Ayah Kapten Riri Bermimpi Rumahnya Ramai Didatangi


Selasa, 30 Juni 2015 - 19:48:45 WIB
Ayah Kapten Riri Bermimpi Rumahnya Ramai Didatangi

Saat Haluan me­nyam­bangi kediaman Riri di Kom­­plek Perumahan Do­bok, Batusangkar, suasana di rumah duka terlihat sudah di­jejali pelayat. Karib ka­rabat anak per­tama da­ri lima ber­sau­dara itu me­nyi­ratkan ke­­du­kaan ma­sing-ma­sing. Da­ri in­formasi yang di­kum­pul­kan, korban ber­­sama is­tri­nya, Mega Senja yang asli Am­pa­lu Gurun, Kecamatan Su­ngai Tarab, Kabupaten Ta­nah Datar me­netap di Malang.

Baca Juga : Etika Politik Koalisi PKS dan PAN dalam Menentukan Wakil Walikota Padang

Salah satu adik Riri, Rahmad (24) seperti tak percaya atas musibah yang dialami si kakak yang di­anggapnya penuh tanggung jawab itu. Ia dan keluarganya yang lain berharap ada ke­ajaiban dari musibah ter­sebut karena belum lama berpisah dari abang, begitu Rah­mad biasa menyapa Kap­ten Riri. Menurutnya,  ia baru saja terbang bersama ka­kaknya dari Malang me­nuju Jakarta dengan pesawat komersil.

“Lusa, saya masih ber­sama Abang Riri. Kami sa­ma-sama terbang meng­gu­nakan pesawat komersil dari Malang ke Bandara Sukarno Hatta. Bang Riri langsung ke Medan dengan Hercules itu dan saya ke Padang dan langsung ke kampung di Batusangkar. Abang yang menjadi Kapten Navigator sejak satu tahun belakangan ini biasanya setiap satu bulan sekali selalu berkomunikasi dan memberi kabar ke kam­pung,”harapnya Rahmad (24) sembari menanti kepas­tian atas nasib sang kakak.

Baca Juga : Politik dan Etika Berkelindan dalam Pengisian Jabatan Wawako Padang

Si bungsu Rapid tak ka­lah sedih. Menurut Rapid, ayahnya pernah bercerita pernah bermimpi seminggu yang lalu, bahwa rumahnya ramai didatangi orang. Se­mentara itu, Ayah Kapten Riri, ibunya dan Pak Wo Arma­dius setelah men­da­patkan informasi melalui media televisi bahwa nama putranya tertera sebagai salah satu korban jatuhnya pesawat hercules tersebut pada Selasa sekitar pukul 12.00 WIB, langsung be­rangkat menuju Kota Me­dan melalui Bandara In­ter­na­sional Minangkabau (BIM). Dijadwalkan akan berangkat pagi ini menuju Medan.

Sementara tetangga Riri, Irzahadi di Jalan Minang, Ba­tusangkar juga me­nyebutkan, Riri Setiawan merupakan sosok yang tegas dan alim. “Setiap tiga bulan Riri selalu ke sini, beliau semasa kecil hingga tamat SMA tinggal di sini, baru-baru ini orang tuanya membeli rumah di Perumahan Dobok namun tetap berjualan barang harian dan lontong di sebelah kedai saya ini, Riri per­nah bercerita bahwa istrinya kini tengah mengambil program Dok­ter Spesialis di Padang,” sebut Irza.

Baca Juga : Jangan Terlalu Bersedih Jika Kamu Dihinakan

Terbangkan Prajurit Yon 133/YS

Penerangan Lanud Padang, sendiri merilis Kapten (Pnb) Sandhy Permana merupakan salah satu pilot berprestasi yang dimiliki TNI angkatan Udara. Ketika mengikuti pendidikan Sekkau (Sekolah komando Kesa­tuan Angkatan Udara) angkatan ke-97, ia lulus sebagai yang ter­baik, 15 Juni silam. Tak heran Dankodikau memberikan piagam dan ucapan selamat kepada Kap­ten Pnb Sandy Permana, SE.,MM. yan­g berhasil meraih siswa ter­baik Pasis Sekkau A-97  di Ge­dung Pramansala Ksatrian Sekkau Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Baca Juga : Mengapa Isu Presiden 3 Periode Kembali Berhembus?

Selain menjadi siswa terbaik Pa­sis Sekkau, Sandy juga me­rupakan Ketua Senat Pasis Sek­kau Angkatan ke-97. Kapten (Pnb) Sandhy bertugas di skadron udara 32 Lanud abdul Rahman Saleh Malang. Sandhy sendiri pernah ke Padang guna turut menerbangkan ratusan prajurit Batalyon 133/YS Padang melak­sanakan tugas pengamanan da­erah perbatasan di Papua. Bahkan waktu sempat melakukan fly pass terbang rendah dengan pesawat c-130 herculesnya, memberikan salam untuk keluarga, di atas Markas Batalyon 133/YS.

Sementara itu Kapten Nav Riri Setiawan alumni AAU-2006 dalam misi penerbangan bertugas sebagai navigator  merupakan putra kela­hiran Batu Sangkar. Sosok prajurit yang rendah hati dan memiliki ketekunanan, alet serta berdedikasi juang yang tinggi pantang menyerah mampu men­jadikan inspirasi mau­pun­tauladan bagi para anggotanya. Meninggalkan seorang istri, Dr Mega senja dan dua anak, Arisa Nayla, Naffa marasa sangat kehilangan.

Baru Menikah Dua Bulan

Dari Malang dilaporkan, istri copilot, Lettu (Pnb) Pandu Setiawan, Dewi Wulandari tak kuasa menahan tangisnya setelah mendengar kabar bahwa pesawat Hercules yang membawa sua­minya, jatuh di Medan. Dia tak menyangka, pria yang baru dini­kahinya dua bulan lalu itu dise­butkan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

“Tadi saya belanja di pasar, lalu mendapat telepon diminta segera pulang ke rumah,” ungkap Dewi saat ditemui di rumahnya di Dusun Patukan, Desa Am­barketawang, Gamping, Selasa sore.

Dewi menuturkan, saat sam­pai di rumah, dia diberi tahu oleh keluarga bahwa pesawat Her­cules dengan nomor pener­bangan A-1310 itu mengalami kecelakaan. “Kaget, di rumah diberi kabar itu,” tuturnya lirih.

Dewi menuturkan, Pandu ada­lah sosok suami yang pe­ngertian dan sangat menyayangi keluarga. “Pengertian, sangat sa­yang ke­luarga, periang,” ungkap­nya.

Dewi mengungkapkan, sam­pai saat ini, dia dan pihak ke­luarga belum mendapat infor­masi mengenai kondisi suaminya. Na­mun, dia juga berharap sua­mi­nya dapat selamat dari peristiwa kecelakaan tersebut. “Belum ada infor­masi, harapannya bisa sela­mat,” ucapnya.

Haryoto, ayah Dewi, me­nga­takan, putrinya sempat berko­munikasi dengan menantunya itu pada Selasa pagi.

Menurut Haryoto, Pandu dan Dewi kerap berkomunikasi secara jarak jauh karena me­nantunya bertugas di Lanud Malang, Jawa Timur. Bahkan, setiap dua ming­gu sekali, Dewi berangkat ke Malang untuk menemui Pandu.

Haryoto mengungkapkan, Pandu dan putrinya baru saja menikah pada 26 April lalu.  “Pandu itu baru menikah pada 26 April 2015 lalu. Setelah unduh mantu, baru berangkat lagi,” ungkap Haryoto. (h/fma/mat/net)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]