Petani Sumbar Dihantui Gagal Panen


Rabu, 01 Juli 2015 - 18:51:36 WIB

Pantauan Haluan di dae­rah Agam Timur sebagian besar petani sudah me­nga­lami kesulitan untuk me­ngalirkan air ke sawah, ini disebabkan berkurangnya debit air sungai akibatnya sawah yang jauh dari sungai tidak akan mendapat air.

Salah seorang petani Menan Ciat di Jorong III Kampung Nagari Gadut mengatakan, se­bagian besar sawah di daerahnya sudah ada yang mengalami ke­keringan terutama lokasi sawah yang jauh dari saluran irigasi. Ia khawatir apabila musim ke­marau ini tetap berlanjut sepuluh hari kedepan tidak tertutup kemungkinan seluruh sawah di daerahnya akan mengalami ke­keringan.

"Umur padi satu setengah bulan sangat membutuhkan air dalam masa perkembangannya, oleh sebab itu kebutuhan air sangat mutlak diperlukan. Masa kemarau ini saya setiap jam 3 pagi sudah turun ke sawah untuk mengalirkan air," kata Menan kepada Haluan, Selasa (30/6).

Ia menjelaskan, hal itu dila­kukannya karena debit air di Batang Tambuo semakin ber­kurang dan ditambah lagi pada siang hari para petani berebut air untuk mengalirkan ke sawah masing-masing.

Ia sangat khawatir apabila kemarau semakin panjang sudah bisa dipastikan panen akan gagal,  petani mengalami kerugian be­sar. Sementara di sisi lain harga padi semakin melonjak dan me­micu kenaikan harga beras di pasaran. Kepala Dinas Pertanian Ka­bu­paten Agam Ir. Afdhal ketika dihubungi via  Handpone  me­ngaku belum menerima la­poran terkait masalah kemarau. Ken­dati demikian, ia telah me­laku­kan rapat koordinasi dengan dinas terkait untuk mengatasi kemarau ini.

Salah satu cara untuk me­ngatasi masalah ini jelasnya, adalah menunda masa menanam padi karena di daerah Kab. Agam ada sekitar 27 ribu hektar lahan persawahan sebagian besar dari masyarakat Agam berprofesi sebagai petani.

Terancam Rugi Miliaran Rupiah

Kepala Dinas Pertanian, Ke­hu­tanan dan Perkebunan Tanah Datar Ir H Edi Arman menga­takan, ratusan hektare areal persawaan di Kabupaten Tanah Datar terancam gagal panen, jika dalam tiga minggu hingga satu bulan ke depan hujan tidak juga turun. Kerugian petani padi diperkirakan bisa mencapai miliar rupiah.

Tahun lalu, di Tanah Datar kerugian petani padi akibat puso atau gagal panen diperkirakan sekitar 4,8 miliar rupiah pada areal seluas 800 hektare. Keru­gian tersebut ditaksir dari luas areal dikali biaya produksi Rp6 juta tiap hektare sawah. Saat ini jika saja hujan tidak cepat turun kerugian serupa tahun lalu juga bisa terjadi. Rata-rata usia padi petani saat ini termasuk pada usia rawan puso (gagal panen).

"Saat ini tanaman padi di Tanah Datar umumnya berusia antara satu hingga dua bulan, usia ini sangat rentan jika minus air. Saat ini kerugian pada petani belum terjadi, namun jika dalam tiga minggu kedepan hujan tidak juga kunjung tiba, kejadian seperti tahun lalu mungkin saja terjadi," sebut Edi Arman kepada Haluan, Selasa (30/6) di ruang kerjanya.

Dikatakan, dalam antisipasi kerugian yang lebih besar pada petani, Dinas Pertanian telah melakukan imbauan kepada petani padi untuk mengatur pola tanam. Hingga bulan September diharapkan petani tidak mena­nam padi karena menurut pre­diksi Badan Meteorologi, Kima­tologi dan Geofisika (BMKG) hingga September tersebut meru­pakan puncak musim kemarau.

"Selain pada tanaman padi, dampak kemarau saat ini juga akan berdampak terhadap pro­duksi tanaman palawija, pro­duksinya tentu akan turun diban­ding panen-panen sebelumnya," sebut Edi.  Di Kabupaten Solok, sejum­lah lahan pertanian mulai me­ngering, salah satunya di Untuk di nagari Supayang kec. Payung Sekaki. Di daerah ini, sekitar 200 hektar lahan pertanian mas­yarakat teracam puso.

"Kondisi ini diperparah oleh jaringan irigasi Banda Laweh  Kanan yang mengaliri lahan pertanian masyarakat di daerah itu, tak kunjung memadai. Kami khawatir lahan yang baru siap ditanami akan mati, karena tak ada pasokan air," kata Wali Na­gari Supayang Darmansyah Rajo Batuah menjawab Haluan via telepon genggamnya.

