Pesawat Hercules Jatuh, 113 Tewas


Selasa, 30 Juni 2015 - 19:51:34 WIB

Pesawat jatuh dengan menghantam dua ruko dan merusak sejumlah bangunan lainnya. Selain 12 orang kru pesawat, juga terdapat 101 penumpang di dalamnya.

Pesawat dengan nomor penerbangan A1310 itu ja­tuh dua menit setelah lepas landas dari Pangkalan Uda­ra Soewondo, bekas Bandara Polonia Medan.

Lokasi jatuhnya pesawat Hercules ini sama dengan tempat jatuhnya pesawat Mandala pada 5 September 2005.  Kedua pesawat nahas itu jatuh di kawasan Padang Bulan yang berada di Jalan Ja­min Ginting. Lokasi ter­sebut tak jauh dari Bandara Polonia, berjarak sekitar 100 meter.

"Sudah dikonfirmasi, semua yang ada dalam pe­sawat meninggal," terang Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Agus Su­priyatna, di lokasi kejadian.

Dituturkannya, sebelum musibah itu terjadi, pesawat mengangkut logistik dengan pilot Kapten Sandy Permana itu baru terbang dari Pang­kalan Udara Soewondo Me­dan, menuju Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Namun be­berapa saat setelah terbang, mesin pesawat tiba-tiba rusak dan pe­sawat pun akhirnya ter­jatuh. Pesawat jatuh di Jalan Ja­min Ginting Medan dalam posisi ter­balik. Pesawat jatuh di atas tiga bangunan ruko dan dua rumah warga.

Peristiwa itu langsung mem­buat masyarakat di kawasan jadi terkejut. Menurut salah seorang warga setempat yang juga saksi mata dalam kejadian itu, be­berapa saat sebelum pesawat jatuh, ia tidak mendengar bunyi pesawat pesawat berbadan besar itu. "Kira-kira masih di udara lah, mesinnya tidak terdengar lagi kemudian jatuh," terangnya.

Saksi mata lainnya, Evfrida Charina Tobing mengaku me­lihat langsung pesawat itu me­ledak di udara sebelum ter­hempas ke rumah spa yang berada di depan Hotel Golden Eleven.

"Pesawatnya meledak pas di atas hotel, keluar api dan asap dari pesawatnya," kata Elvrida, petugas resepsionis di hotel Golden.

Ledakan pesawat itu juga terdengar sampai radius hampir satu kilometer dari lokasi. Sherly, seorang petugas administrasi di Hotel Crystal yang berada di kilometer 9,5, mengaku men­dengar ledakan dua kali. "Lang­sung nampak asapnya dari sini, bang," katanya.

Menurut KSAU, sebelum ja­tuh, pilot sempat mengatakan ingin kembali ke base. Diduga ada kendala di pesawat itu. Na­mun saat hendak kembali, pe­sawat sudah terlebih dahulu jatuh.

"Ya betul, pilot minta kem­bali ke pangkalan karena ada trouble," tambahnya.

Namun Agus belum bisa me­rinci ada kendala apa se­hingga pesawat ingin kembali. Agus menyampaikan, saat me­mutar ke kanan hendak kembali terjadi kecelakaan. "Pesawat mendapat musibah saat hendak kembali," tutur dia.

Terkait musibah itu, pihak­nya telah meng-grounded selu­ruh pesawat Hercules tipe B. Selu­ruh pesawat itu akan dikan­dangkan sampai waktu yang tidak diten­tukan.

Meski demikian, Agus me­negas­kan tidak ada kendala atas pesawat Hercules C 130 yang nahas itu. Pesawat dengan no­mor lambung A 1310 itu dike­tahui buatan Amerika Serikat tahun 1964. "Pesawat itu tidak ada kendala," tegasnya.

Anggota Paskhas Lanud Pekanbaru

Terkait musibah itu, Kepala Pe­nerangan dan Perpustakaan (Ka­pentak) Lanud Roesmin Nur­jadin Pekanbaru, Muhammad Rizwar, me­ngatakan, 10 korban dalam musiba itu adalah anggota Yonko 461 Paskhas Pulanggeni Pekanbaru.

"Rencananya 10 anggota Pas­khas ini akan bertugas di Satuan Radar 213, Tanjung Pinang Pr­o­vinsi Kepulauan Riau," terangnya.

Ke-10 korban tersebut yak­ni, Ser­tu Irianto Sili, Serda Su­giyanto, Kopda Mujiman, Kopda Saryanto, Kopda Endria W, Kopda Eria Agus, Pratu Warsianto, Pratu Sepri Doni, Pratu Rudi Haryono dan Pratu Ardianto W.

