96 Korban Hercules Teridentifikasi


Kamis, 02 Juli 2015 - 19:09:42 WIB

Proses identifikasi terha­dap 93 jenazah tersebut seluruhnya menggunakan data sidik jari dan gigi, tanda-tanda di tubuh, serta properti yang digunakan saat keja­dian. Namun Tim DVI tidak menutup kemungkinan un­tuk menggunakan DNA bagi jenazah yang sulit diiden­tifikasi. “Kalau memang sangat sulit, kami akan laku­kan DNA. Tetapi memang prosesnya agak lama,” ujar Helfi.

Sampai sore ini, tim ga­bu­ngan e­vakuasi di lokasi kejadian tidak la­gi mene­mukan korban jiwa. Namun ada dua kantong jenazah berisi potongan tubuh yang dite­rima tim identifikasi hari ini dengan no­mor kantong jenazah 145 dan 146.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia di lokasi kejadian, tim evakuasi memang menemukan satu kantong jenazah pada pukul 12.00 WIB hari ini. Kantong jenazah itu berisi potongan tubuh korban dengan ukuran kecil.

Proses evakuasi di lokasi kejadian hari ini melibatkan tiga ekor anjing dari Unit Satwa Di­rek­torat Sabhara Polda Sumatera Utara untuk mengendus potongan tubuh dan bahan peledak. Anjing itu terdiri dari dua jenis herder dan satu anjing doberman. Herder bertugas mengendus bahan pele­dak, sedangkan doberman men­deteksi potongan tubuh korban.

Prajurit Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan Kota Medan juga mengumpulkan pu­ing-puing pesawat Hercules untuk diangkut ke Lapangan Udara Soewondo. Puing pesawat itu akan dikumpulkan bersama ba­dan dan ekor pesawat yang telah dievakuasi sejak kemarin.

Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto memperkirakan pe­nyebab jatuhnya Hercules C-130 A-1310 di Medan, Selasa (30/6) lalu, disebabkan oleh gangguan salah satu bagian mesin pesawat. Perkiraan tersebut didukung juga dari laporan sang pilot kepada petugas Lanud Suwon­do sebelum akhirnya terjadi kece­lakaan itu.

Turut Berduka

Sementara itu, dari Solok Selatan, Wakil Gubernur Sum­bar, Muslim Kasim menyatakan keprihatinannya atas musibah jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI AU yang jatuh bebe­rapa hari lalu di Medan.

Keprihatinan ini juga dituju­kan untuk dua orang korban asal Sum­bar yakni Pratu Septi Doni asal Koto Tangah, Padang dan Kapten Riri Setiawan asal Kabu­paten Tanah Datar. Secara khusus, Mus­lim Kasim menyampaikan pesan kepada keluarga korban agar mam­pu menerima kejadian ini secara ikhlas. (berita terkait halaman 12)

“Atas nama pribadi dan Pem­prov Sumbar kami menyatakan ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya, mudah-mudahan kor­ban diberikan tempat sebagai syuhada,” ucap Muslim saat diwawancarai setelah pelak­sana­an Safari Ramadhan di Mesjid Nur Jamiaturrahmah, Kecama­tan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, Rabu (1/7).

Muslim Kasim juga berharap keluarga diberikan kesabaran dan keikhlasan melepas kepergian para korban. Ia juga menyatakan apre­siasi yang setinggi-tingginya karena mereka adalah keluarga, putra-putra terbaik asal Mi­nang­kabau dan perwira-perwira ter­baik Sumbar.

“Kita akan melayat kesana bersama dinas terkait seperti Dinas Sosial dan semoga nanti kedata­ngan kita akan mengurangi rasa duka yang menimpa keluarga korban, amin,” tutupnya. (h/net/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]