Kepala Dinas Pertanian  Ka­bu­paten Solok Ir. Iriani MM, melalui sekretaris Dinas pertanian Miharta Maria mengaku hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat. Kendati de­mikian pihaknya telah menu­runkan tim melalui UPTD  di tiap Ke­ca­matan, untuk me­mantau kondisi pertanian masyarakat.

Kendati demikian pihaknya tidak menampik, jika kemarau yang melanda belakangan ini akan berdampak kepada pertanian masyarakat. Namun jumlahnya tidak signifikan, karena saat ini padi di sawah masyarakat keba­nyakan  telah memasuki usia  dua bulan dan bahkan lebih. "Saat ini pasokan air masih cukup untuk daerah yang menjadi sentra perta­nian masyarakat, namun ada bebe­rapa daerah yang selalu me­ngalami krisis di saat musim kemarau ini seperti  kec. X Koto Diatas, X Sungai Lasi dan Payung Sekaki, " kata Miharta Maria.

Pihaknya menambahkan, pa­nas yang melanda belakangan ini ternyata tidak merata di seluruh daerah di kabupaten Solok. Fak­tanya, kata dia, pada beberapa hari yang lalu, di kawasan kec. Lembah Gumanti dan Hiliran Gumanti  masih turun hujan. " Hanya di daerah Solok bagian tengah dan Utara saja yang saat ini tidak turun hujan," katanya.

Memasuki Masa Panen

Sementara itu, dampak ke­marau panjang, belum meng­akibatkan kerugian pada petani di Padang Pariaman. Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Ke­hutanan Padang Pariaman, Yu­risman Yakup, saat dihubungi Haluan, Selasa (30/6) mengatakan tidak adanya laporan gagal panen akibat kemarau disebakan, karena masa tanam telah dilaksanakan sejak dua bulan yang lalu dan kini memasuki masa panen. "Umum­nya sawah sawah petani di Padang Pariaman sedang memasuki masa panen," katanya.

Sementara di Kota Padang Panjang hal ini belum berdampak. Namun Walikota Hendri Arnis  meminta warganya untuk tetap menjaga harta benda dan kese­hatan sehari-hari.

"Kita berharap agar cuaca panas ini tidak membawa pataka bagi masyarakat. Justru itu kita tentu perlu selalu waspada baik bagi kerugian harta benda akibat kebakaran oleh api kompor maupun listrik," ujar walikota Hendri Arnis melalui Kabag Humas Setdako Padang Panjang H Ampera Salim menjawab Haluan. (h/ril/fma/ded/one/ndi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 26 Juli 2020 - 08:27:30 WIB

    Permintaan Tebu Lawang Turun Drastis Karena Covid-19, Petani Menangis

    Permintaan Tebu Lawang Turun Drastis Karena Covid-19, Petani Menangis HARIANHALUAN.COM - Bicara soal Covid-19, semua tentu terkena dampak. Namun karena ini menyeluruh, semua harus ikhlas menerima." Kami setuju dengan pemerintah, kesehatan harus diutamakan," ungkap salah seorang petani tebu di N.
  • Ahad, 19 Juli 2020 - 19:47:59 WIB

    Realisasikan Aspirasi, Petani Sampaikan Terima Kepada Mulyadi

    Realisasikan Aspirasi, Petani Sampaikan Terima Kepada Mulyadi HARIANHALUAN.COM - Mulyadi dikenal sebagai legislator yang bekerja nyata bagi masyarakat. Tidak hanya berjanji, program aspirasi masyarakat yang diperjuangkan Mulyadi sudah banyak terealisasi. .
  • Ahad, 19 Juli 2020 - 18:39:18 WIB

    Program Irigasi Batang Anai II Mulyadi Buat Petani Lancar Panen Padi

    Program Irigasi Batang Anai II Mulyadi Buat Petani Lancar Panen Padi HARIANHALUAN.COM - Calon Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mulyadi berkontribusi nyata untuk pembangunan Irigasi Batang Anai II di Padang Pariaman. Program tersebut diperjuangkan Mulyadi agar para petani dapat lancar menanam p.
  • Sabtu, 11 Juli 2020 - 22:15:47 WIB

    Petani Sumbar Kompak Dukung Mulyadi Jadi Gubernur

    Petani Sumbar Kompak Dukung Mulyadi Jadi Gubernur HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI dapil Sumatra Barat (Sumbar) II Mulyadi terus menuai dukungan dari masyarakat Ranah Minang untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bulan Desember mendatang. Kali ini, dukungan datan.
  • Senin, 15 Juni 2020 - 13:27:32 WIB

    Petani Padang Pariaman Dukung Mulyadi Jadi Gubernur Sumbar

    Petani Padang Pariaman Dukung Mulyadi Jadi Gubernur Sumbar HARIANHALUAN.COM - Anggota DPR RI dapil Sumatra Barat (Sumbar) II Mulyadi terus menuai dukungan dari masyarakat Ranah Minang untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bulan Desember mendatang. Kali ini dukungan datang.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]