Hingga tadi malam, pihak­nya belum bisa memberikan ketera­ngan lebih rinci, karena pe­na­ngannya langsung dari Pim­pinan AU. "Jadi apakah korban ini akan diba­wa ke Pekanbaru arau lang­sung dipu­langkan ke kampuang halaman masing-ma­sing, kita masih me­nunggu infor­masi dari pimpinan," ujarnya.

Menurut Komandan Bata­lyon Paskhas 462 Pekanbaru Letkol Solihin, sebelumnya, Hercules tersebut terbang dari Ban­dara Halim Perdana­ku­sumah, Jakarta dan mampir ke Bandara Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Di sana, pesawat mengangkut 20 anggota Paskhas. 10 di antaranya selamat karena terlebih dahulu turun di Dumai.

Para anggota Paskhas ber­tugas mengamankan radar. 10 Personel ditempatkan di Du­mai, sisanya di Tanjung Pi­nang, Kepulauan Riau. Tugas itu dila­kukan rutin, ber­giliran 3 bulan sekali.

Musibah itu, tambahnya, mem­buat seluruh anggota Mar­kas Paskhas 462 Pekanbaru ber­duka dan memasang bendera setengah tiang. Seluruh pasukan berkumpul di aula. Ada juga keluarga anggota Paskhas yang ikut dalam pesawat tersebut.

72 Mayat

Sementara itu, KSAU Menu­rut Agus Supriyatna yang sudah berada di lokasi kejadian me­nga­takan, untuk saat ini, pihak­nya fokus untuk me­lakukan evakuasi terhadap para korban. Bahkan hingga tadi malam, proses pen­carian terus dilakukan.

Jenazah korban musibah kece­lakaan Hercules tersebut, diba­wa RSUP Haji Adam Malik, Medan. Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam, jumlah jenazah yang telah dibawa ke rumah sakit mencapai 72 jenazah.

Jenazah yang dikirimkan itu tidak semuanya dalam keadaan utuh. Sebagian ada yang sudah kehilangan bagian tubuhnya. Be­berapa jenazah juga dima­sukkan dalam satu kantong. Selain itu, ada juga yang tidak me­ngalami luka bakar.

"Info dari kamar jenazah, 72 sudah dievakusai dari TKP, mung­kin bertambah," kata Ke­tua Posko Tim Ante Mortem DVI, Polda Sumut, AKBP Zulkhairi di RS Adam Malik.

Ditambahkannya, sementara telah ada 30 keluarga korban baik dari masyarakat sipil, TNI AD, dan TNI AU telah melapor ke petugas. Namun para keluarga korban belum diperkenankan menemui jenazah.

"Belum bisa melihat, kita belum perkenankan, menunggu hasil porses identifikasi. (ke­luar­ga) masih di sekitar sini, kita tampung di posko, kita kasih tempat," ujarnya.

Jumlah ini akan terus ber­tambah mengingat KSAU telah menyatakan bahwa jumlah pe­numpang dan kru di pesawat ang­kut andalan TNI itu berjum­lah 113 orang. Para korban se­makin banyak yang ditemukan seiring dengan disingkirkannya puing-puing pesawat dan puing ba­ngunan yang tertimpa pe­sawat. Untuk memperlancar pro­ses pencarian, petugas di­bantu de­ngan alat berat. Hingga tadi malam, alat berat berupa eska­vator tersebut masih terus bekerja di bawah sinar lampu.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Dwi Badarmanto me­ngatakan, pesawat Hercules ini melakukan perjalanan ke be­berapa landasan udara yang ada di Pulau Jawa, Pulau Suma­tera, dan Pulau Kalimantan. Menu­rutnya, saat menurunkan logis­tik, beberapa prajurit pun ikut masuk ke pesawat sambil membawa keluarga.

Sebelumnya, pada Senin (29/6), pesawat berangkat dari Lanud Abdurahman Saleh, Ma­lang, menuju Lanud Adisucipto Se­marang sekitar pukul 09.00 WIB. Pesawat akhirnya terbang ke Lanud Halim Per­dana­ku­sumah. Hari kedua, Selasa (30/6), pe­sawat berangkat dari La­nud Ha­lim untuk menuju La­nud Roes­min Nurjadin di Pekanbaru, lalu dilanjut ke Lanud Dumai sebelum tiba di Lanud Suwondo dan me­ngalami kecelakaan saat mau ke Lanud Tanjung Pinang.

