Riri tak Ingin Tampil Formal di Depan Rekan


Rabu, 01 Juli 2015 - 18:52:58 WIB
Riri tak Ingin Tampil Formal di Depan Rekan

Duka ini tidak saja bagi keluarga, yang tak kalah merasakan kepiluan lagi terjadi pada rekan-rekan Riri Setiawan semasa di bangku sekolah. Tatkala Haluan bertandang di ke­diaman orang tua Riri Setia­wan pada Rabu kemarin, saat itu jarum jam menunjuk pada angka 13.15 WIB, di sana terdapat empat orang teman karibnya, mulai te­man sejak SD, SMP dan SMA, diantaranya Ari Febri staf di Kantor Bappeda Ta­nah Datar, Deni Hidayat karyawan Petro Cina di Provinsi Jambi, Apri Joni yang berkerja sebagai tukang ojek di Batusangkar dan No­frianto pedagang Sate di Dobok, Batusangkar.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Empat rekan setia me­nunggu kedatangan jenazah korban di Dobok ini me­miliki nostalgia-nostalgia semasa sekolahnya bersama Kapten Riri Setiawan, ia menyebutkan sosok Riri Setia­wan sulit berlalu dari memorinya karena sangat banyak kenangan indah ber­samanya. "Riri Setia­wan ini termasuk tipe teman kami yang santun, tidak saja pada teman tetapi juga santun pada orang tua temannya, beliau rajin membantu orang tua di rumah.

Tidak banyak waktu bermain baginya, bahkan kami sering tidak berhasil mengajaknya un­tuk bermain demi tugasnya mem­­­bantu kerja orang tua ter­sebut, mulai dari berbagai kerja rumah hingga membungkus es untuk jualan orang tuanya di kedai, kami temannya kadang-kadang memanggilnya dengan gelar panggilan nama perempuan yaitu Meri, ini karena tanggung jawabnya yang tinggi dalam mem­­bantu ibunya, ya saat itu dengan posisinya sebagai anak pertama dia paling bertanggung jawab membantu orang tuanya, beliau sangat banyak teman, karena waktu itu juga kami anak-anak SMA sering mangkal di warung ibunya saat jam istirahat sekolah," sebut Ari beserta tiga temannya tersebut menuturkan.

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Ari Febri juga menyebutkan, kehadiran Riri Setiawan di Ba­tusangkar sejak kelas dua SD, saat itu orang tuanya yang asli Talawi Kota Sawahlunto itu pindah tugas dari Payakumbuh ke Batusangkar, saat itu pula Riri langsung pindah sekolah dan duduk di kelas dua SD Negeri O2 Batusangkar. Nofrianto dan Apri Joni mengenalnya sejak kelas dua SD itu, sedangkan Ari dan Deni mengenalnya sejak SMP hingga SMA selalu bersama.

Terakhir mereka ketemu saat Presiden SBY bertandang ke Batusangkar, Riri bertugas se­bagai awak Hercules yang mengangkut mobil RI 1 kala itu. "Saya panggil beliau bapak waktu ketemu itu, dia bilang panggil nama saja. Jangan formal-formal sesama temanlah kawan," sebut rekannya menceritakan kala pertemuannya itu.

Dengan istrinya Mega Senja juga merupakan teman sejak SD hingga SMAN 1 Batusangkar. Kebersa­maannya 12 tahun itu ternyata berujung hingga pela­minan dan melahirkan seorang buah hati Arisa Naila Rafifa (4 tahun)

Di rumah duka juga berjaga-jaga dua anggota TNI AU dan dua orang anggota Polri bersenjata lengkap menunggu kedatangan jasad Riri, warga silih berganti datang dan pergi mengunjungi rumah duka itu, sebagian bertahan duduk dikursi biru yang berjejer di bawah tenda depan rumah duka itu, empat teman karib Riri berta­han me­nunggu hingga almarhum tiba.

Adik Riri Setiawan, Rahmad yang pandai menyembunyikan kesedihannya itu pada pengunjung juga bercerita, tatkala ia berangkat bertiga bersama kakaknya Riko Mulya pada hari Senin pagi dari Malang ke Jakarta melalui Surabaya menggunakan Hercules tersebut sempat makan malam bersama. Dari Jakarta ke Padang lalu Rahmad dan Riko pulang menggunakan pesawat komersil, "Tiket saya dibelikan Bang Riri di Traveloka di Malang, dan sebelum pisah saat itu, kami makan malam dulu di Jakarta pada pukul 10.30 WIB, lalu saat Bang Riri sudah di Medan selasa esok harinya beliau menelfon saya menayakan kabar. Sedang cek in di Bandara Bang bilang saya, ya hati-hati saja Mad, Abang sudah di Medan dan jaga keluarga ya," cerita Rahmat tatkala hari-hari terakhir bersama Riri. (*)

 

Laporan:
FERI MAULANA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]