DPP: Edi Susanto Tak Akan Di-PAW


Ahad, 05 Juli 2015 - 19:17:06 WIB
DPP: Edi Susanto Tak Akan Di-PAW

Mengenai hal ini, Pe­ngamat Politik dari Univer­sitas Andalas, Asrinaldi berpendapat, Edi tak bisa di-PAW-kan karena maju seba­gai bakal calon wakil bupati adalah hak politiknya.

Baca Juga : Pantauan Perkembangan Covid-19 di Sumbar: Positif 101, Sembuh 158, dan Meninggal Dunia 4 Orang

“Partai memang me­mili­ki hak untuk mem-PAW-kan kadernya yang duduk di badan legislatif. Namun, untuk mem-PAW-kan te­rsebut juga haru sesuai atu­ran yang berlaku. Sepanjang ia tidak meninggal dunia dan tidak mengundurkan diri dari partai, partai tidak bisa serta merta mem-PAW-kan­nya. Kalau pun partai me­mecatnya, partai tidak lang­sung bisa mem-PAW-kannya jika ia menggungat ke penga­dilan dan selama keputusan pengadilan belum inkrah (memiliki ketetapan hu­kum). Jika partai meme­catnya, dia bisa menggungat partai ke pengadilan terkait alasan pemecatannya. Jika keputusan pengadilan sudah inkrah bahwa dia memang pantas dipecat, maka partai bisa mem-PAW-kannya. Na­mun, jika dia menang di pengadilan, partai tidak bisa mem-PAW-kannya,” ujar Asrinaldi saat dihubungi Haluan, Sabtu (4/7).

Berdasarkan UU No­mor 27 Tahun 2009 Ten­tang tentang MPR, DPR, DPD, DPRD, Pasal 332 menyebutkan, anggota DP­RD kabupaten/kota berhenti antarwaktu karena mening­gal dunia, mengundurkan diri, diberhentikan.

Baca Juga : Hasil Dua Operasi Polda Sumbar, Ratusan Tersangka Sudah Ditangkap

Menurut undang-undang tersebut, anggota DPRD kabupaten/kota diber­hen­tikan antar waktu apabila tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhala­ngan tetap seba­gai anggota DPRD Kabupa­ten/Kota se­lama tiga bulan berturut-turut tanpa ketera­ngan apapun.

Kemudian, melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik DPRD kabupaten/kota, dinyatakan bersalah berdasarkan putusan penga­dilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap ka­rena melakukan tindak pida­na dengan ancaman hu­kuman lima tahun penjara atau lebih.

Baca Juga : Wabup Pasaman Sabar AS Minta PMI Jaga Ketersediaan Stok Darah

Selain itu, apabila tidak menghadiri rapat paripurna dan atau rapat alat keleng­kapan DPRD kabupaten/kota yang menjadi tugas dan kewajibannya sebanyak enam kali berturut-turut tanpa alasan yang sah, diu­sul­kan oleh partai politiknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-unda­ngan, tidak lagi memenuhi syarat sebagai calon anggota DPRD Kabupaten/Kota se­suai dengan ketentuan pera­turan perundang-undangan mengenai pemilihan umum.

Ketentuan lainnya, apa­bila melanggar ketentuan larangan sebagaimana diatur dalam undang-undang No. 27 tahun 2009. Kemudian, apabila diberhentikan seba­gai anggota partai politik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-unda­ngan, dan menjadi anggota partai politik lain.

Baca Juga : Operasi Antik Singgalang 2021 di Pasaman, 20 Paket Ganja Kering Diamankan

Sementara itu, salah satu Ketua DPP PAN Bidang Perkaderan, Ambia Boes­tam menyatakan, DPP tidak akan mem-PAW dan meme­cat dari PAN Edi karena pilihan untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati, adalah hal politik Edi. Na­mun, Ambia menegaskan, Edi boleh mencalonkan diri selama ia tidak menggu­nakan atribut dan fasilitas PAN.

“DPP memang mengu­sung Abdul Rahman untuk maju sebagai bakal calon wakil bupati yang berpa­sangan dengan Muzni Zaka­ria sebagai bakal calon bu­pati dari Gerindra. Untuk itu, DPP meminta kader untuk mendukung, menyuk­seskan dan memenangkan Abdul Rahman pada Pilka­da Solok Selatan nantinya. Namun, kalau ada kader lain PAN yang dianggap ber­potensi oleh partai lain un­tuk menang di Pilkada, DPP tak bisa melarang kader tersebut untuk maju, karena itu hak politik dia. Terkait Edi yagn menjabat wakil ketua DPRD Solok Selatan, ini tak ada hubungannya dengan PAW atau jabatannya di DPRD,” tutur Ambia saat dihubungi Haluan.

Ketua DPD PAN Solsel, Abdul Rahman menga­ta­kan, ia tidak ada persoalan apakah Edi di-PAW atau dipecat dari PAN. Yang ia persoalkan adalah, bahwa kader PAN di Solsel mesti mendukung penuh kepu­tusan DPP yang telah mere­komendasikan dirinya un­tuk maju sebagia bakal ca­lon wakil bupati. Jika Edi maju dari partai lain, menu­rutnya itu tidak mendukung keputusan DPP.

Rahman menegaskan, dirinya hanya mem­persoal­kan etika Edi dalam bero­ganisasi, dalam hal ini partai politik.

Edi Susanto yang dihu­bungi pada Sabtu (4/7) dan Minggu (5/7) selama bebe­rapa kali, tak menjawab panggilan. Sebelumnya, saat dihubungi pada Minggu (28/6), ia berharap DPP PAN mempersilakannya maju sebagai bakal calon wakil bupati. Ia percaya dan ber­harap, DPP PAN tidak akan memecatnya dan mem-PAW-­nya sebagai wakil ke­tua DPRD Solsel. (h/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]