Pemkab Tolak Urus PKL Kelok 9


Jumat, 03 Juli 2015 - 19:05:48 WIB

Dikatakan, sejauh ini be­lum ada MoU antara Pem­kab Limapuluh Kota, de­ngan Pe­merintah Pusat. Ka­rena itu, lanjutnya, saat ini para PKL yang jumlahnya puluhan ke­pala keluarga itu tidak bisa ditertibkan, lan­taran MoU belum ada, ujar Alis mene­gaskan. “Bila su­atu saat nanti telah ada kese­pakatan atau MoU, Pemkab Limapuluh Kota sudah bisa turun tangan untuk me­nertibkan mereka, “jelasnya.

Satker Peningkatan Ja­lan Nasional (PJN) Wilayah I Sumbar, Ir. Dahler, sudah yang melakukan peman­tauan ke jembatan layang Kelok 9, bulan Mai lalu bersama PPK 07, Noor Aris Samsu,ST, MSi dan H. Is­man, prihatin melihat kon­disi jembatan yang kein­dahannya dirusak dengan keberadaan ratusan peda­gang kaki lima atau kuliner yang berjualan dise­panjang  badan jembatan layang Ke­lok 9.

Ia telah meminta kepada para pedagang liar tersebut agar segera pindah berjualan di kawasan jembatan layang Kelok 9 dan membuka kem­bali kios-kios mereka. Ter­kait menjamurnya pedagang kaki lima atau kuliner di kawasan jembatan Kelok 9 tersebut, secara tidak lang­sung sudah merusak struktur jembatan.

Selain merusak kein­dah­an, keberadaan kios-kios liar di sepanjang jembatan Kelok 9 itu juga mengancam kese­lamatan para pengendara ken­daraan yang melintas diatas jembatan Kelok 9 ter­se­but, karena keberadaan ba­ngunan kios-kios liar mi­lik para pe­dagang itu sudah me­makan bagian pinggir ja­lan.

Pemuka masyarakat se­tempat, Iskarmon Basir, se­belumnya mengatakan, ma­syarakat Nagari Ulu Aia, sa­ngat mengharapkan agar Pem­prov Sumbar atau Pem­kab Limapuluh Kota, mem­ba­ngun kios-kios untuk ber­jualan di kawasan Kelok 9. Namun begitu, para pe­da­gang itu tetap diminta me­ning­galkan kawasan jem­batan layang Kelok 9 terse­but.

Diminta kesadaran ma­syarakat untuk memelihara jembatan Kelok 9 ini, ka­re­na keberadaan jembatan Kelok 9 ini, secara tidak langsung sudah menjadi ikon pa­riwi­sata Sumbar, utamanya Kabu­paten Li­ma­­puluh Kota. Se­bab jem­batan layang Kelok Sem­bilan me­nyim­pan pe­sona ter­se­ndiri, membuat tem­pat ini sangat menarik un­tuk dinik­mati. Informasi yang di­pe­roleh, saat ini rute Sum­bar-Riau yang me­le­wati ruas jalan Kelok Sem­bilan itu menjadi satu-satunya pilihan bagi setiap ken­da­raan yang me­nem­puh rute tersebut. Di­per­­kirakan etiap harinya tidak kurang dari 11 ribu ken­daraan berbagai jenis yang melintas di ka­wasan ter­sebut. Dengan ke­be­ra­daan PKL itu tidak heran pada saat-saat tertentu ter­jadi kemacetan. (h/zkf)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]