyak masyarakat me­ngalih fungsikan lahan dengan berbagai tanaman yang mengha­silkan seperti, tanaman jagung, cabai, pepaya, kedelai, ubi kayu dan lainnya. Tanaman tersebut hasil produksinya  cukup dapat dibanggakan  dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, apalagi tanaman  tersebut kebe­ra­daanya sangat dibutuhkan  dalam kehidupan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Tana­man Pangan dan Hortikultura  dan Perkebunan Pessel Afrizon Nazar, mengakui kondisi saat ini telah terjadi kemarau panjang, pihaknya mengharapkan kepada petani  untuk tetap bisa mema­faatkan lahan yang ada dengan berbagai tanaman yang meng­hasilkan seperti cabai, tomat, bawang merah. Hasil pertanian tersebut diprediksi harganya naik dalam menghadapi Hari Raya Idul Adha 1436 H mendatang.

“ Jangan biarkan  lahan per­tanian tertidur. Bila lahan diman­faatkan dengan baik tentu akan membuahkan hasil produksi yang baik pula,” ujar Afrizon Nazar. ((h/mg-jef/mjn)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]