Pemko Batasi Alih Fungsi Lahan Produktif


Ahad, 05 Juli 2015 - 19:15:53 WIB
Pemko Batasi Alih Fungsi Lahan Produktif

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Panjang, Can­dra dihubungi kemarin me­nga­takan, selain membatasi izin untuk pendirian bangu­nan di atas lahan pertanian produktif, Pemko Padang Panjang sebagaimana yang diatur dalam Perda RTRW tersebut, juga akan me­ngu­nci lahan seluas 585 hek­ta­re, yang sampai saat ini ma­sih produktif sebagai lahan pertanian.

Baca Juga : Kadis Dukcapil Kabupaten Pessel Lakukan Sidam ke Unit Kerja Layanan di Kecamatan

“Hal ini sangat di­per­lu­kan, agar lahan-lahan per­tani­an yang ada di Kota Padang Panjang, tetap bisa di­pert­a­hankan untuk ke­lang­sungan produksi pangan dan berbagai jenis tanaman holtikultura lainnya,” jelas Candra.

Dikatakan Candra, lahan pertanian produktif di Pa­dang Panjang, sejak beberapa waktu terakhir terus me­nga­lami penyusutan setiap ta­hun­nya. Selain di­per­guna­kan warga untuk men­diri­kan bangunan, sebagian la­han-lahan produktif itu juga beralih fungsi menjadi pen­dirian lokasi tempat usaha. Atas dasar itulah dilakukan pembatasan pendirian ba­ngu­nan, agar lahan pertanian produktif bisa tetap di­per­tahan­kan.

Baca Juga : Distanhortbun Laksanakan Rakor dan Evaluasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Triwulan I

“Selain karena pem­ba­ngu­nan fisik, seperti per­kan­toran dan perumahan, pe­nyu­­sutan lahan pertanian itu juga di­sebab­kan kurangnya ke­pe­duli­an masyarakat un­tuk menjaga dan me­man­faat­kan lahan itu sendiri,” tandas Candra.

Berkurangnya lahan per­tanian di Kota Padang Pan­jang jelas Candra, memiliki dampak positif dan negatif, tergantung kebutuhan ma­sya­rakat itu sendiri. Sisi positifnya, pemanfaatan la­han yang dialihkan menjadi tempat usaha, tentu akan membuka sumber pen­da­pa­tan baru bagi masyarakat. Namun sisi negatifnya, tentu akan mengakibatkan ter­bat­asnya ketersediaan pangan dan holtikultura untuk ke­butuhan masyarakat lokal Padang Panjang.

Baca Juga : BPJS Kesehatan Bermanfaat Bagi Pengobatan Lansia

Menuju Kota Agrowisata

Pemerintah Kota Padang Panjang imbuh Candra, akan terus mendorong petani un­tuk maksimalisasi pengem­bangan sektor pertanian di daerah. Selain dalam upaya memaksimalkan pe­manfaa­t­an fungsi lahan, dari hal itu juga diharapkan akan men­dukung program pe­merin­tah daerah dalam upaya mewujudkan Padang Pan­jang sebagai kota agrowisata.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 175, Sembuh 172, dan Meninggal Dunia 3 Orang

Padang Panjang katanya, memiliki potensi yang sa­ngat besar untuk dijadikan sebagai kota agrowisata. Selain cabe dan berbagai komoditas sayuran lainnya, lahan pertanian jeruk yang di kelola Kelompok Tani Mas­buloh di kawasan Sungai Andok Kel. Kampung Ma­nggis, saat ini juga telah menunjukkan hasil panen yang berkualitas.

“Kita akan terus lahirkan regulasi yang pas untuk me­wujud­kan Padang Panjang sebagai kota agrowisata di Sumbar. Namun upaya pe­me­rintah daerah dalam pe­les­tarian dan pengembangan sum­ber daya alam hayati ini, ten­tu harus didukung oleh sel­uruh lapisan masyarakat,” kata Candra. (h/yan)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]