Seharusnya, setelah dari Tan­jung Pinang, pesawat Hercules tersebut akan mengunjungi La­nud Ranai sebelum mengakhiri per­jalanan ke Lanud Supadio di Pontianak. Hari ketiga, Rabu (1/7), pesawat he­r­cules tersebut seharusnya kembali me­nyusuri jalur yang hari sebe­lumnya m­e­reka lalui tapi bedanya adalah dila­kukan mundur dimulai di La­nud Pon­tianak dan diakhiri di Lanud Halim. Sedangkan hari terakhir pesawat seharusnya be­rangkat dari Halim menuju Adi­sucipto dan menyelesaikan misi dengan tiba di Abdurahman Saleh.

Nahas bagi mereka, pesawat tersebut tak mampu me­nye­le­saikan misinya lantaran ja­tuh di Medan. "Jadi saat pesawat singgah di lanud itu ada per­gantian pra­jurit atau aplus nama lainnya, saat pergantian tersebut mereka pasti membawa ke­luarga," kata Dwi.

Perbarui Alutsista

Dari Jakarta, musibah Her­cu­les itu juga mendapat tang­gapan serius dari Wakil Presiden Jusuf Kalla. Dikatakan, pemerintah akan memperbarui alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara bertahap.

"Rencananya, pemerintah mem­­­perbarui alutsista kita seca­ra bertahap. Kalau pesawat ang­kut, baru beli pesawat (tipe) CN," terangnya.

Wapres juga mengakui bah­wa pesawat Hercules yang jatuh tersebut adalah pesawat tua. Usia burung besi yang digu­nakan TNI AU tersebut sudah mencapai 50 tahun.

"Memang ini pesawat tua, sudah 50 tahun, tetapi ini mau di-retrofit. Semua memang kita punya 20 Hercules," kata Kalla.

Menurut dia, tentara Indo­nesia baru mulai membeli pe­sawat pada tahun 1950-an. Pada tahun 1960-an, masuklah pesa­wat Hercules. "Waktu zamannya Bung Karno dan zaman Jenderal Yusuf tahun 1960-an itu awal-awal Hercules," sambung Kalla.

Mengenai asuransi bagi ang­gota TNI yang menjadi korban kecelakaan pesawat ini, Kalla menyatakan bahwa tidak ada asuransi bagi pesawat militer. Kendati demikian, pemerintah menyampaikan belasungkawa atas kejadian ini.

Sejauh ini, Kalla belum ber­niat untuk meninjau langsung lokasi jatuhnya pesawat Her­cules di Me­dan. Menurut per­kiraan se­mentara,         pesawat terse­but diduga jatuh ka­rena masalah teknis.

"Ya namanya pesawat mili­ter atau pesawat sipil bisa kare­na sebab teknis, manusia, atau alam. Namun, ini kelihatannya karena teknis. Saya baca la­porannya, dia (pesawat) mau kembali," ujar Kalla. (kom/cnn/bbs/dtc/ral/sis/met)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 06 November 2015 - 19:46:21 WIB

    Pesawat Batik Air Tergelincir

    PENUMPANG SEMPAT TERIAK DAN SYOK

    JAKARTA, HALUAN — Pesawat Batik Air .

  • Jumat, 09 Oktober 2015 - 19:11:20 WIB

    Pemerintah Akan Beli Pesawat Waterbombing

    KAMPAR, HALUAN — Presiden Joko Widodo mengatakan tahun depan berencana membeli pesawat khusus untuk penanganan bencana kebakaran (waterbombing).

    “Minimal tiga pesawat yang me­miliki kapasitas besar, m.

  • Jumat, 02 Oktober 2015 - 20:20:00 WIB

    Pesawat Aviastar Hilang

    MAKASSAR, HALUAN — Pesawat milik maskapai Aviastar yang terbang dari Bandara Andi Djemma, Masamba.

  • Senin, 28 September 2015 - 20:19:38 WIB

    BNPB Kerahkan 25 Pesawat dan Helikopter

    OPERASI UDARA WATER BOMBING

     

    JAKARTA, HALUAN — Ka­pusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho me­nga­takan pihaknya menam­bah heli­kopter water bom­bing untuk pad.

  • Ahad, 26 Juli 2015 - 19:10:54 WIB

    Mudik 2015, Penumpang Pesawat dan Kereta Api Meningkat

    JAKARTA, HALUAN – Se­la­ma Lebaran 2015, jumlah pemudik yang menggunakan moda transportasi umum di luar mudik gratis, menga­-lami kecenderungan turun. Kecuali, moda pesawat dan kereta api. Demikian k.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]